
Setelah drama pengenalan calon dede bayi kepada papanya kini giliran Aldo yang merajuk karena Anita meledeknya teeus menerus.
"Sayang,hentikan" Bahkan Aldo kini sudah menyumpal telinganya dengan tissue. Ia merasa sangat malu dengan tingkahnya tadi.
"Kau tidak jadi mencabik-cabiknya??" Anita terkekeh geli,puas sekali mengerjai suaminya itu.
"Sayang" Rengek Aldo.
"Oke-oke" Anita menyudahinya tapi masih menyisakan tawanya.
Kemudian Anita memeluk tubuh kekar suaminya itu dari samping dan mendusel-dusel wajahnya di ketiak Aldo, kebetulan mereka sudah merebahkan diri dengan tangan Aldo yang sebelah untuk menjadi bantal Anita. Aldo terkekeh geli melihat aksi istrinya yang menggemaskan.
"Sayang jangan seperti itu,aku bisa tak tahan untuk melahapmu" Ucap Aldo karena sesuatu di bawah sana mulai menegang.
"Mesum" cibir Anita tapi tak menghentikan aksinya. Entah kenapa aroma ketiak suaminya ini sangat harum dan segar padahal Aldo sudah beberapa hari tidak mandi tapi tubuhnya hanya di lap saja pakai air hangat.
Wanita hamil memang unik. batin Aldo.
"Apa anak papa menyusahkan mama? Tanya Aldo mengelus perut rata Anita.
"Tidak,dia anak yang pintar,ya walaupun tiap pagi selalu mual tapi kata mama itu hal yang wajar untuk ibu hamil di awal kehamilan" Jelas Anita.
"Sudah berapa bulan,yank?".
"Baru Dua minggu,By"
"Tidak sia-sia perjuangan kita siang dan malam ya, yank" Ucap Aldo pongah.
"Cih,itu karena ladang ku yang subur" Jawab Anita asal.
"Dan juga bibit ku juga premium,makanya dia cepet tumbuh disini" Jawab Aldo tak mau kalah. Kemudian mereka tertawa bersama.
"Sudah periksa kedokter?" dan dijawab gelengan Anita. "Kenapa?" tapi wajah Anita berubah sendu Aldo tau penyebabnya.
"Maafkan aku" ucap Aldo.
"Jangan pergi lagi,by. Aku takut kehilanganmu" Ucap anita sendu memeluk erat Aldo seolah takut kehilangan.
"Tidak akan pernah sayang" membalas pelukan Anita yang bergetar.
"Maafin aku juga By. semua karena aku,kamu jadi di culik Bram"
"Bukan salah mu yank. itu karena dia yang terlalu terobsesi dengan mu. lebih baik aku yang terluka dari pada kamu,melihatmu menangis saja sudah membuatku sakit" Ucap Aldo menatap lembut mata sang istri kemudian memberi kecupan diseluruh wajah Anita.
"Aku harap dia mendapat hukuman yang setimpal atas kejahatannya" Ucap Anita .
"Iya pasti itu" Jawab Aldo.
"Sekarang apakah aku boleh menjenguk anak kita?" Tanya Aldo mengalihkan pembicaraan.
"Ngaco kamu By, kamu belum sembuh".
"Yang sakit cuma tangan dadaku saja,kaki dan tanganku masih bisa bekerja"
"Astaga,by!!"
"Ayolah sayang" Rengek Aldo kemudian Aldo melancarkan Aksinya memembuat Anita terbuai.Tapi baru saja akan mendaki bukit ada pengusik yang membuat kegiatan mereka terhenti.
"Aldo apa lo-" Doni kemudian membalikan badannya." Oh shitt dasar tak tau tempat,lagi sakit juga cari kesempatan" Gerutu Doni.
"Dasar setan!!" Kesal Aldo karena kegiatan mengenakannya di ganggu teman lucnutnya.
Anita buru-buru mengancingkan dress nya yang berantakan terutama bagian depan karena ulah suaminya. Wajah Anita sudah semerah tomat karena kapergok berbuat mesum. Beda dengan Aldo yang selalu bersikap santai.
"Kebiasaan kalau masuk itu ketuk pintu dulu"
"Sory Bro" Masih dengan posisi membelakangi pasangan tak tau tempat itu.
"Mau ngomong apa lo?"Tanya Aldo ketus.
