
"Bisa di mulai lagi sekarang? Apa Nak Ken sudah siap?" Tanya penghulu, dan Ken mengangguk mantap.
"Sudah hafal dan sudah tidak gugup ya?" Tanya Bram dengan nada meledek.
"Iya, Om." Jawab Ken malu.
"Jangan bikin malu lagi!" Bisik Aldo dengan tegas.
"Iya."
Kemudian prosesi ijab kabul di mulai lagi, tidak seperti di awal tadi kini Ken lebih rileks dan juga tidak terlalu gugup.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Kenzie Aidy Sanjaya Bin Aldo Sanjaya dengan anak saya yang bernama Salwa Saida Binti Bramantyo dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang senilai 500 juta, dibayar tunai." Bram mengucapkannya dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Salwa Saida binti Bramantyo dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." Ken mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" Tanya Penghulu.
"Sah."
"Sah."
"Yessssssssss." Ken berseru sambil mengepalkan kedua tangannya di atas.
"Awww." Pekik Ken, saat Aldo mencubit pahanya.
"Bikin malu!"
"He he hee." Ken hanya tersenyum saja. Hatinya sangat bahagia karena ia berhasil mempersunting wanita pujaan hatinya.
Sedangkan para tamu undang malu sendiri saat melihat kelakuan Kenzie.
"Ucap Hamdalah dulu, Ken." Ledek Bram.
"Alhamdulillahirobilamin." Kemudian mereka berdoa bersama.
"Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat. Amin."
"Silahkan mempelai wanita di persilahkan masuk." Ucap Pengulu.
Salwa berjalan dengan sangat anggun dengan di apit bunda dan juga ibu mertuanya.
"Bini gue tuh!" Celetuk Ken, membuat semua orang yang ada di sana tergelak.
"Ken!!" Desis Kailan dan Aldo bersamaan.
"Maaf he he he, aku terlalu bahagia." Ucap Ken, kepada semua orang.
Astaga, Ken bikin malu saja sih. Kesal Anita dalam hati.
Saat ini Salwa sudah duduk di sebelah Ken, pasangan pengantin baru itu terlihat masih canggung dan malu-malu.
Salwa mencium punggung tangan Ken, dan di susul Ken mengucapkan Doa di ubun-ubun istrinya setelah itu barulah ia mengecup kening istrinya sekilas.
Masya allah, begini rasanya kalau sudah halal. Batin Ken tersenyum bahagia.
Jantung oh jantung jangan berdetak dengan cepat. Batin Salwa.
Setelah prosesi Akad nikah dan acara sungkeman selesai, kini waktunya para tamu undangan menikmati jamuan yang ada di sana.
Ken dan Salwa pun sudah berganti pakaian pengantin dan kedua mempelai itu sudah berdiri di pelaminan. Ucapan selamat dan doa dari para tamu undangan terus bergulir hingga waktu menjelang magrib barulah pesta pernihakan itu usai.
"Kamu lelah sayang?" Tanya Ken kepada Salwa.
Blush
Wajah Salwa merona ketika Ken memanggilnya dengan sebutan 'Sayang'.
"Tidak, aku tidak begitu lelah." Jawab Salwa lembut.
Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar pengantin yang sudah di hias dengan sedemikian rupa.
"Aku—" Ken dan Salwa berucap bersamaan.
"Kamu dulu—" Keduanya tergelak, karena lagi-lagi mereka berdua berucap bersamaan.
Ah, suasana canggung macam apa ini? Batin Ken dan Salwa.
Gemeesss😚
Like, komentar, vote dan kasih hadiah.