Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Sebelas dua belas


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Pagi hari ini di ruang rawat Aldo terlihat ramai karena Panji dan istri beserta temannya menjenguk Aldo.


"Btw,thanks ya Ji udah nolongin gw" Ucap Aldo berterimakasih jika tidak ada panji dan temannya mungkin ia sudah tidak berada ditengah-tengah mereka.


"Ya sama-sama lagian itu udah tugas gw,melindungi adalah tugasku" Ucap Panji sedikit sombong. Semua terkekeh mendengar ucapan Panji.


"Eh ya ini kenalin Reza,kemarin belum sempat kenalan" Ucap Panji menunjuk Reza temannya. Reza tersenyum lalu mengangguk.


"Eh yang satu lagi mana mas?"Tanya Anita.


"Udah balik tugas"Jawab Panji.


Saat para pria sedang asik mengobrol seru dengan posisi Aldo duduk diatas ranjang pasien sedangkan Panji dan Reza duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien. Amel menarik tangan Anita menjauh dari para pria dan kedua wanita itu duduk disudut sofa yang ada disana.


"Kenapa sih?" Anita heran ketika Amel menatapnya intens.


"Gimana rasanya?" Tanya Amel antusias .


"Gede gak dan durasinya berapa lama?".


Karena Amel dan Anita sudah lama tak bertemu. terakhir bertemu saat mereka jalan ke mall itu pun sudah sebulan lebih terlewati dan sekarang mereka baru bertemu lagi.


"Kamu ngomong apa sih?"Anita bingung dengan pertanyaan Amel.


"Gak usah belagak sok polos deh. Udah mantan perawan juga" Ucap Amel sedikit keras seketika membuat wajah Anita merona.


"Hisss kecilin suara kamu tuh" Memukul lengan Amel.


"Jadi gimana? Mantap gak sama berondong?"


"Mellll" Tekan Anita sudah sangat malu.


"Ihh buruan cerita,aku penasaran sama berondong kayak Aldo itu,pasti mainnya Hot banget ya?" Ucap Amel semakin absurd.


"Ya hot banget sampe-sampe mau rontok ini pinggang" Celetuk Anita membuat Amel tertawa terbahak hingga mengalihkan perhatian para pria.


"Ngetawain apa sih seru banget?" Tanya Aldo.


"Biasalah,mereka kalau lagi ngumpul kayak gitu" Ucap Panji tidak heran dengan tingkah kedua wanita itu. Lalu para pria melanjutkan Pembicaraan mereka.


Sedangkan Amel masih terkikik karena ucapan Anita.


"Secara ya Nit,body Aldo kan kekar dan gagah udah pasti Hot banget, sebelas dua belas sama Mas Panji" Ucap Amel tersenyum,pikirannya sambil menerawang kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam,apalagi Panji dan Amel sudah hampir 2 tahun tidak bertemu karena tugas Negara.


"Pasti otaknya mikir kotor nih" Anita menonyor kepala Amel saat sedang senyum sendiri.


"Hehee,Tau aja"Amel cengengesan sedangkan Anita berdecak kesal.


"Tapi berkat perjuangan siang dan malam akhirnya membuahkan hasil" Ucap Anita mengelus perutnya.


"Wah,benarkah?" Amel berbinar " Bentar lagi punya keponakan nih,pasti kembar nih anak kamu" Ucap Amel.


"Ih sok tau,udah kayak cenayang aja " jawab Anita.


Mana mungkin kembar,bukan kah jika mempunyai anak kembar itu harus punya keturunan kembar juga? Sedangkan baik Anita maupun Aldo tak ada yang mempunyai keturunan kembar.


"Eh gak percaya! Udah Usg belum?" Anita menggeleng. "Ayo kita Usg" Ajak Amel.


"Enggak entar aja sama Aldo aja,nunggu dia pulih" ucap anita menolak ajakan Amel.


"Cih,pulih?. gak ngaca kamu tuh kalau leher kamu digigitin drakula!" ejek Amel seketika membuat Anita salah tingkah lalu menutupi lehernya dengan rambut panjangnya.


"Gak abis pikir aku sama kalian,lagi rumah sakit masih sempet-sempetnya"Cibir Amel.


"Kangen bisa ditahan kali Nit" Amel menepuk jidatnya sendiri,entah sejak kapan temannya jadi ceplas-ceplos saat berbicara.


"Halah kayak kamu enggak aja" Ucap anita sambil menarik kaos Amel hingga memperlihatkan aset berharganya.


"Tuh kan sama,malah lebih parah kamu" Ucap Anita tergelak melihat Aset Kembar Amel yang kayak kulit macan tutul.


