Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Pasukan kecebong


"Dan ini" Ucap Aldo di sela aktifitasnya mengusap halus permukaan inti sang istri.


"Ssttttt Ah". Anita mendesah tak karuan saat tangan Aldo memainkan daging kecil yang ada di bawah sana.


"Kau sudah basah sayang,Bersiap lah untuk menerima ular sawah yang akan masuk kesarangnya". Aldo mulai memposisikan dirinya,setelah ia membuka lebar kedua paha sang istri.


"Tunggu ! Apa kau tidak memakai Kon*om? Em, aku belum KB" Anita menahan dada Aldo saat akan mulai aktifitasnya.


"Astaga,aku lupa mempersiapkannya" Ucap Aldo. Bagaimana bisa ia melupakan hal penting itu tapi sudah kepalang tanggung Aldo tidak mungkin menundanya bukan ?


"Terus gimana? ".


"Aku akan membuangnya diluar" Putus Aldo lalu di angguki Anita,walaupun Anita tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Aldo tapi dirinya juga sudah terbakar gairah dan tidak mungkin menghentikannya.


Kemudian Aldo melanjutkan Aksinya,ia melakukannnya dengan perlahan.


Shiit,susah sekali. Umpat Aldo dalam hati. Ia seperti sedang membobol keperawanan sang istri.


"By,sakit" Rengek Anita sambil mencengkram pundak suaminya,saat senjata Aldo baru masuk setengahnya.


"Maaf" Ucap Aldo lalu membungkam bibir Anita dengan ciuman lembutnya dan perlahan dengan sekali hentakan Aldo berhasil menembus bagian inti istrinya.


"Ahhhhhh" Keduanya menggeram tertahan,saat pusaka Aldo tertanam sepenuhnya di bawah sana.


"Masih sakit ?" Tanya Aldo,sambil menatap Anita yang memejamkan matanya.


"Sedikit nyeri" Jawab Anita,perlahan membuka matanya dan menatap wajah Aldo yang sedikit memerah karena bergairah.


"Tapi kalau begini apa masih sakit?" Tanya Aldo dengan menggerakan pinggulnya perlahan.


"Sshhh,Tidak" Jawab Anita sambil mendesis enak.


"Enak? " tanya Aldo,saat menambah tempo kecepatanya.


"He'em,Ahhhh".


Melihat sang istri mulai menikmati permainnya, Aldo menambah kecepatannya.


"Sayang aku sangat mencintaimu ,kau sungguh nikmat sekali" Racau Aldo di setiap hentakannya,selalu mengucapkan kata-kata cinta untuk sang istri.


"Ah,By" Tubuh Anita sampai melengkung saat mendapat pelepasan pertama,Aldo berhenti sementara saat Anita sudah mencapai puncaknya dan membiarkan Anita mengatur nafasnya dulu.


"Uhhhh" Anita semakin melengkungkan tubuhnya saat Buah cerinya di hisap oleh Aldo bergantian,ditambah lagi Aldo terus menghujamnya kasar dibawah sana.


Dan permainan pun terus berlanjut sampai Aldo mencapai puncaknya.


"Arghhhhhh,Aku sampai sayang" Aldo menggeram,saat mencapai puncaknya dan membenamkan miliknya ke bagian terdalam hingga cairan kental itu membanjiri rahim istrinya.


"By,kenapa membuangnya di dalam ?" Kesal Anita sambil memukul punggung Aldo.


"Ah,iya aku lupa,habisnya nikmat sekali " Jawab Aldo tanpa dosa, yang posisinya masih mengungkung tubuh Anita.


"Minggir !" Sentak Anita kesal. Bagaimana suaminya bisa seceroboh itu.


"Mau kemana?" Aldo mempertahankan posisinya.


"Tentu saja mau mengeluarkannya !".


"Percuma ! Pasti pasukan kecebongku sudah berenang masuk kedalam sel telurmu" Ucap Aldo menyeringai.


"By,kau tidak memikirkan bagaimana jika nanti aku hamil dan Kenzie masih kecil" Kesal Anita menatap wajah suaminya yang mupeng itu.


