Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Tidak mungkin!!


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


"Bram" Lirih Anita hampir tak terdengar.


Jantung Anita berdegup sangat cepat saat melihat mantan kekasihnya. Bukan karena masih ada cinta akan tetapi Anita masih merasakan sakit di hatinya mengingat pengianatan yang telah dilakukan oleh Bram apa lagi lelaki itu datang bersama wanita cantik disebelahnya yang tak lain adalah Siska,wanita yang telah merusak hubungannya dengan Bram.


"Apa kabar?" Bram menyapa seperti tak punya dosa lalu duduk mendekat ke Anita yang kebetulan disisi kanan Anita ada tempat duduk kosong. Membuat Siska menatap Bram kecewa yang memilih duduk di sebelah Anita.


"Baik"Jawab Anita singkat bahkan kini ia memalingkan wajahnya membuat lelaki itu tersenyum kecut.


Saat akan melontarkan pertanyaan lagi Siska menghampirinya dengan wajah yang kesal.


"Bram kamu ngelupain aku" Ucap Siska dengan nada yang kesal bahkan kini ia menatap Anita sinis.


Lalu Siska duduk di sebelah Bram.


Anita hanya tersenyum getir saat melihat perut Siska membuncit sudah dipastikan jika wanita itu hamil.


"Kamu ngapain duduk disini?" Ucap Bram dengan nada yang tak suka.


"Ya. Emang salah? Kalau aku duduk disebelah Ayah dari anakku" Ucap Siska penuh penekanan sambil melirik Anita. Seolah ingin menunjukan bahwa Bram hanya miliknya.


Bram menggeram kesal saat mendengar penuturan Siska. Bisa kacau jika seperti ini dan ia yakin Anita akan semakin membencinya. Batin Bram kesal.


"Kamu harus tau batasan mu, Sialan. Berani bicara lagi aku robek mulutmu" Bisik Bram di telinga Siska dengan penuh penekanan. Siska memejamkan matanya saat mendengar bisikan Bram,ia menahan ait mata yang ingin keluar. Tangannya terkepal sanagat kuat di pangkuannya.


Anita tak ambil pusing dengan tingah mereka berdua. Tapi yang bikin pusing adalah kenapa Aldo tak datang juga bahkan sekarang Anita celingukan mencari suaminya.


By,kamu kemana sih?. Batin Anita.


"Kamu cari siapa? Dan kenapa kamu di klinik kandungan?"Ucap Bram penuh selidik. Tidak mungkin kan jika Anita hamil.


"Enggap apa-apa"Jawab Anita singkat. Dengan pandangan menyusuri setiap sudut ruangan itu. Mau jalan sendiri gak mungkin karena kakinya masih bergetar akibat pertempuran tadi pagi.


Bram berusaha mengajak bicara Anita tapi hanya ditanggapi dengan dehem dan jawaban singkat. Membuat Bram frustasi mengusap wajahnya kasar. Dipikir Bram jika mantan kekasihnya ini masih marah dengannya.


Disisi lain Siska menahan sesak didada melihat lelaki yang ia cintai lebih perhatian kepada wanita lain dari pada dirinya.


Sakit


Itu yang dirasakan Siska saat ini. Tapi mau bagaimana lagi dirinya sudah terlanjur sangat mencintai Bram. Cinta itu memang gila.


Setelah menunggu hampir setengah jam yang akhirnya seseorang yang dinanti Anita muncul juga.


"By" Rengek Anita saat melihat Aldo mendekat. Membuat Aldo terkekeh melihat istri cantiknya merajuk.


Bram mengerutkan alisnya saat Anita memanggil pria tampan dan berpostur tinggi tegap itu dengan sebutan "By" bahkan Anita memanggilnya dengan nada yang manja. Bram merasa dadanya sangat panas dan bergemuruh saat melihat pria tampan itu mengusap kepala Anita dan memeluknya. Bram benar- benar emosi tak terima wanita yang dicintainya itu disentuh oleh pria lain. Tangannya terkepal erat ingin rasanya ia memberi bogem pada pria tampan itu.


"Kenapa lama banget?" Ucapnya dengan nada manja.


