
Mendengar kabar bahwa istrinya sudah melewati masa kritisnya. Bram merasa lega dan bersyukur kepada Tuhan. Begitu juga Bi Yam dan pak Supir yang ikut menunggu disana.
"Sebentar lagi Istri Anda akan di pindahkan keruangan perawatan Tuan," Ucap Perawat itu.
"Terimakasih Suster," Ucap Bram tersenyum,kemudian mengecup pipi cubby putrinya yang baru lahir itu.
Kemudian Bram mengadzani putrinya itu dengan penuh haru dan juga bahagia.
"Salwa Saida,yang berarti gadis pembawa ketenangan yang cantik dan baik hati," Ucap Bram,memberi nama putrinya.
"Nama yang sangat bagus Tuan," Ucap Bi Yam terharu dan juga senang.
Beberapa saat kemudian Encus sudah berada di ruang rawat dan keadaan Encus juga sudah baik.
Kedua orang tua Encus,beserta Sanjaya dan Rosma pun sudah ada disana.
"Aww," Ringis Encus ketika Baby Salwa untuk pertama kali menghisap sumber makanannya.
"Kenapa sayang ?" tanya Bram sangat khawatir.
"Tidak apa-apa mas,cuma sedikit ngilu," Ucap Encus tersenyum.
"Salwa enggak boleh nakal ya sama bunda,Papa saja kalau mainin itu pakai cara lembut loh," Ucap Bram,absurd sambil mengelus pipi putrinya yang tengah rakus meminum sumber makanannya.
Pletak
Sanjay memukul kepala Bram dengan sangat keras.
"Sakit Om !" Ringis Bram sambil mengusap kepalanya.
"Dasar tidak tahu malu !" Ucap Sanjaya kesal.
"He he he he," Cengir Bram.
Sedangkan Kedua mertuanya hanya menggeleng sambil tersenyum ketika mendengar ucapan Mesum menantunya itu.
"Mas ih ! Malu tahu," Ucap Encus dan wajahnya bersemu merah.
"Oma tidak menyangka jika sekarang sudah menjadi seorang ibu," Ucap Rosma.
"Iya,Oma. Aku juga tidak menyangka padahal kehamilanku baru berusia 8 bulan," Ucap Encus tersenyum lembut sambil menatap wajah putrinya yang sedikit tertutup kain penutup yang khusus untuk menyusui.
"Kalian melahirkan di hari yang sama," Ucap Sanjaya.
"Anita ?" Tanya Bram dan di angguki Rosma.
"Wah,aku tidak menyangka. Sampaikan salam ku untuk mbak Anita,Oma. Dan anak mbak Ana berjenis kelamin apa,Ma?" Tanya Encus.
"Laki-laki lagi," Ucap Rosma tersenyum.
"Hanya Salwa yang perempuan. Nanti jika salwa sudah besar akan jadi rebutan para lelaki di keluarga kita dan juga Ferdian," Ucap Sanjaya terkekeh.
"Masih kecil,Pah. Masa iya mikirnya udah sejauh itu," Sahut Rosma.
Setelah menjenguk Encus dan memberi berbagai hadiah untuk Encus dan juga putrinya,Sanjaya dan Rosma segera pulang karena Kenzie tidak bisa di tinggal lama-lama karena masih rewel.
"Bu,Ayah. Kalian pulang saja pasti kalian lelah karena perjalanan menuju kesini lumayan jauh dan sampai saat ini kalian belum istirahat," Ucap Bram dengan sopan.
"Tidak nak,kami disini saja. Walaupun kami lelah tapi kami bahagia karena melihat cucu kami," Ucap Ayah Encus.
Mendengar hal itu Bram pun tak ingin memaksa. Hanya saja ia meminta pihak rumah sakit untuk memberi tempat tidur tambahan di ruang rawat Encus,agar kedua mertuanya bisa beristirahat dengan nyaman.
"Kau ini menantu perhatian sekali. Kami jadi tidak enak," Ucap Ibu Encus merasa sungkan.
"Bu,jangan berbicara seperti itu. Dan jangan sungkan kepadaku karena kalian juga adalah kedua orang tuaku," Ucap Bram tersenyum.
Mata Ibu Encus berkaca-kaca karena putri mendapatkan suami yang begitu baik dan perhatian.
"Terimakasih,Nak terimakasih," Ucap Ibu Encus dengan sangat tulus.
Tambahin Vote dan hadiahnya ya πππ₯°π₯°π