Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Hanya sebuah Drama


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Aldo membawa segelas susu hamil untuk istri tercinta kedalam kamar. Pagi-pagi sekali Aldo sudah bangun untuk membeli susu hamil di minimarket terdekat.


"Bangun sayang" Aldo mengecupi seluruh wajah Anita guna membangukan istri cantiknya itu. Anita menggeliat lalu membuka kedua matanya kemudian tersenyum kepada Aldo yang tengah menatapnya lembut.


"Ini minum dulu susunya" Ucap Aldo menyodorkan segelas susu sebelum itu ia membantu Anita bangun dari tempat tidur.


"Terimakasih sayang" Ucap Anita seraya mengambil gelas berisi susu itu dari tangan Aldo tapi saat akan meminumnya perut nya tiba-tiba bergejolak kemudian ia menyerahkan kembali gelas itu kepada Aldo lalu berlari kekamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya, bahkan ia tak perduli jika tubuhnya masih polos tanpa sehelai benang pun.


Aldo segera mengikuti Anita dan dengan sigap memijat tengkuknya lembut.


"Apa sudah baikan?" Tanya Aldo,Anita mengangguk sebagai jawaban,tubuhnya terasa sangat lemas.


"Ayo aku bantu mandi" Kemudian Aldo dengan telaten membersihkan tubuh istrinya. Ini lah yang membuat Anita jatuh cinta berkali-kali lipat pada Aldo suaminya. Anita menatap Aldo dengan penuh cinta dan kekaguman.


Umur mereka terpaut cukup jauh tapi cinta mereka tak perlu di tanyakan lagi seberapa besarnya. Bahkan Aldo sekarang terlihat lebih dewasa. Anita seperti mendapat durian runtuh karena mempunyai Suami paket lengkap tampan,baik,perhatian, kaya raya dan juga Berondong manis.


"Kamu baru sadar jika suami mu ini sangat tampan?" Ucap nya narsis.


"Iya kamu sangat lah tampan" puji Anita.


Kenyataannya jika suaminya itu memang sangat tampan bukan.


"Aku jadi sangat penasaran apakah suami ku yang tampan ini mempunyai banyak mantan?" Ucap Anita dengan penasaran.


Selama ini ia sangat penasaran dengan kisah percintaan Aldo sebelum menikah dengannya tapi Anita memendam rasa penasaran itu.


Aldo mengangkat sebelah Alis seraya menghela nafas kasar saat mendengar pertanyaan itu dari Istrinya. Wajah nya berubah menjadi datar.


Anita melihat perubahan ekpresi wajah Aldo menjadi semakin penasaran ataukah ia salah bicara?.


"Jadi benarkan? Jika kamu punya banyak mantan?" Pancing Anita dengan nada bercanda.


"Bukan urusannmu !!" Ucap Aldo terdengar seperti membentak kemudian ia meninggalkan Anita begitu saja setelah selesai memakaikan baju Anita.


Anita tertegun mendengar nya, baru kali ini suaminya membentaknya.


Bukan urusanmu? Ucapan itu terus terngiang ditelinganya.


Hatinya sangat terasa sakit dan air matanya menetes dipipinya. Apakah dia salah jika ingin mengetahui kisah masa lalu Aldo atau ada yang di sembunyikan darinya?.


Anita kemudian menghapus air matanya dan menampilkan senyum palsunya guna menutupi kesedihannya.


Ia berjalan keluar dari kamar,saat sudah sampai ruang tamu dilihatnya rumah sang ibu sudah dihias sedemikian rupa. Ah iya lupa jika hari ini adalah hari bahagia untuk ibunya.


"Ibu" panggil Anita seraya memeluk Diana dari belakang yang tengah duduk di sofa. Ingin rasanya ia menumpahkan tangis nya di pundak ibunya tapi itu tidak mungkin dan tak ingin membuat ibunya ikut sedih.


"Sayang,ayo sarapan dulu" Ajak Diana tapi Anita menolak dengan beralasan sedang tak selera padahal perutnya belum terisi sama sekali.


Kemudian Anita mengendarkan pandangannya tapi yang ia cari tidak ada.


"Aldo tadi keluar terburu-buru mungkin ada urusan" ucap Diana,mengerti jika Anaknya mencari Aldo.


"Oh" Sahut Anita singkat.


"Akadnya mulai jam berapa?" Tanya Anita.


"Nanti jam 11 siang"


"Om Ferdi ajaib ya,dalam sekejab bisa menyulap rumah ini dengan indah hihihi" Anita tertawa.


