Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Perjuangkan cintamu Ken!


Ken berjalan memasuki rumahnya dengan keadaan yang sangat kacau.


Kacau hati dan perasaanya.


Hatinya hancur ketika melihat kenyataan yang ada jika wanita yang ia tunggu selama 10 tahun ini telah memiliki calon suami.


Cintanya bertepuk sebelah tangan.


Apakah ia harus merelakan semua ini? Disaat ia masih sangat mencintai gadis itu.


Apa yang harus aku lakukan. Batin Ken, sambil menaiki anak tangga perlahan.


"Ken?" Panggil Anita, saat dia ujung tangga.


"Ma." Ken menatap ibunya dengan perasaan sedih.


"Dia kembali, tapi dia tidak mengenaliku" Ucap Ken, sedih lalu memeluk ibunya.


"10 tahun aku menunggu." Tanpa sadar Ken menitihkan air matanya di pelukan sang ibunda.


"Dia sudah memiliki calon suami." Lirih Ken.


Anita mengusap punggung putranya yang bergetar dengan sangat lembut.


Baru kali ini, ia melihat putranya begitu lemah bahkan sampai menangis.


Kenapa kisah percintaamu sama persis dengan kisah mama dulu. Nak?. Batin Anita, menahan lajur air matanya.


"Ken, dengarkan Mama. Apa kau sudah memastikan semuanya?" Tanya Anita, sambil mengurai pelukannya.


"Mama sudah dengar jika Salwa sudah kembali, tapi Mama tidak mendengar jika Salwa akan menikah. Bisa jadi kau salah lihat." Ucap Anita, sambil menangkup kedua sisi wajah putranya.


Jika memang Salwa akan menikah, kenapa Encus tidak mengatakan apapun padaku?. Batin Anita.


"Aku tidak perduli lagi,Mah!" Ucap Ken dengan tegas. "Aku sudah memutuskan jika aku akan membuang rasa ini untuk selamanya." Lanjut Ken, lalu meninggalkan ibunya yang masih mematung di dekat tangga.


"Ken! Dengarkan mama dulu." Seru Anita.


"Ya ampun, anak itu persis sekali dengan Papanya. Apa-apa pakai emosi dulu yang di utamakan." Gerutu Anita, lalu berjalan memasuki kamarnya juga menyusul sang suami yang sudah terlelap.


Sedangkan Ken yang sudah ada di dalam kamar pun, langsung melampiaskan melampiaskan emosinya dengan dinding yang tidak bersalah. Ken berulang kali menendang dan meninju dinding itu dengan murka. Bahkan Ia tidak memperdulikan tangannya yang sudah terluka.


Bughh


Ken menedang Dinding itu lagi dengan cukup keras hingga menimbulkan suara yang cukup keras dan membuat semua penghuni rumah terkejut.


Brak


"Ken! Apa yang kau lakukan!" Seru Aldo, sambil membuka pintu kamar anaknya dengan kasar.


"Ya allah, apa yang terjadi?" Anita menangisi kondisi putranya yang terlihat sangat kacau dan kulit jari-jari tangannya terkelupas. Rasa sakit dan perih yang ia rasakan di tangannya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.


Anita memeluk putranya dengan erat.


"Jangan bodoh Ken! Jangan melukai dirimu sendiri hanya karena seorang wanita!" Ucap Aldo, sambil mengambil kotak Obat yang ada di dalam laci lemari Ken.


"Aku harus apa?" Tanya Ken dengan lirih. Walaupun di bibirnya ia berkata ingin melupakan tapi di dalam hatinya ia sangat tidak sanggup.


"Lupakan dia!" Ucap Aldo dengan tegas, sambil mengobati luka Ken.


"By." Tegur Anita.


"Aku hanya mengatakan yang harus aku katakan!" Ucap Aldo dengan tegas.


"Papa tidak mau, hanya karena cinta dirimu hancur." Lanjut Aldo.


"Papa benar." Ucap Ken, pada akhirnya.


"Ken?" Anita tidak percaya jika putranya akan menyerah begitu saja. Kemudian Anita mengurai pelukannya.


"Sayang, baiarkan Ken menentukan kehidupannya sendiri." Ucap Aldo kepada Istrinya.


"Ayo kita keluar dan biarkan Ken istirahat." Ucap Aldo, setelah membersihkan luka putranya.


"Mama harap kamu memperjuangkan cinta kamu, Ken."


Bentar lagi End beneran😆


Dukung terus karay Othor ya zeyeng😘😘