"Maaf sayang. Tadi aku menebus obatmu dulu di apotik" Ucap Aldo lalu memeluk Anita lalu di balas Anita erat.


"Baru ditinggal sebentar udah kangen aja.Hem" Ucap Aldo mengecup pipi Anita.


"Ih cium-cium terus"


"Abis gemes" Ucap Aldo mengeratkan pelukannya. Dasar pasangan bucin tak tau tempat!!.


Bram kupingnya semakin panas saat mendengar percakapan pasangan disebelahnya itu dan yang membuat nya emosi lagi Anita dengan mudahnya mau dicium dan dipeluk didepan umum,ia berpikir apakah setelah putus dengannya Anita menjadi wanita murahan? tak tahan dengan semua itu ia pun melontarkan pertanyaan.


"Siapa dia Anita?" tanya Bram. dan membuat pasangan tak tau tempat itu melepaskan pelukannya. Aldo melihat pria disebelah Anita lalu melihat Anita seperti meminta penjelasan.


Mengerti dengan tatapan Aldo seolah meminta penjelasan pun mengerti.


"Nanti aku jelasin,By"Ucap Anita sambil mengelus dada Aldo karena Anita tau jika Aldo sudah mulai mode Marah.


Merasa pertanyaannya di abaikan Bram bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama dan di jawab Aldo.


"Kenalkan saya Aldo"


"Saya tidak tanya kepadamu. Saya bertanya pada Anita"


"Sama aja kan? lalu apa masalah paman?


"Apa paman? Dasar anak kecil"


"Heyyy. Jangan panggil aku anak kecil paman" Ucap Aldo kesal.


"Kau memang anak kecil"


" Dasar paman tua. Atas dasar apa kamu tanya ke ISTRIKU. Hah?" Ucap Aldo menekan kata istri.


Deg


Jantung Bram seolah ingin berhenti ditempat saat mendegar kata terakhir yang terlontar dari mulut Aldo. Tubuhnya terasa lemas bahkan pundaknya yang selalu terlihat tegap kini lunglai seketika. TIDAK MUNGKIN.


"A apa Istri?" Bram tergagap dan diangguki oleh Aldo. Bahkan Siska yang duduk disebelah Bram juga syok mendengarnya.


"Anita,ini tidak mungkin kan?"


"Apanya yang tidak mungkin? Aku sudah menikah dengannya beberapa bulan yang lalu" Ucap Anita santai.


"Yupzz. Bahkan kita sedang melakukan program kehamilan" tambah Aldo membuat Bram semakin hancur. Aldo bukan orang bodoh saat melihat Bram menatap Anita dengan lembut dan penuh dengan cinta. Sudah jelas sekali jika Pria yang di sebut paman tua itu adalah pria dari masa lalu Anita.


"Tidak mungkin. Pasti kamu memaksanya kan?" Ucap Bram masih tak terima.


"Sayang,apakah kamu terpaksa menikah dengan ku? "Tanya Aldo menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.


"Tidak sama sekali "


"Lalu apakah kamu tidak mencintai ku?"


"Siapa bilang? bahkan aku sangat-sangat mencintai kamu,By. Ucap Anita manja lalu mengecup Bibir Aldo sekilas. Aldo tersenyum penuh kemenangan dan melirik sekilas Lelaki disampingnya yang masih terlihat sangat syok.


Tidak mungkin. Ini pasti mimpi.


Anita melupakan dirinya dengan mudahnya.


Sakit sangat sakit. Dadanya terasa seperti dihantam batu besar.


Apa ini yang dirasakan Anita dulu?


Sungguh bodoh dirinya saat itu karena membiarkan Anita begitu saja dan bahkan ia dengan percaya diri jika Anita masih sangat mencintainya dan akan kembali kepadanya. Menyesal sudah dirinya tapi bolehkan dirinya egois jika menginginkan Anita kembali?


 


Ada yang panas tapi bukan api.


Ada yang Patah tapi bukan pensil.


Duhh dah puas belum nih liat Bram kecewa. Jika belum yuk mari hujat berjamaah.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.


Love you all💗💗.



Abang Bram yang lagi galau.