
Sebelumnya Author banyak terimakasih untuk para readers tercinta๐๐
Author enggak nyangka jika novel pertamaku sudah sampai episode 101.
Terimakasih sudah selalu mendukung Author ini,apalah daya ku jika tidak ada kalian. Love Love kalian semua yang sudah setia sama Author ๐๐
Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu dan lancar rejekinya. Amin
Jangan lupa like,komentar dan bunganya ya๐น๐น
Setelah melakukan tes kesuburan Ferdi dan Diana pulang menuju rumah besarnya.
"Fer,aku tidak yakin dengan promil ini" Diana sangat pesimis karena faktor umurnya yang sudah 53 Tahun. Ia berpikir apakah bisa ia hamil diusia yang sudah paruh baya ? Pikiran Diana berkecamuk,ia takut jika tidak bisa memberikan keturunan untuk Ferdi.
"Setidaknya kita sudah mencobanya" Ferdi menggenggam tangan Diana untuk menenangkannya. "Maafkan aku karena membuatmu tertekan" Ferdi mencoba mengerti perasaan istrinya itu.
"Tidak sama sekali Fer" Mulut boleh berbohong tapi sorot matanya tidak bisa membohongi. Ferdi menjadi merasa bersalah.
Ferdi tersenyum hangat dan tak berselang lama mereka sampai dirumah besarnya.
๐ท๐ท๐ท๐ท
Sedangkan di Sanjaya Grub Aldo telah memperkenalkan Anita sebagai istrinya. Para pegawai disana tidak menyangka jika Anita menjadi istri dari Aldo Sanjaya. Banyak yang mengucapkan selamat dan ada sedikit juga ada yang tidak suka dan mencibir.
"Jangan di dengarkan mulut sampah mereka Nit,mereka hanya iri dengan mu" Ucap Amel,yang tengah duduk di samping Anita tepatnya di ruang kerja Aldo.
"Iya,aku paham" Jawab Anita sambil tersenyum.
"Hah,aku sangat merindukanmu Nit,maaf aku sangat sibuk bekerja dan juga mengurus anak-anak ku" Amel sambil memeluk Anita dari samping.
"Jangan kencang-kencang meluk istri ku" Aldo memberi peringatan.
"Ishh,posesive sekali" Gerutu Amel,lalu melepaskan pelukannya.
Anita terkekeh "Kalian ini kalau lagi santai seperti tikus dan kucing".
"Ya karena suami kamu sangat nyebelin ! Kalau bukan bos udah aku tendang tuh kakinya" Kesal Amel.
"Berani kamu ya ! Mau di pecat ?" Aldo mengatakan itu tidak sungguh-sungguh.
"Ya tuhan,kau ini jahat sekali" Umpat Amel. "Anita lihatlah suamimu memelototiku" Adu Amel kepada Anita,saat melihat mata Aldo melotot.
Anita hanya menggeleng melihat suami dan sahabatnya selalu bertengkar,tapi Anita salut kepada mereka jika sudah jam bekerja mereka sangat profesional.
"By,udah ah. Ayo kita ke dokter sekarang" Ajak Anita.
"Yah ,kok perggi ? Ini baru jam 12 siang,setidaknya kita ngopi time dulu" Amel merjuk.
"Maaf ya Mel,lain kali aja soalnya aku mau cek kedokter kandungan" Anita merasa tidak enak dengan sahabatnya ini.
"Ya udah,deh" Pasrah Amel.
Akhirnya dengan berat hati Anita berangkat menuju rumah sakit ditemani Aldo.
Diperjalanan menuju Rumah sakit tangan mereka saling bertaut dan sesekali Aldo mengecup punggung tangan Anita.
"Fokus nyetirnya,By" Anita mengingatkan.
"Iya sayang,Maaf" Aldo kemudian melepaskan tangan Anita.
"By,dari tadi mobil hitam itu ngikutin kita" Anita merasa cemas. Saat ada mobil hitam mengikuti mereka dari kantor,Awalnya Anita berpikir hanya kebetulan tapi ternyata mobil hitam itu benar-benar mengikuti mereka.
Aldo melihat kaca spionnya dan ternyata benar,kali ini ia merasa kecolongan beruntung ada beberapa Bodyguard yang mengawal meraka dengan mobil berbeda.
Kemudian Aldo memasang earphone ditelinganya dan tangannya mengotak-atik ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Hadang mobil mereka ! " Titah Aldo. Kemudian Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah utama.
Para bodyguard Aldo langsung bertindak,mereka juga kecolongan. Para Bodyguard menghadang Mobil tersebut dan memaksa orang tersebut keluar dari dalam mobil.
"Siapa yang menyuruhmu ! " Tanya salah satu bodyguard pada penjahat itu.