"Tentu saja aku akan senang jika kau hamil lagi ! Dan bukankah bagus jika kita memberikan Adik untuk Kenzie,dan pasti Kenzie akan senang" Ucap Aldo dengan percaya diri.


"By,kau benar-benar. Ahhhhh" Ingin marah tapinya malah ******* yang keluar dari mulutnya. Karena senjata Aldo yang masih tertanam di bawah sana kini mulai mengembang lagi.


Sepertinya Aldo membenarkan ucapannya kala itu,jika ia ingin mempunyai banyak anak dari Anita.


Dan pertempuran itu berlanjut hingga menjelang subuh. Aldo tidak ada habisnya untuk menikmati madu kenikmatan yang ada di tubuh Anita.


"Ah. Sudah By aku benar-benar lelah !" Kesal Anita. karena setelah Sholat Subuh Aldo kembali menggerayangi tubuh nya.


Bukan Aldo namanya jika tidak bisa membuat istrinya luluh.


"Diam dan nikmati,kau cukup buka lebar kedua kakimu dan aku yang akan berkerja" Aldo memulai aksinya. Lalu Anita hanya bisa pasrah,saat Aldo mulai menggempurnya.


Hingga permainan berakhir selama setengah jam karena Aldo sudah tidak tega melihat wajah sang istri sudah terlihat pucat dan kelelahan.


Cup


Aldo mengecup singkat bibir Anita,saat permainan panas mereka telah selesai.


"I Love U" Bisik Aldo dan menarik tubuh polos sang istri dalam dekapan hangatnya. Mereka pun terlelap saat matahari mulai menunjukan sinarnya.


🌷🌷🌷🌷🌷


"Encus,apa stok Asi nya masih ada ?" Tanya Rosma.


"Tinggal segini" Encus menunjukan satu botol susu yang di pegangnya.


"Hah" Rosma mendesah kasar,padalah kemarin Anita sudah menyetok Asi banyak tapi kenapa tinggal segitu ? Ah dia lupa jika cucunya itu sangat rakus jika meminum asi.


"Kenapa sih ,Mah?" Tanya Sanjaya yang baru memasuki kamar hotel baby Ken.


"Stok Susu Ken habis ! Gimana dong?"


"Ya udah bangun aja Anita dan Aldo" Ucap Sanjaya.


"Heh! Kau seperti tidak tau saja kelakuan anakmu itu,pasti mereka baru tidur". Kesal Rosma.


Sanjaya terkekeh menanggapinya. "Apa kau juga ingin sayang?" Ledek Sanjaya,lalu memeluk Rosma dari belakang dan mencium pipi Rosma.


"Ehem" Encus yang duduk sambil memangku baby Ken pun berdehem saat melihat keromantisan Pasangan lanjut usia itu.


"Ih,cium-cium. Lihat kau menodai mata suci Encus" Kesal Rosma dan Sanjaya hanya terkekeh menanggapinya.


Sedangkan Encus merasa tidak enak hati karena sudah mengganggu keromantisan mereka.


"Sudahlah,ayo kita ke supermarket untuk membeli susu formula untu Kenzie" Ajak Sanjaya. Karena tidak ada pilihan lain selain memberi baby Ken susu formula.


"Ya sudah ayo" Ucap Rosma,dan menggandeng mesra lengan suaminya.


"Tadi marah sekarang malah nempel" Sindir Sanjaya.


"Ya sudah kalau tidak mau,huh" Rosma mendengus kesal lalu melepaskan lengan suaminya dan berjalan mendahuluinya.


"Hei,ngambek lagi. Kayak anak perawan aja sih " Ucap Sanjaya lalu segera mengejar Rosma.


Encus yang melihat perdebatan itu pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Mereka walau sudah tua tapi tetap romantis sekali" Ucap Encus,sambil menimang baby Ken yang ada di pangkuannya.


"Kapan ya jodohku datang ?" gumam Encus,terkekeh pelan.