Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Anita & Aldo


Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🤭🤭


Follow IG me @Thalindalena


Happy Reading


Anita mengerucutkan bibirnya sebal dan juga menatap tajam Aldo yang tengah memakaikan baju kepadanya.


"Hei,bibirnya dikondisikan" Aldo terkekeh melihat Bibir istrinya terlihat bengkak karena ulahnya.


"Ishhh" Desis Anita kesal.


Bagaimana tidak kesal,Aldo tiba-tiba menyerangnya bagai singa kelaparan saat dikamar mandi tadi,walaupun Aldo melakukannya dengan pelan dan sangat lembut hingga membuat Anita terbuai,tetap saja Anita kesal karena Aldo melanggar syarat yang diajukannya.


"Pokoknya jangan sentuh aku lagi !!" Aldo hanya terkekeh menanggapi Bumil yang sedang merajuk.


"Kamu dengar gak sih ?" Seru Anita saat melihat Aldo hanya terkekeh saja.


"Dengar kok,yank " Aldo tersenyum . " Selesai" Ucapnya saat sudah siap memakaikan baju Anita dan menyisir rambut panjang Anita,kemudian Aldo berjongkok tepat di depan perut Anita yang membuncit.


"Anak papa,seneng ya udah dijenguk papa ? Baik-baik ya didalam perut mama" Ucap Aldo sambil mengelus perut Anita.


Anita mencebikan bibirnya kesal saat mendengar ucapa suaminya itu tapi seketika hati Anita menghangat saat tangan besar itu mengelus lembut perutnya,ada rasa haru dan juga bahagia.


Duk


Duk


"Sayang,dia menendang" Seru Aldo bahagia,tangan besar itu bergetar mengusap lembut perut itu,matanya berkaca-kaca,ia merasa sangat Bahagia dan juga menyesal bercampur menjadi satu.


Aldo mendongak melihat wajah sang istri yang sudah memerah menahan tangisnya.


"Hei,kamu menangis,by" Anita menyeka ujung mata Aldo dengan kedua tangannya.


"Tidak,ini adalah air mata kebahagiaan" Aldo kemudian memeluk perut Anita dengan posisi masih berjongkok dan mencium perut buncit sang istri berkali-kali. Terlihat sekali jika pria itu merasakan menyesal atas perbuatannya dulu.


"By,bangun,jangan seperti ini" Anita juga tak kuasa menahan tangisnya,saat melihat Aldo terisak pilu di bawah sana. Kemudian Anita menarik tangan Aldo untuk segera bangkit.


"Sayang,maafkan aku" Aldo kemudian memeluk Anita dengan begitu erat dan mencium pucuk kepala Anita.


"Aku memaafkanmu,by. Tapi hukumanmu tetap berlanjut" Ucap Anita,sambil menyeka air matanya.


"Iya ,baiklah" Ucap Aldo pasrah,yang terpenting ia bisa dekat dengan istrinya dan untuk hal yang hiya-hiya ia bisa memikirkannya nanti seperti tadi di kamar mandi mencari kesempatan dalam kesempitan. Ah dasar otak licik. Aldo menyeringai di balik pelukan sang istri.


"Ayo,kita turun kebawah dan sarapan" Anita mengurai pelukannya.


"By,aku sampai lupa menanyakan bagaimana kamu sampai disini" Tanya Anita,sambil berjalan menuruni tangga. Saking syoknya dia dan di buat terbuai akan sentuhan Aldo,ia sampai lupa menanyakan hal itu.


Aldo tersenyum sambil menatap istrinya dari samping "Bagaimana aku sampai sini itu tidak penting"Jawab Aldo,membuat Anita mengerucutkan bibirnya sebal.


"Jangan salahkan aku jika aku menghabisimu disini" Bisik Aldo sensual di telinga kanan Anita.


"Ck,mesum !!" Melepaskan genggaman tangan Aldo.


"Makanya jangan suka menggigit bibirmu itu,Yank"


"Apa hubungannya?"


"Karena hanya melihatmu seperti itu,sudah membuat ku On " Bisik Aldo lagi,Anita bersemu merah kemudian berjalan mendahului Aldo menuju meja makan.


"Selamat pagi Nona dan Tuan" Sapa Luna dan pelayan lainnya.


"Selamat pagi juga" Balas Anita sambil tersenyum,sedangkan Aldo hanya diam tanpa Ekspresi.


"Kamu ini kenapa? " Tanya Anita heran saat melihat perubahan suaminya,biasanya Aldo selalu ramah dengan siapa saja.


"Tidak,sayang" Jawab Aldo sambil mengelus kepala Anita dengan sayang.


Interaksi keduanya tak luput dari penglihatan Luna.


Beruntung sekali nona,mempunyai suami yang tampan,kaya dan perhatian seperti Tuan Aldo. Batin Luna.


