Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Tak perduli


BRAK


Pintu terbuka menampilan seorang pria paruh baya yang sedang duduk di balik meja kerjanya dengan kaca mata bertengger di hidung nya.


"Apa hidup mu diluar sana membuatmu kehilangan sopan santunmu TUAN MUDA?" ucap nya menekan kata tuan muda.


"Katakan apa maksud sebenarnya ini? ucap Aldo.


"Seperti yang di pesan tadi,pernikahanmu dengan Citra akan dipercepat 1 bulan lagi" ucapnya santai.


"Hah. Berhenti mencampuri hidupku" ucap Aldo tajam.


"Dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan wanita pilihan mu itu"


BRAK


"Tutup mulutmu itu,apa yang aku pilihkan itu adalah yang terbaik untuk mu" ucapnya berapi-api dengan menggebrak meja mendengar penuturan Aldo membuat darahnya mendidih.


"Jika menurutmu baik,kenapa tidak kau saja yang menikahinya!!" ucap Aldo sinis.


"Beraninya kau!!!!" Geramnya.


"Aku ini papa kamu!! Tidak pantas kamu berbicara seperti itu" ucapnya emosi.


"PAPA? Apa kau pantas dengan sebutan itu?" tanya Aldo dengan nada mengejek.


"Apa pernah kau mengerti aku? Pernahkah kau bertanya apa keinginan ku? Sejak dari kecil sampai sekarang kau selalu mengatur ku" lirih Aldo hingga matanya berkaca-kaca memandang sosok pria dihadapannya ini.


Papa Aldo atau pak Sanjaya tertegun melihat putranya menangis selama ini ia tak pernah melihat Aldo menangis, karena ke egoisan nya hanya demi perusahaan agar semakin maju ia mengorbankan Aldo.


"Bahkan untuk jodoh pun kau yang mengatur" ucap Aldo menunduk lalu menghapus air matanya kasar.


Mendengar keributan di ruang kerja suaminya. Mama aldo pun bergegas menghampirinya.


"Ada apa ini?" ucap mama Aldo atau ibu Rosma saat masuk. Diruang kerja suaminya,ia dikejutkan kehadiran anaknya yang beberapa bulan ini dirindukan.


"Tanyakan saja pada pak tua itu mah" Aldo yang menjawab.


"Al kamu pulang nak," ucap Rosma menghampiri putranya.


"Iya mah,tapi maaf Aldo gak bisa tinggal disini lagi" ucap Aldo membuat tangis mamanya pecah.


"Kenapa? Kamu gak kangen sama mama? dan Jamu udah gak sayang sama mama?" ucap Rosma sambil terisak lalu ia memeluk putranya itu.


"Rumah ini sudah seperti neraka bagi ku Mah. Apa-apa diatur" ucap Aldo menoleh ke arah papanya dan memandang papa nya sisnis.


Lalu Aldo melepaskan pelukan sang mama dan melangkah ke arah pintu. Saat ia sampai dipintu ia berhenti lalu berucap tanpa menoleh kebelakang.


"Sebentar lagi aku akan menikah dengan gadis pilihanku sendiri,dengan ada atau tidak restu dari kalian aku akan tetap menikahinya" ucap Aldo. Masa bodo Aldo mau dicap anak durhaka atau apalah ia sudah lelah dengan aturan papanya yang egois itu.


Lalu berjalan pergi meninggalkan mansion orang tuanya,mamanya mengejarnya dan memanggilnya pun tak ia hiraukan. Ia terus melangkah menuju mobil nya lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana Anita di rawat.


******


"Lihat kan karena ke egoisan kamu anaku pergi meninggal kan aku" ucap Rosma terisak memandang suaminya benci. Saat Aldo pergi Rosma memanggil Aldo dan mengerjarnya tapi semua itu tak di indahkan oleh Aldo.


"Biarkan saja mah dia hanya menggertak saja dan papa melakukan ini untuk kebaikannya sendiri" ucap Sanjaya tanpa merasa bersalah.


"Ma. Mama tidak akan mengerti jika Aldo dan citra gagal menikah itu kan membuat Ferdi akan mencabut semua saham nya dan otomatis semua investor juga akan melakukan yang sama" jelas Sanjaya.


"Oh jadi karena papa takut miskin? Papa mengorbankan anak papa sendiri?" ucap Rosma sinis.


"AKU LEBIH BAIK HIDUP MISKIN DARI PADA MELIHAT ANAKU MENDERITA,DENGAR ITU SANJAYA" teriak Rosma emosi dengan nafasnya memburu.


Sanjaya terkejut mendengar ucapan istrinya. Ia pikir istrinya akan mendukungnya tapi malah sebaliknya. Ia juga terkejut istrinya yang selama ini selalu lemah lembut kepada dirinya kini meneriaki dirinya.


"Ingat Aldo pergi dari mansion ini itu karena perjodohan ini!!"


"Apa dipikiran mu itu hanya ada uang dan uang hingga kau mengorbankan anakmu?"


"Tidak mah,bukan hanya itu ini juga bisa disebut balas budi" ucap Sanjaya karena selama ini ia menutupi kebenaran dari istrinya.


"Apa?"


"Mama ingat beberapa tahun yang lalu mama melakukan transplantasi jantung dan pendonornya adalah ibunya Citra. Saat jantung mama kambuh bertepatan saat itu juga ibunya Citra meninggal dan sebelum meninggal beliau ingin mendonorkan jantung nya ke mama" jelas Sanjaya.


"Karena papa gak mau kehilangan mama jadi papa mau dan papa gak pikir panjang tapi beberapa bulan yang lalu papa Citra meminta imbalan dengan menjodohkan Aldo dan Xitra. Jika papa gak mau saham nya akan di tarik kembali" lanjut Sanjaya.


Rosma tertegun mendengar penjelasan suami nya tapi dia tetap tak terima dengan ide gila ini.


Sanjaya berpikir jika Rosma mengetahui semuanya istrinya itu akan berubah pikiran,tapi malah sebaik nya.


"Lebih baik saat itu papa biarkan mama mati,jika karena jantung ini membuat Aldo terluka" ucap Rosma.


"Tunggu sebentar!!" ucap Rosma berlari keluar entah kemana setelah itu ia kembali dengan membawa pisau.


Pletak


Rosma melempar pisau di meja kerja suaminya tepat di hadapannya. Membuat mata suaminya membola sempurna.


"Ambil pisau itu dan ambil jantung ini serahkan ke Ferdi jika itu bisa membuat perjodohan ini batal!!" ucap Rosma tegas tanpa ada rasa takut.


Deg


Mendengar ucapan istrinya Sanjaya mematung,


ia tak pernah berfikir jika istrinya akan senekat ini.


"APA LAGI YANG KAU TUNGGU? HAH CEPAT AMBIL JANTUNG INI" teriak Rosma saat melihat suaminya terdiam seperti patung dan syok.


"Baiklah jika kau tak mau,maka aku akan lalukan sendiri" ucap Rosma mengambil pisau itu.


"Mah,apa yang mama lakukan?" menghentikan aksi istrinya saat akan menusukan pisau tepat didada.


"LEPAS!!! Ini kan yang kamu mau?? Biar kamu puas!" ucap Rosma.


"Enggak Mah. Ini gak boleh terjadi. Baiklah papa akan membatal kan perjodohan itu" ucap Sanjaya lalu memggapai pisau yang di pegang istrinya lalu melemparnya asal.


Jangan lupa like,vote,dan komentarnya ya


Matur suwun๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Love you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