
Anita mengecup pipi aldo,membuat Aldo mematung ia sangat terkejut atas perlakuan anita. Ia memegang pipinya yang di kecup anita,lalu tanpa disangka anita mengecup pipi sebelahnya lagi.
"Terimakasih"ucap Anita
Membuat Aldo tersenyum lalu menarik Anita kedalam pelukannya.
EHEMMMMMMM
Suara deheman keras mengagetkan mereka berdua yang tengah berpelukan,seketika itu mereka dengan cepat melepas pelukan lalu menoleh ke samping melihat siapa yang berdeham,wajah anita sudah memerah karena malu beda dengan aldo bersikap biasa tapi sebenarnya aldo juga merasa malu dan canggung
"Enak ya peluk-peluk" Ucap pak de
"Kayaknya mereka harus dinikahkan sekarang deh" sambung Bude
"Iya baru ditinggal sebentar udah peluk-peluk gitu" Sambung pak de lagi
"Apa lagi nih anak perawan maiin nyosor aja" Ucap ibu anita yang masih duduk di kursi roda.
Yang jadi tersangka hanya bisa nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Emmm heheee"
"Gak usah cengar cengir nit"
"Maaf bu" Cicit anita
"Ya udah lupain,tapi harusnya kalian bisa nahan,besok juga udah Sah. kalau udah sah kan enak mau apa aja boleh dan kalau mau di bolak balik juga oke" Bukan ibu yang menjawab melainkan bude yang suka bicara ceplas ceplos. Membuat Anita wajahnya semakin merah karena malu.
"Nit,Aldo ada yang ingin kami bicarakan sama kalian" Ucap ibu dengan wajah yang serius
"Mau bicara apa bu?" tanya anita dan aldo bersamaan.
"Ibu mau kejogja setelah kamu menikah nanti_"
"Tapi kenapa?" sela anita matanya sudah berkaca-kaca
"Apa ibu sudah mempertimbangkan ini semua" Ucap aldo sambil mengelus punggung anita
"Ibu sudah mempertimbangkan nak,disana itu masih pedesaan dan ibu ingin menjalani masa pemulihan disana" Ucap ibuu
"Kenapa gak disini saja bu?anita gak mau ibu pergi" Ucap anita sudah mengeluarkan air mata
"Iya bu disini saja,nanti jika disana apakah tidak merepotkan pakde dan bude? Aldo akan mengurus kalian berdua dan aldo akan membawa perawat kerumah untuk selalu memastikan kesehatan kalian"Ucap aldo
''Ibu sungguh menghargai kebaikan kamu nak,ibu beruntung mempunyai menantu sebaik kamu,Tapi ibu tidak mau merepalotkan kalian"Ucap ibu
"Benar nak pakde dan bude tak merasa direpotkan dan akan menjaga ibu kalian. juga suasana di pedesaan cocok buat ibu kalian" Sela pakde
"Iya kalian fokus saja dulu sama hubungan rumah tangga kalian nanti,apa lagi kalian belum lama kenal,dan juga fokus membuatkan kami cucu yang embul-embul" Ucap bude ahh mulai lagi kan ngomongnya ceplas-ceplos. dan di anggukin oleh pak de dan ibu.
"Jadi keputusan ibu udah bulat Ibu akan ke jogja setelah kalian menikah,lagian kan ibu udah bisa berjalan dan jaitannya juga udah kering" Ucap ibu mantap
Melihat kesungguhan ibu ,anita dan aldo hanya bisa menghela nafas dan mengangguk menyetujui keputusan ibu.
"baik lah bu,tapi ibu harus janji selalu jaga kesehatan"
"iya kamu juga nak"
"Ibu tak perlu khawatir,Aldo akan menjaga anita" Ucap aldo.
"Iya ibu percaya sama kamu nak Aldo" jawab ibu.
" Oh ya kalian sudah makan? ini tadi aldo beli beberapa makanan,tapi sudah agak dingin seh,kalau tidak Aldo pesankan lagi" Ucap aldo
"Tidak perlu nak,mubazir kan kalau tidak di makan" Ucap Ibu lalu mereka makan malam dengan tenang.
************
Dimansion megah seorang wanita cantik sedang duduk di ruang tamu dengan memakai kaos dan juga celana hotpant,ia menaikan kedua kakinya sambil menyesap rokok dan dikeluarkan dari hidungnya dan sesekali ia menegak Bir langsung dari botolnya,entah sudah berapa botol yang ia habiskan tapi tak mampu membuatnya mabuk.
Pandangannya menatap kosong kedepan lalu menyesap rokoknya lagi dan begitu seterusnya.
CEKLEK
Pria itu menatap nanar putrinya yang tak kunjung menghilangkan kebiasaan buruknya,entah sejak kapan putrinya mempunyai kebiasaan itu.
"Sampai kapan kamu mau seperti ini?" Ucap nya dengan nada tegas dan merebut rokok yang sedang disesap putrinya.
"Lalu kau sendiri mau sampai kapan seperti ini?" Bukannya menjawab akan tetapi balik bertanya dengan nada ketus.
