Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Baby Ken


Sampai di rumah sakit Anita langsung ditangani oleh Dokter. Karena pembukaan belum sempurna dan sudah mengalami pecah ketuban, Dokter pun segera mengambil tindakan operasi Caesar.


"Mah,apa harus aku yang harus menemani Anita di dalam sana" ucap Aldo dengan ketakutan,bahkan kakinya sudah bergetar.


Plak


Sanjaya memukul kepala Aldo dengan keras.


"Lalu siapa lagi kalau bukan kamu ? Cepat masuk !" Titah Sanjaya dengan tegas.


"Tapi pah,aku benar-benar takut dan aku tidak tega melihat istriku" Aldo malah terisak.


Rosma menggelengkan kepalanya lalu berucap "Harusnya kamu memberi kekuatan kepada Istrimu ! Bukan malah cengeng seperti ini. Lihat istrimu di dalam sana bertaruh nyawa demi melahirkan buah cinta kalian. Mama benar-benar kecewa sama kamu Aldo !". Hardik Rosma.


"Kalau kamu enggak mau menemani Anita,biar papa telpon Bram Pasti dia dengan senang hati mau menemani Anita di dalam sana" Sanjaya mengompori,dan benar saja Aldo sudah mulai tersulut.


"Enak saja ! Aku yang membuat dengan kerja keras setiap malam sampai lututku bergetar, masa iya anakku mau lahir ditemani lelaki lain" sewot Aldo.


"Cih,Bukannya kau takut ?" Rosma meledek Anaknya.


"Hah,siapa yang takut ! Aku hanya hanya". Aldo tidak bisa melanjutkan ucapannya karena apa yang di katakan sang mama benar adanya.


"Hanya apa? Hanya penakut ? Cengeng ? Dasar payah !" cibir Bram tiba-tiba ada disana.


"Hei ,kau !" Tunjuk Aldo dengan kesal. Sejak kapan rivalnya itu ada disana.


"Jika kau tidak mau menemani Anita,biar aku saja ! Kau suami yang tidak bisa diandalkan" Sekali lagi Bram mencibir.


"Aku tentu saja akan menemani istriku" Ucap Aldo.


"Permisi bapak-bapak semua,operasi akan segera di mulai tapi ibu Anita ingin suaminya ada di dekatnya" ucap Perawat, menghampiri keluarga Sanjaya.


"Cepat sana" Sanjaya mendorong kasar Aldo.


Aldo menghembuskan nafasnya kasar sebelum memasuki ruang operasi,sebelum itu ia mencuci tangan,kaki dan juga memakai baju steril.


"Aku pasti bisa" Aldo menyemangati diri sendiri.


"Sayang" Aldo bergetar menghampiri Anita yang sudah terbaring di ruang operasi.


"Kamu keterlaluan,By. Aku berjuang demi anakmu tapi kamu malah seperti ini. Aku membencimu" Isak Anita,menumpahkan rasa kesal dan sakit hatinya.


"Maaf,maafkan aku sayang. Aku benar-benar ketakutan melihat mu seperti ini,hatiku tidak sanggup melihatmu kesakitan" Aldo terisak sambil menciumi seluruh wajah istrinya,menyalurkan kasih sayang dan cintanya.


Tak berselang lama tim Dokter datang dan Anita mulai dibius Anestesi epidural.


Epidural adalah salah satu bentuk Anestesi atau bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh mati rasa sehingga tidak merasakan sakit. Epidural tidak akan membuat pasien hilang kesadaran sepenuhnya karena hanya berfungsi sebagai penawar rasa sakit di area tubuh tertentu.


Apakah sakit ? Tentu saja sangat sakit. Suntik Epidural memang menyebabkan sakit punggung, terutama ketika jarum suntik dimasukkan ke punggung tepatnya di bagian tulang belakang.


Setelah menunggu 15 menit bius sudah bereaksi dan bagian inti Anita sudah di pasang selang kateter,Asisten Dokter memberi komando untuk berdoa bersama dulu


"Bismillah ya Pak,Ibu operasinya akan segera di mulai. Kita baca doa bersama dulu semoga operasinya diberikan kelancaran" Ucap Asisten Dokter lalu mereka pun mulai berdoa dengan khusyuk.


Dokter melafalkan Alfatehah sebelum menyayat perut Anita.


Karena ada pembatas antara perut dan wajah pasien jadi Anita dan Aldo tidak tahu bagaimana proses pembedahan berlangsung.


Aldo memberi semangat dan kata-kata cinta untuk sang istri tercinta.


