
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
SELAMAT MEMBACA
Pagi hari telah tiba dan sang surya memperlihatkan sinarnya.
Anita menggeliat dalam tidurnya perlahan ia membuka kelopak matanya. Ia mengerutkan kening nya saat perutnya terasa berat seperti ada benda yang menimpanya. Ia menatap perutnya ternyata ada tangan melingkar posesive disana,Ia menghela nafas panjang lalu ia memiringkan tubuhnya menatap wajah damai suaminya yang masih terlelap.
Tampan.batin anita
Anita menatap intens wajah suaminya yang masih terlelap dari mata,hidung,dan bibir suaminya ,saat pandanganya tertuju dibibir,ia mengingat kejadian tadi malam bagaimana bibirnya itu menci um nya dengan ganas dan menelusuri setiap lekuk
tu buhnnya,mengingat itu wajah nya bersemu merah tapi juga ia tersenyum getir bagaimana perlakuan suaminya yang meninggalkannya begitu saja. Anita menggelengkan kepala nya lalu melepas perlahan rengkuhan tangan Aldo,tapi bukannya terlepas malah semakin erat.
"Mau kemana?" Suara aldo serak
"Hemm" Anita mendongak menatap Aldo yang masih terpejam.
Aneh,apa dia mengigau?.gumam Anita
Lalu melanjutkan melepaskan kan rengkuhan tangan Aldo dari pinggangnya tapi tetap saja malah semakin erat,membuat anita mendesah frustasi.
Al
Al
Al
Berulang kali Anita memanggil nama suaminya tapi tak ada jawaban. Membuat Anita jengah,apa lagi ia melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 8 pagi,seharusnya ia membantu mertuanya memasak atau apalah,ia merasa tak enak baru pertama tinggal di rumah mertua akan tetapi ia bangun kesiangan apa lagi ia juga tertahan oleh aldo suaminya.
Oh,ayolah jangan sampai ia di cap sebagai menantu pemalas.
Sekali lagi ia memanggil suaminya tapi dengan mengelus pipinya,dan akhirnya aldo membuka matanya juga.
"Hemm" Jawab aldo menutup matanya kembali.
"Al,aku mau bangun. Singkirkan tangan mu dulu"
"Tidak mau"
"HAH,kau itu kenapa sih?" Ketus Anita,sudah sangat jengah sekali tadi malam ia ditinggalkan begitu saja tapi lihatlah pagi ini. Membuat anita bertambah kesal.
"Kamu marah?" Tanya aldo masih memeluk istri cantik nya.
"Tidak" jawabnya cepat.
"Iya kamu marah"
"Tidak" sambar Anita cepat memutar kedua bola matanya malas.
"Maaf" cicit nya
"Untuk?"
"Maaf,tadi malam aku meninggalkan mu begitu saja"
"Iya aku mengerti"
"Hei,kau tak ingin tahu alasannya?" Tanya Aldo sudah merasa gemas dengan istri cantiknya ini yang tengah cemberut.
"Tidak" Jawab Anita cepat padahal jawaban yang keluar dari mulutnya bertentangan dengan hati nya.
"Baiklah,aku akan mengatakannya" Ucap Aldo semakin mengeratkan pelukannya dan mencium puncuk kepala Anita.
"Tidak perlu,aku sudah tau alasanmu"
"Benarkah?"
"Iya,benar. Kau tak perlu khawatir lagi"
"Hei!! apa maksudmu? Aku tak perlu khawatir?"
"Iya,karena kau tak perlu menyentuhku lagi,bukan kah kau menikahi ku karena kau saat itu ingin membatalkan perjodohanmu itu" Ucap Anita gamblang walaupun di hatinya ada setitik rasa sesak.
Aldo melepaskan rengkuhannya lalu medudukan dirinya begitu juga Anita. Aldo menatap tajam Anita.
"Apa maksud dari ucapanmu itu?" geram Aldo masih menatap tajam Anita.
Anita meremas kedua tangannya,sebenarnya ia takut dengan Aldo tidak tepatnya dengan tatapan tajam Aldo karena baru ini Aldo menatapnya seperti itu.
"Tidak perlu berlaga bodoh" Anita memberanikan diri.
"Kamu memang bukan yang pertama dihatiku akan tetapi kamu adalah orang pertama yang mengambil first kiss ku dan juga tubuhku tapi kamu malah pergi begitu saja tanpa perasaan,saat aku tanya kamu mau kemana tapi kau seolah tak mendengarkannya dan membanting pintu,kau kesal padaku? HAH? IYA? " Teriak Anita mengeluarkan uneg uneg dalam hatinya. Air matanya luruh di pipi mulusnya.