"Ternyata laki kita sebelas dua belas ganasnya" Anita terkekeh."Gak nyangka,mas Panji yang kalem begitu sangat buas saat diranjang" Ucap Anita masih terkekeh, kemudian mereka tergelak bersamaan.


Kemudian mereka mengganti topik pembicaraan menjadi seputar kehamilan. Anita banyak belajar dari Amel yang lebih berpengalaman.


"Permisi" Seorang wanita cantik masuk kedalam ruang rawat Aldo. Semua orang menatap Siska yang masih berdiri diambang pintu.


"Hai,Sis" Sapa Anita. Siska tersenyum membalasnya.


"Sini duduk" ajak Anita lalu Siska ikut duduk di sofa itu.


"Siapa?" Bisik Amel saat melihat Siska yang terlihat anggun dan cantik walau perutnya membuncit karena hamil tapi tak mengurangi kecantikannya. "Nanti aku jelasin" Bisik Anita.


"Kedatanganku kesini mau minta maaf sama kalian semua terutama Anita dan Aldo atas tindakan Bram" Ucap Siska sendu. "Sekarang Bram udah di proses secara hukum" lanjut Siska.


"Iya,kami sudah memaafkan dan ini bukan salah kamu Sis" Ucap Anita mendekati Siska lalu mengelus punggung tangan Siska. Tangis Siska langsung pecah sungguh wanita dihadapannya ini seperti malaikat.


"Maafin aku juga Nit,atas kejadian masa lalu dan sekarang aku udah dapat karmanya" Ucap Siska disela tangisnya sambil mengelus perutnya.


"Oh jadi dia-?" Anita mengangguk dan Amel mulai paham siapa wanita ini sebenarnya.


"Hei,sudah yang berlalu biarlah berlalu, dan ini bukanlah karma tapi anugrah dari tuhan,jaga dia baik-baik Sis" Ucap Anita mengelus perut Siska.


"Maafin aku Anita Aldo,aku sungguh sangat malu dan menyesal" Ucap Siska penuh sesal.


"Jangan berkecil hati Sis,sekarang kami adalah temanmu" Ucap Anita menenangkan.


"Kalian sungguh mempunyai hati yang sangat mulia"Ucap Siska memeluk Anita begitu juga Amel mengelus punggung Siska.


Para pria melihat interaksi mereka tersenyum.


"Aku sangat beruntung memiliki bidadari seperti Anita" Ucap Aldo bangga menatap istrinya yang mempunyai hati baik dan tulus seperti malaikat. Padahal sudah disakiti tapi masih bisa memaafkan dengan ikhlas dan tidak menyimpan dendam.


"Ya istrimu adalah wanita yang kuat dan juga cantik" Sahut Panji.


"Lo memuji istri gw?" Dengan tatapan yang sangat tajam.


"Ck,gw ngomong apa adanya,masalah?" jawab Panji santai.


"Tentu saja,karena dia istriku. puji saja istrimu sendiri yang begitu cerewet dan sangat menyebalkan" Ucap Aldo.


"Hei,selain istrimu dia juga adikku dan apa tadi kau menjelekkan istrikku?" Balas Panji kesal kini giliran dia yang menatap tajam Aldo.


"Ck,kalian ini" decak Reza yang dari tadi diam kini angakat bicara. "Dari pada kalian ribut mending kenalin dong sama tuhh cewek sama gw" Ucap Reza .


"Maksud lo Siska?" Ucap Aldo dan diangguki Reza.


"Jangan jadi pebinor lo,gak lihat tuh perutnya?" Ucap Panji Menunjuk Perut Siska.


"Sebernarnya di bukan punya siapa-siapa Za,tapi kalau lo serius sama dia itu pasti akan rumit" Ucap Aldo.


"Lalu dia hamil?" tanya Panji.


"Kalian tau Bram yang nyulik gw nah dia lah pria bajingan itu yang bikin dia Hamidun" Ucap Aldo.


Reza menatap Siska dengan tatapan yang sulit diartikan,entahlah hatinya bergetar saat melihat Siska pertama kali,ingin rasanya ia melindungi wanita itu.


Satu persatu mulai menemukan kebahagiaan tapi tenang aja Kisah ini masih panjang sepanjang jalan kenangan kita😆😆🤭


Dan untuk Kisah Doni dan Citra insya allah author akan bikin lapak sendiri entah disini atau di lapak sebelah. ditunggu aja ya seyeng😘😘


Jangan lupa kasih like,vote,komentar dan jangan lupa kasih bunga mawarnya biar Author merasa dicintai.