"Aku mencintaimu Sayang. Kamu adalah wanita terkuat dan pasti kamu bisa" Aldo menghujami ciuman di wajah Anita.


"Apa kau merasakan sakit?" Anita menggelang seraya tersenyum.


Tak berselang lama suara tangis bayi memecah keheningan di ruang operasi tersebut.


"By,anak kita" Anita menangis haru begitu juga Aldo ikut menangis dan menciumi wajah Anita berulang kali.


"Selamat ya, baby boynya lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa pun dan juga sangat tampan seperti Papanya" Kemudian Asisten Dokter membawa bayi itu di dekapan sang mama untuk melakukan metode Skin To Skin.


"Iya sayang anak kita,terimakasih istriku,ibu dari anak ku" Aldo masih menitihkan Air matanya. Rasa bahagia bercampur dengan rasa haru. Aldo mengusap pipi gembul sang anak yang belum dibersihkan itu,begitu pula Anita menciumi kepala Anaknya dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Maaf ya pak,Babynya akan kami bersihkan dulu begitu pula mamanya,pak Aldo bisa menunggu diluar". Ucap perawat dengan sopan dan mengambil bayi itu dari dekapan Anita.


Aldo keluar dari ruang operasi dengan perasaan yang bahagia,berbagai pertanyaan terlontar dari kedua orang tuanya dan juga Kedua mertuanya.


"Alhamdulillah,Baby Boy dan Anita juga baik-baik saja".


"Alhamdulillah ya allah" Ucap mereka bersamaan.


Bram yang berdiri tidak jauh dari mereka pun tersemyum kecut. Andai saja dirinya dulu tidak berkhianat mungkin Anita menjadi miliknya dan menjadi ibu dari anak-anaknya. Tapi sekarang Bram ikhlas dan ia ikut bahagia melihat wanita yang pernah singgah di hatinya bahagia.


Penyesalan tidak ada gunanya kini ia hanya perlu menata hidupnya untuk menjadi lebih baik lagi.


🌷🌷🌷🌷🌷


Anita sudah di pindahkan keruang rawat kelas VVIP,begitu juga Baby boy yang sudah di adzani oleh sang papa pun sudah berada di tengah-tengah keluarganya. Kini Baby Boy sedang tertidur di dalam box nya setelah meminum susu dari sumbernya.


"Lihatlah cucuku tampan sekali dan juga gembul" ucap Diana sambil mengelus pipi Cucunya.


"Iya gembul sekali berapa BB nya?" Tanya Rosma.


"Hampir 4 Kg Mah"Jawab Anita.


"Wah pantas saja gembul sekali" ucap Diana.


"Aku sudah menyiapkan Perusahaan untuk cucuku" Ucap Ferdi dengan bangga.


"Cih,Lihatlah diriku sudah menyiapkan saham,rumah,dan juga perusahaan juga untuk masa depan Cucuku" Ucap Sanjaya tidak mau kalah dengan besan nya.


"Sudah-sudah,kalian ini tidak malu ya ! Harusnya kalian itu memberi hal yang lebih bermanfaat untuk cucu kita" Lerai Rosma.


"Perusahaan,saham,rumah juga sangat bermanfaat untuk cucu kita ! Apa salahnya ?" ketus Sanjaya meniimpali ucapan sang istri.


Anita dan Aldo hanya menjadi penonton perdebatan itu,Mereka sangat bahagia dengan kehadiran Baby Boy di tengah-tengah mereka.


Bahkan para Oma pun tak kalah Antusias untuk menyiapkan hal terbaik untuk cucu pertama mereka.


"Eh,ngomong-ngomong Baby Boy sudah di beri nama belum" Tanya Diana kepada orang tua baru itu.


Aldo tersenyum kemudian melirik istrinya.


"Kenzie Aidyn Sanjaya" Ucap Anita Seraya tersenyum. Ia sudah menyiapkan nama untuk anaknya sudah sejak lama.


"Yang mempunyai arti pemimpin yang bijaksana" Lanjut Aldo.


"Kami setuju namanya sangat bagus" Ucap Sanjaya dan diangguki semua orang yang ada di ruangan itu.


"Baby Ken ya panggilannya Ken" Ucap Anita.



Gembul banget kan 😍😍😍 bikin othor gemes dan pengen gigit pipinya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Author bahagia banget akhirnya Anita melahirkan dengan selamat. Walaupun awalnya pengen bejek si Aldo karena kesal😀😀


Jangan lupa like,komentar,vote dan bunganya 🌹🌹😚😚.