"Tuan Bastian" Ucap Penjahat itu terbata karena sangat ketakutan di hadapannya ada enam orang bertubuh besar dan muka seram.
"Bawa dia ke markas,dan hubungi bos besar. Beraninya mereka main-main dengan Black devil".
"Sayang,bertahanlah sebentar lagi kita sampai rumah" Aldo sangat khawatir dengan kondisi istrinya. Dan ia pun mengurungkan niatnya untuk memeriksakan kandungan istrinya. Baginya keselamatan sang istri yang utama.
"By,perutku sakit" Anita mencengkram bahu Aldo dengan sangat kuat.
"Bertahanlah sayang, coba tarik nafas dan keluarkan perlahan" Aldo berusaha tetap tenang dan memberi intruksi kepada istrinya.
Anita melakukan apa yang disuruh Aldo dan akhirnya perutnya tidak terlalu sakit lagi.
"Masih sakit?" tanya Aldo cemas.
"Sudah mendingan,By" Ucap Anita lemas. Kemudian tangan kiri Aldo mengelus perut Anita yang besar itu.
Nyaman yang dirasakan Anita saat tangan Aldo mengusap perutnya.
Tak berselang lama mereka sampai dirumah utama,di depan rumah ada Sanjaya dan Rosma yang menunggu mereka dengan khawatir.
"Kalian tidak apa-apa? " Tanya Rosma dan Sanjaya bersamaan,saat Aldo dan Anita sudah keluar dari mobil.
"Kami baik-baik saja,Mah Pah,hanya saja tadi Anita sempat mengalami kram perut karena ketakutan".
"Benar begitu,Nak?" tanya Rosma kemudian memeluk menantu kesayangannya dan mengusap perut besar Anita.
"Mah,bawa Anita beristirahat,dan Aldo akan memanggil dokter kesini" Ucap Aldo.
"Baiklah" Ucap Rosma lalu menggandeng tangan Anita.
"Kita harus bicara Pah" Aldo beralih menatap Sanjaya.
"Kita bicara diruang kerja papa".
"Apa yang kalian sembunyikan dari ku?" Tanya Aldo dengan tatapan tajam
"Huh,Ini salah papa karena tidak memberitahumu jika keselamatan istrimu dalam bahaya" .
Brak
Aldo menggebrak meja dan menatap tajam Sanjaya.
"Keterlaluan !" Bentak Aldo.
"Maaf,maafkan papa" Sanjaya menyesesali keputusannya.
Aldo memijit pelipisnya,kepalanya berdenyut nyeri.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi" Ucap Aldo dengan nada tegas dan dingin.
Sanjaya menghela nafasnya kasar sebelum bercerita.
"Bastian,Bastian Smith,Pebisnis dan juga seorang mafia. Dulu Papa,Ferdi dan Bastian adalah teman sejak Jaman SMA hingga kami menikah dan mempunyai anak, tapi karena kesalah pahaman membuat hubungan kami terpecah hingga saat ini.
Sebenarnya dia bukan dendam ke Papa tapi Ke Ferdi,beberapa tahun yang lalu Putra pertama Bastian bunuh diri karena depresi dengan menabrakkan diri ke mobil yang tengah melintas di Jalan kota dan kebetulan juga saat Itu Putra Bastian menabrakan diri ke Mobil Ferdi. Dan dari sinilah kesalah pahaman ini terjadi. Bastian mengira jika Ferdilah yang menewaskan putranya" Jelas Sanjaya.
"Lalu apa hubungannya dengan Anita ?" Wajah Aldo,memerah karena menahan Amarah.
"Dia terlanjur dendam dengan Ferdi dan mengincar nyawa Anita sebagai balasan kematian putranya".
"Ini tidak bisa dibiarkan" Ucap Aldo mengeraskan rahangnya lalu beranjak dari duduknya.
"Aldo jangan gegabah,Bastian adalah orang yang sangat bahaya" Sanjaya menahan Aldo untuk tidak pergi.
"Aku tidak peduli ! Bagiku istri dan anakku adalah nyawa hidupku" Aldo menatap sengit Sanjaya. " Aku akan melakukan apapun demi keselamatan Istri dan anakku". Kemudian Aldo melanjutkan langkahnya dan menuju rumah Bastian.
Sanjaya pun sudah tidak bisa mencegah Aldo. "Ini tidak bisa dibiarkan" kemudian Sanjaya mengambil senjatanya yang selalu ia sembunyikan di lemari kerjanya dan menghubungi Ferdi,bagaimana pun Ferdi ikut andil dalam masalah ini.
Konflik dikit gak apa-apa ya,,biar greget.
Jangan lupa mampir juga ke novelku yang lain