
"You're Mine!" Ken berucap sambil menghimpit tubuh Salwa. Dan membuat gadis itu memundurkan badannya hingga membentur pintu mobil.
Bugh
"Berani sekali anda ini!" Salwa sama sekali tidak takut dan gadis itu malah mendengang perut Ken dengan lututnya kemudian menatap tajam Ken.
"Auwwwh" Ken merintih kesakitan, sambil memegangi perutnya.
Sungguh kekuatan gadis itu tidak perlu di ragukan lagi.
"Kenapa kau menjadi bar-bar seperti ini? Dulu kau adalah gadis yang sangat lembut dan pendiam." Rintah Ken, masih memegangi perut.
"Tidak usah sok kenal dengan kehidupan saya!" Ketus Salwa.
Melihat pria dihadapannya masih kesakitan, menjadi kesempatan Salwa untuk melarikan diri.
Dengan cepat ia membuka pintu mobil dan lari secepat mungkin.
Ken yang melihat Salwa sudah kabur pun hanya mengumpat kesal, sambil memukuli Stir mobilnya beberapa kali.
"Sial! Kenapa dia jadi jago bela diri." Ken masih memegangi perutnya.
Jika ia tidak kesakitan seperti saat ini, mungkin ia sudah mengejar gadis itu.
Sedangkan Salwa terus berlari dan sesekali ia menoleh kebelakang, takut jika pria tersebut mengejarnya.
"Hah...Hahhh..Hah, Syukurlah pria itu tidak mengejarku." Gumam Salwa, sambil mengatur nafasnya.
Pluk
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang dan dengan reflek gadis itu membanting orang yang menepuk pundaknya.
Bruk
"Awwhhhhh, Salwa!!!!" Pekik orang tersebut.
"Astaga ! Az, aku pikir tadi siapa." Ucap Salwa penuh sesal, sambil membantu pria berbaju loreng tersebut berdiri.
"Kau keterlaluan sekali! Tapi bela dirimu semakin baik." Ucap Pria itu, sambil membersihkan bajunya yang kotor sedangkan Salwa membantu menepuk punggung pria berbaju loreng tersebut.
"Maaf, aku tidak sengaja. Aku pikir pria tadi." Ucap Salwa penuh sesal.
"Pantas saja, aku mencarimu kemana-mana tidak ada Ternyata kau di culik oleh kisah masa lalumu" Ucap Pria tersebut.
"Hei! Kau menyerah dengan keadaan? Percayalah semua akan kembali seperti semula. Lagian kau ini adalah seorang dokter jadi harus semangat dan yakin jika dirimu akan sembuh dan akan mengingat semuanya lagi." Ucap Pria tersebut tersenyum dan menyemangati Salwa lalu merapikan kerudung gadis itu yang berantakan.
"Terimakasih,Az." Ucap Salwa, membalas senyuman pria sambil mandang pria tampan dan gagah yang ada di hadapannya itu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dari kejauhan yang melihat Salwa dan pria loreng itu yang terlihat sangat mesra.
Orang tersebut mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Lalu meninggalkan tempat tersebut dengan penuh emosi.
"Ayo kita pulang." Ucap Pria tersebut, lalu menggandeng tangan Salwa.
"Mumpung aku pulang kesini, bagaimana jika kita jalan-jalan dulu." Usul Salwa dan diangguki Pria yang bernama Aziel Ibram.
"Kau tidak ingin pindah kesini?" Tanya Az, ketika mereka sudah di dalam mobil.
Salwa menggeleng pelan.
"Kasihan bunda dan Papa, jika kau pergi meninggalkan mereka lagi." Ucap Az, mulai menstater mobilnya.
"Pikirkanlah lagi,Sal. Jika kau mau aku akan merekomendasikan dirimu di rumah sakit xxx, karena disana sedang membutuhkan dokter spesialis anak." Jelas Az.
"Entahlah Az, aku menghabiskan masa remaja ku hingga sekarang dan merintis karirku di Turkey dari nol dan akan sulit bagiku untuk meninggalkan negara itu." Ucap Salwa, sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Kau tidak melihatku?" Salwa mengangguk.
"Bukankah dulu kita berada di negara yang sama untuk menempuh pendidikan disana dan setelah aku lulus aku meninggalkan negara itu dan pulang ke Indonesia untuk menggapai cita-citaku menjadi seorang Tentara, seperti ayahku." Jelas Az, membuat Salwa terdiam.
Baru bisa up๐
Saya ucapkan selamat tahun baru untuk para pembaca setiaku. ๐๐๐๐
Semoga di tahun 2022 menjadi tahun yang lebih baik
Aminn๐
๐ค๐ค๐ค
Mirip bapaknya ya๐ค
Abang brewok kedua๐คญ