
Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🤭🤭
Follow IG me @Thalindalena
Happy Reading
Sudah dua hari Anita dirawat di Rumah sakit,dengan setia Aldo menemani Anita walau tidak dianggap. Bahkan penampilannya kini terlihat seperti gelandangan,bagaimana tidak? Rambut amburadul bahkan ia sudah dua hari tidak mandi atau ganti baju.
"Aldo mandi dan ganti pakaianmu" Ucap Rosma menyerahkan paper bag.
"Tapi mah-".
"Apa kau tidak lihat jika Anita begitu jijik melihat penampilanmu" Cibir Rosma seketika membuat Anita tersenyum tipis.
Aldo bahagia saat melihat senyum itu lagi. Apakah pertanda jika Anita sudah memaafkannya?
Kemudian ia dengan cepat membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket di kamar mandi. tak membutuhkan waktu lama Aldo sudah selesai dengan ritual mandinya.
"Nah gitu dong kan jadi terlihat lebih ganteng" Ucap Rosma. " Dan ini makan lah setelah ini kamu pulang biar mama dan ibu Diana yang gantian menjaga Anita" Ucap rosma lagi.
"Mamah aja dan ibu yang pulang biar Aldo yang Jaga Anita" Ucap Aldo kekeh karena ia ingin selalu berada didekat Anita dan ingin mengambil hati Anita kembali.
"Baiklah" Pasrah Rosma. " Ayo Diana kita pulang" dan di iyakan Diana.
" Sayang kamu mau makan apa? barangkali kamu bosan dengan makanan disini" Tawar Aldo tapi Anita masih enggan berbicara membuat Aldo tak patah arang.
"Sayang,beritahu mama mu jangan lama-lama marah sama papa,kan papa jadi sedih" Ucap Aldo didekat perut Anita dengan nada dibuat sedih, tapi tetap saja Anita tidak merespon sama sekali.
"Baiklah,papa mau makan dulu. kamu jangan nakal di dalam sana,nanti habis ini kita jalan-jalan ya ketaman" Ucap Aldo lagi. tapi lagi- lagi Anita tidak merespon. Kemudian Aldo dengan cepat memakan makanan yang dibawakan oleh mamanya.
Setelah selesai menghabiskan makanannya Aldo membawa Anita pergi ketaman menggunakan kursi roda. Mereka berjalan di koridor rumah sakit,bahkan mulut Aldo sampai berbusa dia tak berhenti bicara pada Anita tapi tetap saja Anita tidak merespon. hal itu membuat Aldo semakin sedih.
Saat sudah sampai ditaman banyak sekali pasien yang berada disana guna untuk menghilangkan kepenatan atau berjemur karena waktu masih pagi jadi bagus untuk kesehatan dan kulit.
Entah ini kebetulan atau kesialan Aldo,saat Aldo sedang berjongkok membenarkan posisi kaki Anita. Ada seorang wanita yang memanggilnya dan Aldo hafal betul suara orang itu.
"Aldo" panggilnya lembut Aldo dan Anita menoleh.
Seketika Mata Aldo terbelalak lebar melihat wanita yang selalu dinantinya selama ini.
"Rose" Lirih Aldo pelan tanpa disangka Rossa memeluk Aldo erat begitu juga Aldo reflek membalas pelukan itu.
Anita disana seperti tak dianggap. Pemandangan yang sangat menyakitkan suaminya berpelukan dengan wanita cantik didepannya matanya.
Hati istri mana yang tidak sakit ? Anita berusaha kuat untuk menahan air matanya. Dadanya terasa sangat sesak. Anita yakin jika wanita ini lah kekasih Aldo yang selalu dinanti ,terlihat muda,cantik dan anggun,tidak seperti dirinya yang sudah tua.
Noh penampakan Rossa.
"Aku merindukanmu" Ucap Rossa setelah mengurai pelukannya.
"Aku juga" Kata itu terlontar begitu saja dari mulut Aldo membuat Rossa tersenyum manis, Senyuman yang selalu di rindukan Aldo tapi entah kenapa ia tidak merasakan getaran lagi di dadanya dan terkesan biasa saja saat berjumpa dengan Rossa.
