Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Amarah Aldo


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Setelah Aldo dan Anita konsultasi pada dokter untuk program kehamilan begitu juga Bram dan Siska yang sudah selesai memeriksa kandungan Siska.


Kini mereka berada di salah satu Restoran yang dekat dengan Rumah sakit tersebut. Dan sebelumnya Bram memohon pada Anita jika ingin berbicara berdoa tapi dengan tegas Anita menolak karena Anita sadar diri bahwa dirinya sudah jadi istri Aldo dan juga Anita ingin menjaga perasaan Aldo. Tapi bukan Bram namanya jika menyerah begitu saja ia tetap kekeh ingin berbicara dengan Anita jadi mau tak mau Anita meng iyakan dengan syarat Aldo ikut bersamanya.


Disinilah mereka sekarang Anita duduk satu meja dengan Bram sedangkan Aldo satu meja dengan Siska di sebelah meja Anita. Aldo duduk dengan tenang sambil memantau Istrinya dari meja sebelah jaraknya tak terlalu jauh jadi mereka berbicara masih terdengar. Sedangkan Siska menatap nanar Pria yang duduk satu meja dengan Anita. Hati wanita mana yang tidak sakit jika diperlakukan seperti ini. Bahkan kini air matanya sudah tak bisa ia tahan lagi.


" Bodoh" Satu kata yang terlontar dari mulut Aldo memaki Siska saat melihat wanita itu menangis.


"Ya aku memang bodoh"


"Kalau gw jadi lo,mending gw pergi dari kehidupannya"


"Tapi sayangnya aku gak bisa!"


" Why??" Tanya Aldo dengan alis mengkerut tak habis pikir dengan wanita didepannya ini. Sudah disakiti berulang kali tapi masih tetap bertahan? Ini cinta yang buta? Atau orangnya yang buta?.


Siska mengelus perutnya yang sudah membesar sebagai jawaban dari pertanyaan Aldo.Dan Aldo pun langsung paham.


"Gw tau lo itu wanita kuat dan tangguh. Tapi apakah harus dengan cara seperti ini? Itu namanya nyiksa diri lo sendiri. Bodoh". Umpat Aldo lagi.


"Aku gak tau harus gimana lagi? Disini aku juga merasa bersalah dengan Bram dan Anita karena aku lah yang menyebabkan mereka putus" Ucap Siska lalu menceritakan semua kejadian dan kesalahan yang dia lakukan. Awalnya Aldo terkejut tapi kemudian Ia bersyukur karena putusnya hubungan Anita dengan Bram bisa mempertemukan dirinya dan Anita.


"Gw gak abis pikir dengan jalan pikiran lo yang sempit itu. Dan pastinya lo itu wanita yang berpendidikan dan terhormat kan? Gak nyangka gw lo berani nekat nyerahin diri lo sama bajingan kayak dia" Ucap Aldo.


"Dan sekarang lo harus terjebak dalam permainan lo sendiri" Lanjut Aldo dengan nada mengejek.


"Ya,kamu benar" Ucap Siska menunduk.


"Gw tau lo itu orang yang baik dan juga cantik tapi masih cantikan Anita sih" Ucap Aldo memandang Anita dari sebrang dengan penuh cinta.


Cih,dasar narsis dan bucin!!!!


"Sekarang lo punya dua pilihan bertahan atau mundur" Ucap Aldo seolah menjadi teman yang baik. "Kalau gw jadi lo mending mundur,masalah anak bisa lo urus sendiri,banyak kan diluar sana single parent yang berjuang untuk Anaknya. Jika mereka bisa kenapa lo gak bisa?".


Perkataan Aldo meresap kedalam otak Siska dan membuatnya berfikir jika perkataan Aldo ada benar nya,selama ini ia sudah dibutakan oleh cinta.


"Diam kan lo? Kenapa? Baru nyadar ya?" Aldo mengejek Siska,membuat Siska makin bungkam.


Sementara di meja satunya lagi Bram masih meminta penjelasan Anita.


"Kamu pikir aku mau nunggu penghianat seperti kamu!!" Sarkas Anita.


"Kamu tau Bram obat patah hati itu apa?" Bram menjawab dengan gelengan kepala.


"Obat patah hati itu jatuh cinta lagi dengan orang yang tepat". Ucap Anita. "Seperti Aldo datang tepat waktu dan menyelamatkan hati ku yang mati suri karena sakit yang telah kamu berikan!! Dia datang dengan cinta yang tulus".


