
Anita memutuskan untuk menemui Aldo di kantor sambil membawakan makan siang untuk suaminya.
"Sayang,kamu masih marah ?" Tanya Anita,karena sudah berada disana setengah jam lebih tapi Aldo mendiamkan nya,bahkan suaminya itu terlihat sok sibuk.
Anita harus mencari akal agar suaminya itu tidak marah lagi.
Anita beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Aldo lalu duduk di pangkuan Aldo.
"Minggir " Ucap Aldo dingin.
"Tidak mau !" Anita bahkan menelusupkan wajahnya di leher Aldo sambil mengendusi leher suaminya dan tangannya pun ikut meraba dada bidang Aldo.
Aksi Anita membuat darah Aldo memanas dan membangkitkan gairahnya.
"Sayang" Bisik Anita dengan nada menggoda. Anita tahu jika suaminya itu tidak akan tahan dengan sentuhan tangan nakalnya.
"Kau yang meminta" Ucap Aldo lalu menyerbu bibir istrinya dan mellumatnya kasar.
Dengan tidak sabaran Aldo merobek Dress yang dikenakan istrinya.
Ishh,selalu saja dress ku yang jadi korban. Gumam Anita dalam hati.
Aldo menggendong Anita masuk kedalam kamar yang ada di ruangan kerjanya itu dan segera melucuti pakaiannya sendiri, kemudian ia segera menindih tubuh istrinya yang sudah polos lalu segera melancarkan aksinya untuk membuat istrinya keenakan.
Satu jam pergulatan panas itu telah usai. Anita bersandar didada bidang suaminya dengan keadaan keduanya masih polos.
"By,kamu masih marah ? Aku melarang Encus berdekatan dengan Bram karena aku takut jika gadis itu disakiti,kau tahukan Bram seperti apa" Ucap Anita sambil membuat pola abstrak di dada bidang suaminya.
"Benarkah ?" Anita mendongak menatap Aldo sambil mengangguk.
"Aku tidak percaya" .
"Lalu bagaimana caranya agar kau percaya ?" Tanya Anita dengan nada kesal.
"Biarkan Bram mendekati Encus. Dia sudah berubah dan berhak bahagia. Aku ajan mengundang nya makan malam kerumah dan beri aku satu ronde lagi" Ucap Aldo menindih istrinya kembali dan mengulang kegiatan panas mereka yang sangat mengenakan.
π·π·π·π·π·
Encus menatap Bram dengan penuh tanda tanya.
"Em,aku tadi lewat dan tidak sengaja melihat mu sedang menunggu angkutan umum" Jawab Bram sambil menggaruk brewoknya.
"Tuan tidak sedang menguntit ku kan?" Tanya Encus sebelum memasuki mobil mewah itu.
"Tidak ! Tentu saja tidak" Bram menjawab cepat. " Bukankah aku sudah menjelaskannya " Ucap Bram.
Karena ingin pulang tepat waktu, Encus akhirnya memasuki mobil itu.
Lumayan irit ongkos. Batin Encus.
Cinta membuat orang kehilangan akal sehatnya,contohnya Bram yang rela menunggu Encus dari pagi hingga gadis itu pulang sekolah,demi bisa berdekatan dengannya.
"Aku rasa diriku sudah gila" Guman Bram. sambil menekan pedal gas mobilnya.
"Tuan mengucapkan sesuatu ?" Tanya Encus.
"Tidak,mungkin itu suara perutku" Jawab Bram.
"Owhhh" Jawab Encus hanya ber O ria.
Dasar tidak peka. Batin Bram. Padahal ia berharap jika gadis itu perhatian padanya.
"Kau sudah makan ?" Tanya Bram pada akhirnya.
"Belum"
"Mau makan ?"
"Tidak ! Aku masih kenyang" jawab Encus. Membuat Bram mendesah Frustasi.
Kenapa aku bisa jatuh cinta kepadanya sih?. Batin Bram kesal sambil terus melajukan mobilnya.
Jantung oh jantung,kenapa selalu berdegup kencang saat berdekatan dengan Tuan Brewok. Batin Encus.
Bram dibuat canggung karena Encus terlihat seperti mengindarinya bahkan gadis itu enggan menatap wajahnya saat di ajak bicara.
Kenapa perjalanan ini lama sekali ? Jantungku rasanya sudah ingin lompat dari tempatnya. Batin Encus.
Jangan lupa like sama hadiahnya ya πΉπΉππ