
Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🤭🤭
Follow IG me @Thalindalena
Happy Reading
"LEON,bawa ****** itu dan bawa ke tempat eksekusi !!!! " Titah Ferdi terdengar keras dan tegas.
"Tuan jangan Tuan saya mohon" Luna bersimpuh di bawah kaki Ferdi dengan perasaan takut dan gemetar. Lalu dimana keberanian nya tadi dengan tidak tau malunya menggoda menantu dari Black devil tersebut.
Luna tahu siapa Ferdi,pria itu sangat kejam dan tak memiliki belas kasihan terhadap lawannya.
Cuih
Ferdi meludahi Luna yang masih bersimpuh di bawah kakinya.
Aldo yang melihat pun diam, tak ada rasa iba sama sekali.
"Dimana keberanian mu itu? " Seru Ferdi.
"Maaf,maafkan saya" Luna memohon belas kasihan Ferdi.
"Leon,apa kau tuli? HAH !! Seret dia !!" Tegas Ferdi.
"Tuan ,saya mohon jangan" Luna menangis bahkan kini tangannya memegang kuat kaki Ferdi saat Leon menarik tangannya.
"Ternyata kau tidak berubah ya Luna ! Dulu aku menolongmu dari lembah hitam dan memberi pekerjaan halal untuk mu tapi apa? Sekali anjing tetap lah anjing !! Kebaikanku kau balas seperti ini ?" .
Bugh
Ferdi menendang perut Luna,agar wanita itu menjauh darinya.
Luna merintih kesakitan memegang perutnya.
"Apa perlu aku ulangi,LEON !!"
Leon segera menyeret Luna dan membawa ketempat eksekusi.
Setelah Luna di bawa pergi,Aldo menatap tajam papa mertuanya itu dan Ferdi pun tak kalah tajam menatap Aldo.
"Apa itu salah satu ****** mu?" tanya Aldo.
"Sepertinya lidahmu itu sangat bagus jika aku koleksi menjadi gantungan kunci" Ucap Ferdi.
"Uhhhh,takut" Bukannya takut ancaman Ferdi,Aldo malah terkesan meledek. Tapi jika orang lain yang mendengar mungkin sudah kencing di celana.
Membuat Ferdi memutar kedua bola matanya malas.
"Pakai itu !" Ferdi melemparkan Jasnya kepada Aldo. "Pantas saja si jallang itu menggodamu,ternyata kaulah yang menarik perhatiannya" Cibir Ferdi saat melihat penampilan Aldo.
"Aku memang menarik, jika tidak mana mungkin putrimu itu tergila-gila padaku" Ucap Aldo sombong.
Ah,sial. Aldo kalah telak oleh papa mertuanya.
"Ya ya kau menang,papa mertua" Ucap Aldo mendekati Ferdi lalu memeluknya.
"Menjauh,dasar menjijikan" Ucap Ferdi risih saat Aldo memeluknya.
"Mau kemana,Pa? Kau baru sampai dan perlu istirahat" Seru Aldo saat melihat Ferdi membuka pintu keluar.
"Bukan urusannmu!!"
"Apa kau mau bersenang-senang dengan ****** itu ?"
"Tutup Mulutmu !! menantu kurang ajar" Umpat Ferdi kesal lalu melangkahkan kakinya menuju Tempat eksekusi.
Aldo tertawa terbahak,ia sungguh senang membuat Ferdi kesal.
"Kalian ikut dengan ku semua dan aktifkan pengamanan dengan sistem" Titah Ferdi sebelum memasuki mobilnya.
"Baik Tuan" Ucap para bodyguard berjumlah dua puluh orang.
Setelah beberapa menit sampai di tempat eksekusi tepatnya markasnya.
Ferdi segera masuk kedalam markas tersebut.
"Bagaimana Leon ?" Tanya Ferdi kepada Leon yang sedang akan menyuntikan suatu obat ketubuh Luna.
Kedua kaki Luna di ikat begitu juga tangannya tak lupa mulutnya juga di lakban.
Luna menggeleng keras saat Leon menyuntikan sesuatu kedalam tubuhnya.
"Emmmm emmmmmm"
"Selesai,sebentar lagi obatnya akan bereaksi" Ucap Leon dan diangguki Ferdi.
Beberapa saat kemudian Luna menunjukan gelagat Aneh,tubuhnya terasa panas. ia menggeliat seperti cacing kepanasan.
"Kalian semua,bebas menikmati tubuhnya dan setelah itu lempar dia ketempat asalnya !! ".
Jangan lupa like,komentar dan Vote nya.
Mampir juga di Lapaknya Doni dan Citra
Udah rilis