Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Memakanmu


" Baik lah jika tidak mau,Aldo akan membongkar kebiasaan papa saat dirumah"Ancam Aldo menyeriangai licik.


"Haissss,sialan kau anak lucknut" Kesal pak sanjaya.


Dengan malas pak sanjaya beranjak dari duduk nya lalu menghampiri istrinya.Mau gimna lagi ia tak mau kebiasaannya dirumah diketahui oleh siapa pun kecuali istri,anak dan para maid.


"Mah ayo temani papah cari sesuatu" ucap pak sanjaya menoel bahu sang istri.


"Ih papa,papa aja sana sendiri kan bisa,mama masih pengen sama anita" Kesal bu rosma


"Mah___" selanjutnya pak sanjaya membisikan sesuatu ke telinga istrinya membuat istrinya mengangguk dan tersenyum.


"Hem baiklah"


"Sayang,mama pergi dulu,aldo jagain menantu mama yang cantik ini ya" ucap bu rosma berpesan kepada anaknya.


"Iya mama ku sayang" jawab Aldo.


"Bu diana,pak de dan bude saya permisi dulu"Ucap bu rosma


"Iya bu rosma,hati - hati di jalan"Ucap mereka bertiga bersamaan.


Setelah kepergian pak sanjaya berserta istrinya,Aldo berjalan mendekati anita lalu duduk disampingnya.


"Ahh lelah nya" Ucap Aldo lalu merantangkan kedua tangannya dan salah satu tangannya jatuh di kedua bahu anita.Membuat anita risih karena disana ada ibu dan pak de bude.


"Jangan begini malu ada ibu" Ucap anita berbisik dan menarik tangan Aldo agar lepas dari pundak nya


"Malu? kenapa? Menciummu di sini juga aku rasa tidak masalah" Balas aldo berbisik lalu mendapat tatapan tajam dari istrinya.


"Kenapa?


"Dasar mesum"


"Mesum sama istri sendiri" Ucap aldo menaik turunkan alis nya. Membuat wajah anita bersemu merah.


Melihat tingkah pengantin baru di depannya para orang tua terkekeh sendiri.


" Kalian ini mengingatkan masa muda kami" Ucap bude


"Pengantin baru awalnya malu tapi lama-lama gak tau malu hahahaaa" Sela pakde.


"Iya tapi sayang sekali malam pertama harus dirumah sakit ha...ha..ha..haaa" Balas bude


"Harus ditahan dulu ya nak Aldo,nunggu Anita pulih kembali, Ah pak de jadi kasian padamu" Ucap pak de


"Iya pakde hehee" Ucap Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal jangan ditanya lagi wajah Aldo sudah memerah karena mendengar ucapan frontal dari pakde dan bude yang tak ada habisnya meledeknya dari tadi.


"Udah kalian ini ngeledek trus,tuh lihat muka Aldo udah kayak kepiting rebus" Sela ibu sambil terkekeh lalu di sambung dengan tawa semua orang yang berada diruangan itu termasuk Anita.


"Puas-puasin ketawanya SAYANG lihat saja jika nanti sudah sembuh,aku akan memakan mu dan tak akan melepaskanmu barang sedikit pun" Bisik aldo dengan menekan kata 'sayang'.


Anita menghentikan tawanya tiba-tiba bulu kuduk nya meremang Saat mendengar bisikan Aldo yang akan memakannya, ia tau artinya itu. Anita menoleh ke aldo dan ketika itu aldo menyeringai dna menatap nya tajam membuat Anita menelan ludah nya kasar.


Mampus kau anita.batin anita


"Are you oke ,baby?" tanya ferdy mengelus kepala citra.Saat ini mereka berada di dlam mobil dan baru saja keluar dari rumah sakit untuk mengecek kondisi citra setelah menghadiri pernikahan Aldo tadi.


"I'm oke pap" Jawab citra sambil tersenyum


"Papa senang akhirnya kau mau kembali kejalan yang benar"


"Yes pap,i'm sory" Ucap Citra menyesal.


Citra memutuskan di rehabilitasi di rumah dan ferdy sangat mendukung keputusan citra dan ia pun membawa dua perawat untuk mengontrol kondisi citra saat di rumah.


"Yeah,semua orang pernah melakukan kesalahan bukan? dan begitu pun papa"


"Harusnya papa yang minta maaf kepadamu karena membuatmu seperti ini"Lanjut ferdy


"No pap,citra yang salah" Lalu memeluk lengan kiri papa nya yang tidak memegang stir.


"Apa yang membuatmu mengambil keputusan ini?"


"Ya kerena aku pikir hidup itu indah.citra juga ingin menikah dan bahagia seperti kak aldo dan mbak Anita" jelas citra.


"Hem kau benar sayang dan apakah kau tidak membenci Aldo?"


"Tidak pap,Aku justru senang karena kak aldo bahagia. Dan inilah yang di gariskan tuhan bahwa Citra dan kak aldo tidak berjodoh,mau dipaksa bagaimanapun tak akan pernah bisa" Jelas citra membuat ferdy sangat bangga dengan putrinya yang mempunyai hati yanga sangat baik.


"Ya kau benar sekali,papa bangga sekali kepadamu"


"Ngomong-ngomong mamanya citra cantik ya?" Ucap ferdy keceplosan ,membuat citra melepaskan tangannya yang memeluk tangan papanya dan menegakkan badannya lalu menoleh kesamping dimana papanya sedang menyetir.


Citra menatap papa nya tajam membuat ferdy merutuki kebodohannya.


mulut oh mulut. batin ferdy


"Maksud papa apa?" Tanya citra


"Ahh e engak kok sayang gak ada maksut__"


" Bohong" potong citra


"Ibu itu orang baik awas aja kalau macam-macam"


"Hey,papa tidak pernah macam- macam tapi hanya satu macam saja hahahahaaa" Ucap ferdy tertawa garing karena citra masih menatapnya tajam.


"Citra tau kelakuan papa saat berada diluaran sana,mau citra sebutkan satu satu? Kesal citra membuat Ferdy menelan ludahnya kasar. Bagaimana putrinya tau kebejatannya diluar sana? sial sepertinya selama ini ia sudah kecolongan,padahal ia selalu main aman.


"Ingat pap,Ibu itu orang nya baik banget,jangan pernah menyakiti perasaanya!!" Ucap citra sedikit mengancam dan sepertinya juga memberi lampu hijau kepada papanya.


"Eh_" Ferdy terkejut mendengar ucapan putrinya.


Jangan lupa like,vote dan komentarnnya


terimakasih


love you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