"Gak jadi,besok aja" Ucap Doni kemudian melenggang pergi tak lupa ia menutup pintu.
"Astaga itu anak" Gerutu aldo mengusap wajahnya kasar.
"Sayang lagi yuk" Ajak Aldo.
"Gak mau,aku ngantuk!" Ucap Anita lalu memejamkan matanya.
Awas aja lo Don,suatu saat pasti gw bales .Geram Aldo dalam hati. Kemudian ia ikuut merebahkan tubuhnya disamping Anita yang sudah terlelap.
Tidur Anita terusik saat merasakan perutnya bergejolak seolah ada sesuatu ingin dikeluarkan. kemudian dengan hati-hati ia melangkah kan kakinya menuju kamar mandi dan segera mengelurkan isi perutnya.
Aldo ikut terbangun saat mendengar suara berisik dikamar mandi,ia melihat jam dinding baru jam empat subuh. Istrinya juga tidak ada di sampingnya.
Hoek
Hoek
Mendengar istrinya muntah, ia pun segera menyusul sang istri tak lupa ia melepas infus ditangannya.
"By,aku tidak apa" Ucap Anita saat merasakan tengkuknya dipijat oleh Aldo.
"Keluar By. ini sangat menjijikan"
"Aku ini suami mu,mana mungkin aku membiarkan mu tersiksa seperti ini" Ucap Aldo mengusap kening Anita yang berkeringat. Bahkan Aldo mengusap bibir anita tanpa jijik
"Bisa berjalan?" Tanya Aldo lalu diangguki anita lemas. Kemudian Aldo memapah menuju tempat tidur pasien.
"Jangan nakal ya Nak,kasian mama nya" Ucap Aldo lembut sambil mengelus perut Anita. inilah kebahagian yang sesungguhnya untuk Aldo dan Anita.
Anita tersenyum ternyata suami begitu perhatian padanya,padahal suaminya itu juga sedang sakit.
"Terimakasih By" Ucap Anita mengecup pipi Aldo.
"Sudah tugasku sayang. Karena kamu seperti ini juga karena aku" Aldo tersenyum lembut mengusap pipi istrinya.
"By"
"Hem?"
"Buka bajunya dong"
"Sayang ini masih pagi" Ucap Aldo malu karena dipikirnya istrinya meminta sesuatu yang mengenakan.
"Ih bukan itu,aku mau ngetek di ketiak kamu" Ucap Anita tanpa rasa malu.
"Hahh??"
"By,ayo buka bajunya" rengek anita seperti anak kecil minta es krim.
"Iya,baiklah" Ucap Aldo lesu.
"Berbaring sini" Ucap anita pada Aldo. dan Aldo menurut.
"Wangi by" Ucap Anita mendusel ketiak aldo yang sedikit ditumbuhi bulu.
Wangi? huekk bau asem gini. batin Aldo ikut mengendus ketiaknya.
Ajaib memang istrinya ini. Aldo menggelengkan kepala.
"Sa yang" Tubuh Aldo menegang saat tangan anita merayap di bawah sana. Adik kecilnya sudah memberontak ingin segera dikeluarkan
"Jangan memancing" Aldo mengingatkan sang istri.
"Satu kali aja,By." Ucap Anita dengan senang hati Aldo menyambut.
"Eitsss,Aku yang memimpin" Anita mulai memulai menunggang kuda dan akhirnya pertempuran panas pun dimulai. sebelunya ia sudah mengunci pintu agar tidak ada pengganggu.
"Ahh sayang"Racau Anita saat akan sampai puncak.
"Bersama sayang"
"Arggghhh" Mereka berhasil mencapai puncak bersama-sama. Anita sudah terkulai lemas diatas Aldo dengan keadaan masih menyatu. Aldo mengusap peluh di punggung polos Anita.
Aldo tersenyum senang karena baru kali ini Anita berinisiatif bermain aktif diatasnya.
"I love you sayang"
"I love you to By"
"Ah by,aku lelah" rengek Anita saat merasakan sesuatu dibawah sana mulai mengeras kembali.
"Cukup diam dan rasakan kenikmatannnya sayang" Ucap Aldo parau membuat Anita pasrah. dan pertempuran panas pun terjadi kembali. Bukan Aldo namanya jika hanya satu kali,ia akan puas jika sudah berkali-kali.
Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.
Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.