"Aku mohon beri Aku kesempatan lagi"Ucap Bram tak tau malu.


"Kamu gila??? Aku sudah sepenuhnya milik Aldo dan lihatlah wanita disana sedang mengandung darah dagingmu!!" .


" Tapi,aku benar-benar menyesal. Aku mohon!"


" Kamu benar-benar gila Bram. Bahkan ada yang lebih mencintai kamu apa adanya tapi kamu tak pernah melihatnya"


"Siapa??"


"Siska"


"Mana mungkin! dia hanya akting. Kamu tau kan jika dialah yang menyebabkan kita berpisah"


" Tidak!! jika di dunia ini hanya tersisa satu wanita seperti dia,aku tidak akan pernah mau. Hati ini sudah menjadi milikmu."


" Aku doakan jika kamu akan tergila-gila padanya"


" Dan itu tak akan pernah terjadi" Balas Bram cepat karena dirinya sudah sangat membenci Siska.


"Heh.Aku tidak yakin. Bukalah hatimu sebelum kamu terlambat".


"Sudah aku bilang jika hati ini hanya untukmu"


"Dasar gila" Umpat Anita.


"Jangan pernah menggangguku lagi Bram kita sudah berpisah dan mempunyai jalan masing-masing. Bahkan aku sudah bahagia dengan suamiku Aldo" Anita menjeda ucapannya sejenak. " Aku tau pasti berat untuk mu ini sudah takdir dari tuhan dan aku harap kamu menerimanya " Lanjut Anita membuat Bram diam membisu memandangi wajah cantik Anita.


" Tapi aku tetap tidak bisa! Bolehkan aku Egois jika aku ingin memilikimu? "


"Jangan gila Bram" Anita Emosi bahkan dirinya tanpa sadar menggebrak meja.


"Ya. Aku memang gila. Gila karena kamu dan aku pastikan kamu akan kembali padaku bagaimana pun caranya" Ancam Bram.


Plakk


Pipi Bram terasa perih saat tamparan itu mendarat mulus diwajahnya.


" Tak tau diri!! Kau pikir bisa memisahkan aku dengan Anita? " Geram Aldo. Aldo emosinya memuncak saat melihat Anita menggebrak meja dengan secepat kilat ia menghampiri sang istri.


Bahkan kini mereka menjadi pusat perhatian pengunjung restoran tersebut.


"Ha ha ha. Harusnya kamu yang tau diri karena telah mengambil Anitaku" Ucpa Bram tanpa beban membuat Aldo semakin meradang lalu ia mulai mencekik leher Bram hingga sampai terbatuk dan memukul lengan Aldo tapi nihil cekikan itu begitu kuat.


"Beraninya kau berkata seperti itu. Apa kau tidak ngaca HAH!! Kau menyakiti Anita dan aku menyembuhkan lukanya!Apa perlu aku perjelas lagi" Aldo masih mencekik Bram.


"By,By udah nanti dia bisa mati" Anita sudah ketakutan. berkali-kali Anita melepas tangan Aldo dari leher Bram tapi tak berhasil begitu juga Siska yang ikut memisahkan pertengkaran tersebut.


" Hei !! apa ini sebuah pertujukan??" teriak Anita kesal pada pengunjung restoran yang sudah berkerumun menyaksikan pertengakaran itu.


"Ayo bantuin atau panggil satpam atau apalah!!" Teriak Anita lagi.


Beberapa menit kemudian Bram sudah berhasil diselamatkan dari tangan Aldo dengan banyuan enam orang satpam untuk menarik Aldo. Sungguh Aldo jika emosi tenaga seperti badak.


Aldo masih emosi tangannya terkepal erat dan wajahnya memerah rasanya belum puas menghajar Bram yang berbicara seenak jidatnya.


Sedangkan Bram sudah sudah bisa bernafas lega tapi yang namanya Bram si keras kepala dan tidak ada kapoknya.


"Ingat hari ini aku kalah tapi aku pastikan suatu hari nanti aku akan menang dan merebut Anita lagi"


Plakk


Satu tamparan mendarat cantik lagi ke pipi Bram dan kali ini Anitalah pelakunya.


"Gila kamu" Umpat Anita.


"Bram udah" Siska menenangkan.


"DIAM KAMU" bentsk Bram pada siska.


"Udah By. Ayo kita pergi dari sini" Anit menarik tangan Aldo keluar dari Restoran tersebut.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.


Love you all๐Ÿ’—๐Ÿ’—.