"Kamu sama siapa?" Tanya Rossa.
"Aku sama-" Kemudian Aldo menoleh kebelakang dimana istrinya berada tapi sekarang hilang.
"Kamu nyari siapa?" Tanya Rossa lagi saat melihat Aldo celingukan mencari orang.
"Istri ku ya aku mencari istriku" Ucap Aldo tak menutupi statusnya.
"Oh astaga,jadi kau sudah menikah? maafkan aku tidak seharusnya aku memeluk mu,pasti sekarang istri mu salah paham" Ucap Rossa dengan nada penuh penyesalan.
"Ah iya sekali lagi maafkan aku,mau aku bantu cari?" Tawar Rossa.
"Tidak "Jawab Aldo cepat.
Aldo mencari kesana kemari,sudah hampir satu jam mencari tapi tidak menemukan Anita. Kemana istrinya itu menghilang? pikirnya.
Kemudian ia kembali ke ruang rawat Anita.
"Hei Sus,apa yang kau lakukan kenapa semua dibersihkan?" Tanya Aldo pada perawat yang tengah mengganti sprei,sarung bantal dan sisa infus.
"Lho pak Aldo masih disini? Bu Anita sudah keluar rumah sakit setengah jam yang lalu".
Jederrrrr
Bagai disambar petir disiang hari,Aldo mendadak lemas dan jantungnya berdetak sangat cepat.
"Tidak mungkin,jangan bercanda Sus"Bentak Aldo.
"Benar pak!"
Kemudian Aldo meraup wajahnya kasar dan melihat sekelilingnya benar saja barang-barang Anita sudah tidak ada hanya tertinggal tasnya saja yang terletak di sofa.
"Jadi apa suster lihat dengan siapa dia keluar?" kemudian perawat itu menggeleng.
Astaga Jangan sampai Anita pergi meninggalkannya.
Dengan langkah cepat Aldo menuju parkiran dan memasuki mobilnya,ia mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata tujuannya adalah rumah utama siapa tau Anita sudah sampai rumah.
Tak membutuhkan waktu lama ia sampai rumah utama dengan jalan tergesa ia mencari keberadaan Anita.
"Lho Aldo kenapa kamu disini,jadi siapa yang jaga Anita?" Tanya Rosma dari arah dapur saat melihat Aldo menaiki tangga.
"Jadi Anita tidak pulang?" Pertanyaan Aldo membuat Rosma tercengang.
"Maksud kamu apa? Jangan bilang kalau Anita menghilang!" Sentak Rosma dengan memberi tatapan tajam pada Aldo.
Kemudian Aldo mengangguk lemah dan menjelaskan semua yang terjadi.
"Kamu keterlaluan !! Pergi dan cari Anita,jangan pulang kalau kamu belum membawa pulang Anita!!" Omel Rosma kemudian menghubungi suaminya yang berada di kantor.
Aldo memacu kendaraanya lagi menuju rumah Ferdi tapi nihil Anita tidak Ada,dan berlanjut kerumah Anita yang ia berikan tapi saat sudah sampai sana juga tidak ada. Dan mencari terus mencari tak lupa menelpon Panji dan Amel menanyakan keberadaan Anita tapi bukannya mendapat jawaban malah kena omelan oleh Panji
Aldo benar-benar frustasi,apakah Anita meninggalkannya atau kah Anita diculik? berbagai pikiran negatif berputar dikepalanya,apa lagi anita kondisinya masih lemah dan juga sedang mengandung.
Ya allah,engkau boleh menghukum ku tapi jangan dengan cara seperti ini. Batin Aldo.
Kini ia menyesali tindakannya karena tidak bisa mengontrol perasaannya.
Aldo memukul setirnya berkali-kali dan memaki dirinya sendiri. Bahkan ia tak lelah menyusuri jalan dan melihat kiri kanan berharap menemukan istrinya.
"Sayang,kamu dimana? Aku mohon jangan pergi meninggalkan aku" Batin Aldo menangis.
Nah kan
**Ditinggal
Kira-kira Anita dimana,ya? dan siapa yang membawanya pergi**?
Jangan lupa like dan hadiahnya.