
" Enggak mah, ini gak boleh terjadi,baiklah papa akan membatal kan perjodohan itu" ucap pak sanjaya lalu menggapai pisau yang di pegang istri nya lalu melemparnya asal.
Pak sanjaya memeluk erat istrinya,Ia sungguh takut kehilangan istri tercintanya ini yang sudah menemaninya selama 20 tahun lebih.
"Jangan pernah melakukan hal bodoh lagi mah,Papa gak mau kehilangan mama" ucap pak sanjaya masih memeluk erat istrinya dan menciumi pucuk kepala istrinya.
"Iya asalkan papa batalin perjodohan itu" jawab bu rosma terisak tapi juga sambil tersenyum penuh kemenangan di dalam dekapan sang suami.
Kena kau sanjaya hahahaaaaa
Harusnya dari dulu aku melakukan hal konyol seperti ini,jika ini membuat hati mu luluh. bu rosma
"Iya papa janji,maafin papa ya ma" ucap pak sanjaya melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah istrinya yang menurutnya selalu cantik walau usianya sudah tak muda lagi.
"Awas aja kalau papa ingkar janji,mama bakalan ninggalin papa" ancam bu rosma
"Dan jangan minta maaf ke mama tapi minta maaf ke aldo pa" ucap bu rosma
"Iya mah iya" jawab pak Sanjaya lalu menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka.
"Turunin pah,malu dilihat para maid,"protes bu rosma malu melihat kelakuan suaminya tapi protesnya tak dihiraukan suaminya.
"Mama harus di kasih hukuman karena sudah membuat papa ketakutan"Ucap pak sanjaya setelah membaring kan istrinya di atas ranjang.
"Hu hukuman?"
"Ya hukuman manis" Ucap pak sanjaya menatap istrinya. Dan yang ditatap mengerti akan maksud suaminya.
"Ingat um emmmm" Ucapan bu rosma terhenti karena aksi suami nya. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
*******
Diperjalanan Aldo menuju Rumah sakit tapi saat sudah sampai,ia memutar balik mobil nya teringat satu masalah yang belum ia selesai kan.
''"Sial,kenapa baru ingat. Aku harus segera menyelesaikan nya"
Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju Cafe nya,sebelum itu ia mengirim pesan singkat kepada seseorang.
'Temui aku sekarang di Cafe'
Setelah dua puluh lima menit Aldo sampai di cafe nya ia sedikit berbincang dengan manager yang ia percaya untuk menghandle cafe nya tersebut.
"Ya sudah Ris gw keatas dulu bentar,nanti kalau ada yang nyari gw langsung aja suruh keruang kerja gw" Ucap Aldo menepuk bahu Faris
" Oke siap pak" Ucap faris manager yang dipercaya Aldo
Kini Aldo duduk di balik meja kerja nya tatapan matanya menerawang ke atas entah apa yang ia pikirkan,Tak berselang lama pintu terketuk dari luar lalu ia mempersilah kan masuk.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan sosok cantik menawan,berkulit putih bersih,body bahenol dengan dress selutut tanpa lengan berwarna maroon dan make up tipis menambah kecantikan nya.
Aldo membenarkan posisi duduk nya dan mempersilahkan wanita itu diduduk di depan meja kerjanya. Aldo menatap wanita didepannya ini sungguh mempesona akan tetapi tak mampu menggetarkan hati Aldo bahkan Aldo sama sekali tak tertarik dengan wanita didepannya ini. Dihatinya sudah terpatri oleh sosok cantik yang bernama ANITA ya hanya Anita lah yang mampu membuat hatinya bergetar.
"Ada apa Al"Ucap wanita tersebut memecah ke heningan ia merasa canggung berhadapan dengan Aldo,Senyum nya dari tadi tak luntur dari bibirnya karena Aldo mengajak nya bertemu.
"Gw menolak perjodohan ini" Ucap Aldo to the point
Senyum yang sedari tadi membingkai bibir pink itu luntur seketika mendengar ucapan Aldo,ia pikir Aldo mengajak nya bertemu ingin membicarakan konsep perniikahan merekamengingat perjodohan antara dirinya dan Aldo dipercepat tapi kini ia kecewa Aldo menolak perjodohan ini.
"Kenapa?" lirih nya
" Gw gak bisa cit,dari awal gw udah menentang keras perjodohan ini"
"Membangun biduk rumah tangga harus dilandasi dengan perasaan saling mencintai antara kedua pihak" Ucap aldo menjeda ucapannya sejenak
"Loe ngerti kan maksud gw,dan gw harap loe menerima ini semua" Ucap Aldo tegas
Citra sedari tadi hanya menunduk mendengar penuturan Aldo kini pun ia angkat bicara
" Tapi gw cinta sama loe Al" Ucap citra meremas ujung dress nya menahan sesak di dada
"Tapi gw gak dan gw harap loe ngerti" Ucap aldo tegas
"Lalu bagaimana orang tua kita Al? orang tua kita sudah menjodohkan kita!"
" Mereka pasti mengerti cit" Ucap Aldo
Citra memejamkan matanya sejenak ia menguatkan hatinya menerima keputusan ini
"Baiklah jika ini keputusan mu dan aku akan membicarakan ini dengan papaku" Ujar Citra ia berusaha tegar
"Maafkan gw cit,semoga kelak loe dapet lelaki yang baik dan mencintai loe dengan tulus" Ucap Aldo, dan di angguki citra
"Boleh gak Al gw peluk loe?" Ucap citra saat ia berdiri lalu mendekati Aldo tapi Aldo segera menghindar. Citra tersenyum kecut melihat penolakan Aldo
"Em baik lah kalo gitu gw balik dulu" Ucap Citra sedikit malu dan juga canggung
Citra melangkah menuju pintu kerja Aldo saat iya akan memutar gagang pintu ia mendengar ponsel Aldo berdering. Citra berhenti sejenak dan mendengarkan percakapan aldo di telpon
'Baiklah sesuai permintaan mu sayang'
'Kau merindukanku? baiklah aku akan segera kesana'
Begitulah percakapan Aldo di telpon dengan seseorang di sebrang sana terdengar sangat hangat dan telihat Aldo sangat menyayangi orang tersebut. Apa tadi Aldo memaggil 'sayang' ,apakah itu kekasihnya? banyak pertanyaan yang ada di kepala citra. Lalu citra melanjutkan langkah nya disusul Aldo yang ada di belakang nya,Langkah mereka beriringan tapi aldo segera mendahuluinya.
Citra menatap nanar punggung aldo yang kini berjalan didepannya,Citra melihat aldo sangat bahagia setelah menerima telpon tadi. Ia sadar cinta tak bisa di paksakan ,ia akan menerima semua ini berharap kelak ada seorang lelaki menerima dirinya apa adanya dengan segala kekurangannya.
Jangan lupa like,vote,dan komentarnya
matur suwun😘
lobe you all😘😘