DEG
Dada Aldo seperti dihantam batu besar,sesak rasanya. Sungguh ia tak menyangka tindakan nya melukai hati dan perasaan istrinya.
Kemudian ia merengkuh tubuh ramping itu.Di dekap nya erat.
Hiks.hiks hiks
"Apa salahku? Apa aku ditakdirkan untuk disakiti?" ucap Anita sambil terus menangis didekapan snag suami.
"Maaf"
"Maaf,aku menyakitimu" Aldo menelan ludahnya kasar lalu ia memejamkan matanya sejenak.
"Kau tau aku sangat mencintaimu dan aku ingin menjagamu".
"Dan kau tau aku lelaki normal aku bahkan sangat ingin melakukannya tapi untuk saat ini tidak bisa" Lanjut Aldo.
Hah
Anita mendongak menatap Aldo bingung.
Aldo mengerti kebingungan anita lalu menjelaskan semuanya.
"Sekarang kamu mengerti?" Tanya Aldo menjawil hidung mancung Anita,membuat Anita bersemu merah malu lalu membenamkan wajahnya di dada Aldo. Membuat Aldo terkekeh menciumi pucuk kepala Anita berkali-kali.
Ahh,sungguhh Anita wanita yang sangat beruntung mempunyai suami seperti Aldo,Kebanyak para pria lebih mendahulukan ***** tapi tidak dengan Aldo yang begitu pengertian dan tidak egois.
"Tapi tunggu!! Apa kau benar-benar tak tahan?"goda Aldo.
"Ishhh" Anita mencebikkan bibirnya dan memukul pelan lengan Aldo. Membuat Aldo tergelak.
"Aku tak ingin terburu-buru sayang. Aku ingin mendapatkan hati dan cinta mu dulu,aku tidak ingin kamu menyesal kemudian hari" Ucap Aldo bijak. Anita merasa tersentuh hatinya.
"Tapi kan aku sudah menjadi istrimu dan kamu berhak mendapatkannya Al_"
"Ya aku tau itu. Tapi aku tak ingin memaksa dirimu" sela Aldo
"Aku tidak merasa terpaksa Al dan kau berhak mendapatkannya".
"Tapi aku tak mau,aku ingin memilikimu seutuhnya bukan hanya tubuh mu akan tetapi hati dan juga cintamu" Ucap Aldo mengeratkan pelukannya.
"Kau sudah mendapatkannya Al"
"Benarkah?" Tanya Aldo menaikan salah satu alisnya.
"Mungkin" Jelas Anita membuat Aldo mendesah frustasi.
"Kau tau Al? Belakangan ini saat aku berdekatan dengan mu jantung seraya ingin terlepas dari tempatnya dan aku merasa nyaman dengan mu,aku juga merasa takut kehilangan mu" Jelas Anita membayangkan kehilangan Aldo saja membuat dadanya terasa sesak.
"Benarkah sayang" dan diangguki Anita. Membuat Senyum Aldo mengembang.
"Tapi aku tak percaya" Ucap Aldo menggoda.
"Kau tak percaya?" diangguki Aldo dan membuat Anita cemberut kesal.
"Kau tak merasakannya?"Tanya Anita menuntun tangan Aldo ke dadanya.
"Ya aku merasakannya" Ucap Aldo.
"Ishhh mesum" Kesal Anita karena tangan Aldo sudah beraksi di sana.
"Euhhh" Anita menggigit bibir bawahnya ketika kedua tangan Aldo tak bisa diam.
"Suuud Emmpphh" Tak mampu melanjutkan ucapannya karena bibirnya sudah dibungkam oleh sang suami.
Dan sanalah diatas tempat tidur menjadi saksi bisu kedua sejoli itu berciuman mesra penuh cinta,saling membelit lidah,******* dan bertukar saliva.
Mohon maaf belakang ini othor jarang up dikarenakan sedang sibuk,ngurus rumah,anak,ayang beb,jualan ditambah lagi anak author juga sudah mulai belajar jadi untuk up author gak bisa janji tiap hari bisa up. yang pasti author usahakan.
Kenapa gak up malam aja thor?
Kalo malem othor udah capek banget pengennya rebahan aja,soalnya aktifitas seharian gak ada yang bantuin, ditambah anak sama ayang beb itu cemburu kalo othor pegang hp. jadi othor ngalah deh๐๐๐
Jangan lupa kasih dukungan terus ke author ya readerku tersayang,love you all๐