"Perjodohanmu dan aldo resmi dibatalkan" Ucapnya mengalihkan pembicaraan
"Jadi kau sudah tau"
"Hemm ya tadi orang tua aldo datang ke kantor papa" Ucapan papanya membuat hatinya kembali berdenyut sakit sebelum itu ia mendapat pesan langsung dari aldo, jika aldo akan menikah besok dirumah sakit,aldo meminta ia datang dan menjadi saksi. Sungguh miris harus jadi saksi dipernikahan pria yang ia cintai.
"Papa mohon cit hentikan semua ini merokok,mabuk,dan lebih parahnya kamu pakai barang haram itu" ucap pak ferdy
"Apa pedulimu? urus saja jalangmu itu" ucap citra menatap sinis wanita yang bergelayut manja di lengan papanya.
"Tutup mulutmu,dia ini calon ibu sambung mu" Ucap pak ferdy murka
"Cih Sampai kapan ku aku tiduk sudi menerima dia sebagai ibu sambungku" teriak citra
"Sampai kapan kamu begini?mana citra yang dulu" ucap pak ferdy menatap nanar putrinya
"Lalu mana papa yang dulu hah"
"Papa ingin tau kemana citra yang dulu? citra yang dulu sudah mati dan ini lah citra yang sekarang" Seru citra lalu ia pergi menuju kamarnya
Karena suasana tidak kondusif ferdy menyuruh kekasihnya pulang,seharusnya mereka malam ini mereka melepas rindu.
Ferdi menyusul putrinya di kamar,sebelum nya ia mengetuk pintu dulu. Hatinya ngilu melihat putrinya menangis di sudut ruangan tersebut dengan wajah yang tertunduk dan menekuk kedua kakinya.
"Kenapa?kenapa tak ada yang mencintaiku?" racau nya ia belum menyadari keberadaan sang papa
"Pertama mama pergi untuk selamanya lalu papa menjauh dariku dan sekarang cintaku juga pergi,mengapa? apa salah ku dan apa dosaku?" racaunya lagi diiringi isakan
Ferdy mengadahkan kepalanya menahan air mata nya yang akan keluar ia tak tau begitu menderita sang anak,karena ia sibuk dengan dunia nya sendiri.Ia mendekati citra menjajarkan posisinya lalu merengkuh tubuh citra.
"Maafin papa,papa gak tau kalau kamu menderita seperti ini" ucap ferdy mengecup puncak kepala putrinya.
"Pah,kemana pelukan hangat yang dulu aku dapatkan sewaktu aku masih kecil?
Pah,di banyak cerita yang kudengar, di banyak film yang kutonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik papanya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik papanya. Tapi papa, kenapa bahumu itu terlalu jauh untukku bersandar? Aku merindukan papa!Aku butuh tempat untuk bersandar,aku butuh perhatian, Aku kangen papa, kemana papa selama ini?Aku kesepian!
Ucap citra berderai air mata mengeluarkan segala keluh kesahnya selama ini.
DEG
Jantungny bagai di tusuk ribuan belati mendengar ucapan putrinya "Maaf" hanya satu kata itu yang terucap dari bibirnya dan Lidahnya terasa kelu.
Ayah macam apa ia ini??,ia pikir dengan memberi fasilitas mewah dan uang sudah membuat putrinya bahagia ternyata ia salah,dan ia pikir saat kepergian sang istri tercinta citra mulai beranjak dewasa dan tak membutuhkan kasih sayang lagi ternyata ia salah.Kini ia sangat menyesal dan akan memperbaiki semuanya.
"Aku selalu berusaha untuk menjadi apa yang papa mau, menjadi seorang anak yang selalu patuh dengan perintahmu. Selalu berusaha untuk membanggakanmu dengan seluruh perjuanganku dalam hal apapun. Tapi sedikitpun kau tak pernah melihatku! Apa salahku pah? Hingga aku terjebak dalam lembah hitam!"
"Maafin papa nak,maaf karena papa egois tak pernah memikirkan dirimu! yang papa pikirkan adalah kerja dan kerja majukan perusahaan.Tolong jangan benci papa,papa janji akan memperbaiki semuanya" ucap ferdy menangis dan mengecup pucuk kepalanya berkali-kali.
Andai kamu masih disini,ini semua tak akan terjadi
Aku gagal mendidik anak kita,maafkan aku sayang
"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Begitu juga perasaan anak pada papanya,Mari kita perbaiki bersama pah. Maafin citra juga karena mengecewakan papa."
"Iya sayang kita perbaiki bersama" Ucap ferdy lalu di angguki citra
Mereka berpelukan,Melepaskan segala rasa rindu membuncah apalagi citra sangat bahagia ia kembali merasakan kehangatan di peluk seorang ayah.
mohon maaf kemarin gak bisa up karena tangannya lagi sakit abis di vaksin,buat gerak aja linu bangetðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jangan lupa like,vote,dan komentarnya
makasih😘😘
love you all