Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Keuntungan Bram


"Bersihkan dirimu setelah ini kita pergi membeli pakaian dan kebutuhan mu yang lain" Ucap Bram saat sudah berada di dalam kamar dan menatap istrinya yang menunduk.


"Apa kau tidak dengar ?" Tanya Bram.


"I iya mas,ta tapi-".


"Tapi apa ? Hem" Bram mendongak kan wajah Encus dengan telunjuknya.


"Emm,itu ku masih sakit" Ucap Encus,sedikit malu. Bram tersenyum melihatnya kemudian mengelus kepala Encus yang tertutup hijab dengan lembut.


"Maaf,karena aku tidak bisa menahan diriku" Ucap Bram dengan lembut.


"Tidak mas,ini sudah kewajiban ku dan jika aku menolak akan berdosa nantinya" Ucap Encus,tersenyum manis.


Duh,manisnya. Batin Bram.


"Terimakasih" Ucap Bram tulus.


Cup


Bram mengecup bibir Encus singkat dan berhasil membuat gadis itu tersipu malu.


"Kau harus terbiasa" Ucap Bram,lalu mengecup bibir Encus lagi.


"Iya,mas" Encus mengangguk patuh.


"Karena kamu masih sakit maka dari itu aku akan menyuruh asistenku untuk mengurus semua keperluan mu" Ucap Bram,lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi assistennya.


"Mas punya assisten juga, Seperti mas Aldo ?" Tanya Encus dengan polosnya.


"Tentu saja punya." Jawab Bram,lalu meletakkan ponselnya.


"Lalu aku ngapain dong ? Aku juga enggak bisa sekolah kalau berjalan seperti ini " Encus menundukan wajahnya lagi.


"Tidur ! Karena kamu tadi menghilang dari pelukan ku ,maka kau harus mendapatkan hukuman" Encus memekik tertahan saat Bram menggendongnya ala bridal style.


"Mas ! Itu ku masih sakit !" Rengek Encus,saat diriya direbahkan diatas tempat tidur.


"Dasar mesum !" Bram nunjuk kening Encus dengan telunjuknya.


"Ta tapi,kenapa Mas membuka kancing bajuku ?".


"Aku ingin membuat mereka bertambah besar ! Kau tahu ? Milik mu itu kecil bahkan saat aku meremass nya saja tidak terasa" Ucap Bram,dengan nada mengeluh,padahal hanya modus.😆


"Mas" Encus sangat malu dengan ucapan vulgar suaminya.


"Diam lah,kau mengganggu waktuku" Kesal Bram,lalu membuka pengait bukit kembar itu.


"A aku harus membantu memasak para pelayan di bawah mas" Kilah Encus.


"Ssttt,masih jam 5 pagi ! Dan biarkan mereka melakukan tugas nya ! Kamu adalah Nyonya di rumah ini tugasmu adalah melayani ku saja ! Kau paham !" Ucap Bram panjang lebar.


"Ta tapi mas-"


"I ya lakukan yang mas mau dan aku akan melayani ams kapan pun dan dimana pun" Potong Encus dengan cepat dan membuat Bram tersenyum penuh kemenangan.


"Gitu dong,singkirkan tangan mu" Encus menyingkirkan tangannya yang menutupi kedua buah bukitnya yang sudah terpampang.


Bram memulai aksinya,pria itu seperti bayi kehausan mencecap pucuk bukit itu bergantian dan tangannya juga ikut meremat bergantian.


"Eughh,mass" Encus sudah terbakar gairah.


"Mau dilanjut ?" Tanya Bram,seolah dirinya tidak menginginkannya.


Encus mengangguk pelan,karena bagian bawahnya sudah sangat terasa gatal dan juga basah.


"Baiklah,bukan aku yang meminta tapi kamu sendiri ya" Ucap Bram,menyeringai licik.


"Iya mas,aku sudah tidak ahh Mass" Encus melenguh saat jari Bram bermain di bawah sana.


"Sudah sangat basah,kau sangat ingin ya ?" Encus mengangguk lagi.


Aku kenapa sih ? Udah kayak cewek murahan aja. Batin Encus.


Tapi kata ibu,jika seorang istri meminta duluan maka akan mendapat pahala berlipat ganda. Batin Encus lagi.


Bram dengan cekatan melucuti pakaiannya dan juga pakaian istrinya hingga mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.


"Mas,pelan-pelan" Ucap Encus,saat Bram akan memasukan Tombak saktinya ke dalam inti tubuhnya.


"Iya sayang" Bram perlahan memasukan tombak saktinya perlahan.


Blesss


"Arghhh" lenguh keduanya saat tombak sakti itu tertanam sempurna.


"Sakit ?" Encus menggeleng,sambil tersenyum.


Bram pun mulai memompa perlahan.


"Sstttt" Encus mendesis seperti ular,saat rasa nikmat itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya,ditambah lagi kedua bukitnya dilahap rakus oleh suaminya seiring dengan hentakan di bawah sana dan menambah kenikmatan yang sangat luar biasa,hingga keduanya mencapai puncak bersama-sama.


Seperti biasa Bram membuang pasukan kecebongnya diatas perut Encus,lalu ia menagmbil beberapa lembar tissu basah yang ada atas nakas untuk mengelap cairan lengket yang ada di atas perut istrinya.


"Terimakasih sayang" Bram mengecup bibir Encus sekilas,lalu merengkuh tubuh Encus dalam dekapannya.


"Iya mas,aku lelah sekali" Ucap Encus,sambil memejamkan matanya.


"Tidurlah" Ucap Bram,lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Siang-siang udah panas jadi tambah panas🤭🤭


Jangan lupa hadiah sama like nya ya🌹😘😘