
Hari berganti hari dan tidak terasa kini Anita sudah selesai masa nifasnya dan baby Ken sudah genap berusia dua bulan,pertumbuhan baby Ken juga sangat pesat baru berumur dua bulan sudah bisa tengkurap.
"Sayang berarti aku sudah boleh buka puasa" Tanya Aldo,sambil memeluk Anita dari belakang yang sedang duduk di depan meja rias.
"Belum ! Apa kamu enggak ingat perjanjian kita kalau kamu buka puasanya nanti setelah Resepsi pernikahan kita selesai" Jelas Anita. Aldo melupakannya jika seminggu lagi akan di gelar Resepsi pernikahannya di hotel mewah sendiri.
"Hah,Tapi aku butuh energi ! Lemas nih" Aldo melepas pelukannya dan membuat ekspresi wajahnya memelas berharap Istrinya mengasihinya.
"Enggak By. Kan kita sudah sepakat,lagian aku ingin malam pertama kita tuh Spesial". Ucap Anita.
"Spesial apanya ? Bukanya udah jebol !" Gerutu Aldo.
"Bilang apa tadi ?" Mode galak.
"Enggak sayang ! Ya udah deh" Pasrah Aldo,sambil mengelus bagian bawah sana yang sudah mengeras.
"Aku akan muasin kamu saat kamu buka puasa nanti" bisik Anita. Mendengar penawaran yang menggiurkan tentu saja Aldo langsung bersorak ria dalam hati.
"Baiklah dan aku akan membuatmu tidak tidur semalaman". Bisik Aldo dengan nada sensual lalu mengecupi Pipi Anita dari samping.
"Ih,cium-cium terus" Protes Anita.
"Habisnya gemes,pipi kamu makin cubby jadi empuk kalau diciumin" Ucap Aldo lalu mengangkat tubuh sang istri dan membawaya ke atas tempat tidur.
"By,kau mau apa ?".
"Masih tanya lagi ! Tentu saja mau enen !" Ucap Aldo sambil membuka kancing dress bagian depan istrinya.
"Tunggu ! Aku mau melihat baby Ken dulu" Anita menahan Tangan Aldo yang akan membuka kancing terakhir.
"Diam ! Kenzie sudah tidur bersama Encus !" Aldo menyingkirkan tangan Anita.
"Ta tapi .... Sssshhhh Ahh" Anita sudah mendesis ke enakan saat Aldo mengecap Buah Cerinya.
"Bukakah kau sudah berjanji untuk tidak melakukannya ? Ahh By " Tanya Anita ,sambil mendesah keenakan saat jari tangan Aldo bermain di daging kecil yang ada di bagian intinya.
"Memang ! Tapi aku akan melakukannya dengan ini !" Ucap Aldo lalu memasukan dua jarinya kedalam bagian inti sang istri.
"Shiit !! kau sangat sempit" Umpat Aldo saat jarinya terasa terjepit didalam sana.
"Ah,sayang ! Ah kau menyiksaku" Anita benar-benar ingin segera di masuki tapi Ia masih ingat akan kesepakatan nya itu,begitu juga dengan Aldo.
"Bagaimana? Enak" Aldo menyeringai,Anita menggangguk dan matanya merem melek saat merasakan jari-jari Aldo mengobrak abrik di bawah sana, sedangkan bibir Aldo secara bergantian mengecapi buah ceri yang ada di pucuk kedua bukitnya.
Gila ! Rasanya sangat-sangatlah nikmat.
"Ah,sayang ! Aku sam...pai ahhhh" Anita mengerang dan membusungkan dadanya saat gelombang kenikmatan itu menerjangnya.
"Keluarkan semua sayang,keluarkan dan jangan harap malam ini kau bisa tidur nyenyak !" Aldo terus memainkan Jari-jarinya disana.
"Sudah By,lepas ! aku lemas" racau Anita sambil berusaha menarik tangan Aldo dari bawah sana.
"No ! Kau harus menikmatinya ! Anggap saja ini adalah hukuman mu karena kau sudah membuat kesepakatan itu " Ucap Aldo geram dan terus melakukan aktifitasnya.
Dan benar saja,malam itu Aldo membuat Istrinya tidak tidur nyeyak karena ulahnya.
Pagi Hari Anita bangun lebih dulu dan pandangan pertamanya adalah melihat sang suami masih diposisi yang sama. Mulutnya masih menghisap buah cerinya bergantian layaknya baby Ken padahal matanya masih terpejam,walau begitu Anita tetap membiarkan aktifitas suaminya itu.
"Dasar bagi besarku" Anita terkekeh sambil mengusap rambut Aldo dengan lembut.
Hujan -hujan biar anget,Author kasih yang hareudang π€ͺ
Jangan lupa like,komentar dan hadiahnya ππ