Saat sudah sampai meja makan Anita duduk berdampingan dengan Aldo,di meja makan terdapat beberapa menu makanan khas indonesia.


"Kamu mau makan sama apa,by?" Tanya Anita.


"Rendang daging saja " Jawab Aldo sambil menatap Anita lembut.


Baru saja Anita akan mengambilkan Rendang untuk Aldo tapi Luna sudah mendahuluinya.


"Ini,Tuan" Ucap Luna tersenyum sangat manis sambil menyerahkan piring yang sudah terisi nasi dan rendang daging.


"Ehem" Anita berdehem saat melihat tingkah Luna yang seperti mencari perhatian suaminya.


"Sayang,ini kamu saja yang makan" Ucap Aldo.


"Lalu kamu ?"


"Aku tidak lapar " bohong Aldo,ia kehilangan ***** makannya karena melihat Luna seperti sengaja mencari perhatiannya.


"Benar ?" Anita memastikan. Aldo mengangguk pasti.


"Baiklah,Ayo suapi aku" Ucap Anita dengan manja.


"Dengan senang hati,tuan putri" Aldo tersenyum kemudian mengambil sendok dan mulai menyuapi Anita.


Luna segera pergi dari sana saat melihat kedua majikannya tengah bermesraan.


"By,kamu ngerasa gak sih,kalau Luna tertarik dengan mu" Anita menanyakan kegundahan hatinya. Saat ini mereka duduk di gazebo dengan posisi Anita menyender di dada bidang Aldo dan tangan Aldo mengusap perut buncit Anita.


"Sejak awal aku tahu" Ucap Aldo,membuat Anita menautkan kedua alisnya.


Anita memiringkan kepalanya guna untuk melihat wajah suaminya dari samping.


"Jadi kalau kamu tahu kenapa kamu diam?" Kesal Anita,ia tidak menyangka jika Luna seperti itu.


"Jadi aku harus apa?"


Entahlah Anita bingung harus menjawab Apa,karena Aldo juga tidak merespon dan dingin terhadap Luna.


"Kita lihat,sejauh mana dia berani bertindak" Ucap Aldo.


"Aku tidak akan mengampuninya,jika dia kelewat batas" Ucap Anita menatap tajam Aldo.


Jika tidak mengingat kebaikan Luna selama ini,mungkin Anita sudah mendepak Luna sekarang juga.


"Hei,aku tidak akan tertarik dengan wanita manapun kecuali kamu,istri ku yang cantik,ibu dari anak-anakku" Ucap Aldo.


"Gombal !!"


"Itu kenyataan,sayang" Ucap Aldo menciumi pipi Anita yang tembem dari samping.


"Mana mungkin aku tergoda oleh perempuan seperti itu,jika di sampingku sudah ada wanita yang sangat cantik dan baik sepertimu,Sayang. Dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya". Ucap Aldo.


"Ah,mulutmu sangat manis" Cibir Anita.


"Tentu saja,maka dari itu kamu harus mencobanya"


Sedetik kemudian Aldo meraup bibir berwarna merah muda itu yang selalu membuatnya candu.


"Bagaimana? Manis gak?" ucap Aldo setelah melepas tautannya.


"Ishh,kamu kayak soang main nyosor aja" Kesal Anita.


"Tapi suka kan ?" Aldo menaik turunkan Alisnya,menggoda istrinya.


"Ishhhh" Anita semakin kesal dibuatnya.


"Ha ha ha ha" Tawa Aldo menggelegar karena berhasil menggoda istri cantiknya.


"By,apa kamu gak malu mempunyai istri tua sepertiku?"Tanya Anita tiba-tiba,entah kenapa ibu hamil ini menjadi insecure karena perbedaan umurnya dengan Aldo cukup jauh.


Aldo menghentikan tawanya seketika saat mendengar pertanyaan dari Anita.


"Sayang,lihat aku" Aldo mendongakan wajah Anita yang tengah menunduk.


Aldo menatap kedua bola mata itu yang terlihat sendu.


"Aku tidak peduli Usia mu atau apapun itu karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama" Ucapan Aldo mengingatkan Anita pada saat Aldo melamarnya saat dirumah sakit.


"Sayang,aku mencintaimu jadi jangan pernah meragukan aku lagi" Ucap Aldo dengan tegas.


Anita mengangguk kemudian membalikan badannya dan memeluk Aldo dengan erat.


"Terimakasih,by. Terimakasih atas kasih sayang dan cinta yang telah kamu berikan" Ucap Anita di pelukan Aldo.


"Tapi jangan lupakan tentang hukuman mu" Anita menyingkirkan tangan Aldo yang sudah meraba segitiga bermudanya.


"Dikit aja,Cuma megang aja gak lebih" Aldo memelas.


"Boleh kok,boleh" Ucap Anita tersenyum mengerikan.


Jangan lupa like,komentar dan votenya ya seyeng😘