"The power of money" Ucap Diana kemudian tergelak bersama.


"Aku bahagia jika ibu bahagia" Ucap Anita memeluk ibunya dari samping.


Waktu yang dinanti pun tiba prosesi akad nikah segera di mulai,Diana terlihat sangat cantik dan anggun dengan menggunakan kebaya warna putih,begitu juga Ferdi yang sangat tampan dan gagah dengan setelan tuxedo dengan warna senada.


Begitu juga Anita dan Aldo memakai tak kalah tampan dan cantik. Citra dan Doni juga tak kalah tampannya.


Setelah para saksi mengucap kata SAH mereka bersorak gembira. Tak banyak yang diundang hanya keluarga,tetangga terdekat dan Rt dan Rw.


"Selamat ya pengantin baru" Ucap Anita tersenyum haru lalu memeluk ibu dan ayah sambungnya bergantian. begitu juga yang lainnnya tak lupa mengucapkan selamat.


"Mbak Anita" Panggil Citra kemudian mereka berpelukan bersama.


"Iya sekarang kita saudara" Ucap Anita seraya melepas pelukannya kemudian tersenyum manis pada Citra.


"Iya mbak aku senang sekarang punya kakak perempuan yang cantik" Ucap Citra memuji.


"Aku juga senang punya Adik yang cantiknya kayak kamu" Ucap Anita memuji kemudian mereka lanjut mengobrol.


Aldo menatap datar kearah istrinya yang tengah tertawa bersama Citra.


"Bro?" Panggil Doni saat melihat Aldo terlihat tidak baik.


"Anita menanyakan tentang masa lalu gw" Ucap Aldo dengan tatapan masih tertuju pada istrinya.


"Lebih baik jelaskan apa adanya,dari pada lo menyesal" Ucap Doni.


"Enggak,Anita gak berhak tau" Tegas Aldo kemudian menatap tajam Doni, membuat Doni kesal.


"Ingat sekarang istri lo,dan gw lihat lo juga bahagia saat bersama Anita" Ucap Doni. Aldo hanya tersenyum samar.


"Jangan bilang lo masih mengharapkan dia kembali?" Geram Doni.


"Apa salahnya?"


"Lo egois !! Lo gak mikirin perasaan Anita apalagi istri lo itu tengah mengandung benih lo,anak lo".


"Oh atau jangan-jangan lo cuma jadiin Anita pelampiasan aja" Pancing Doni.


"Gak gitu Don,gw sama Anita sayang dan cinta tapi entahlah sepertinya masih ada namanya terselip di hati ini". Ucap Aldo apa adanya tanpa ada yang ditutupi.


"Gila lo !! Mending mulai sekarang lo lupain dia dan hiduplah tenang dengan Anita masa depan lo,Mending lo kasih tau sama Anita dan jujur sebelum Anita mengetahuinnya dari orang lain" Ucap Doni mengingatkan.


Terlambat !!!!


Anita mendengar pembicaraan mereka,Anita tidak menyangka jika cinta yang diberikan Aldo ternyata palsu.


Anita dan Citra sedang mengobrol tapi kemudian ia merasa haus dan ingin mengambil minuman yang ada di dekat Aldo dan Doni yang sedang berbicara. Pembicaraan mereka begitu terdengar sangat jelas dan sangat menyakitkan.


Kenyataan apa ini ? Disakiti untuk kedua kalinya !.


Seharusnya ia tidak percaya dengan ucapan manis Aldo.


Anita mencoba untuk tenang dan berusaha menetral kan perasaannya. Ia berusaha menahan air matanya yang ingin melaju keluar. Perlahan ia mendekati kedua pria itu dengan membawa dua gelas minuman di kedua tangannya.


"Hai" Sapa Anita seraya tersenyum manis kemudian menyerahkan dua gelas itu pada kedua pria tersebut.


Aldo dan Doni sedikit tercengang saat Anita mendekat.


Apa dia mendengarkan permbicaraan kami?. Batin Aldo dan Doni.


Kemudian Anita berjalan menjauh dengan membawa luka di hatinya.


Jika aku tidak diinginkan,kenapa kamu memperlakukanku begitu manis?


Dia itu siapa? Cinta pertamamu kah? Hingga aku,istrimu sendiri tak berhak tau?.


Semua palsu hanya sebuah drama. Kau bagai aktor yang Epic yang begitu pandai memainkan perannya.


Tuhan cabut saja nyawaku dari pada aku merasakan kesakitan ini.