Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
CARANYA??????


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


"Al astaga" Anita memijit pelipis nya saat Aldo meninggalkannya.


Aldo melangkahkan kakinya menuju meja nakas yang terletak disamping ranjang lalu ia menyambar dompet dan kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan istrinya yang berulang kali memanggilnya.


Tak ingin membuat kedua mertuanya khawatir Anita memilih tak mengejar aldo,kan lucu jika mertuanya tau ia bertengkar dengan aldo hanya karena masalah tanda cinta. Lebih baik untuk saat ini ia mengalah dan membiarkan Aldo pergi.


Mungkin ini sudah resiko dirinya menikah dengan aldo yang usianya terpaut cukup jauh. Anita yang dewasa dan mempunyai pemikiran yang matang berbeda dengan Aldo sudah dewasa akan tetapi terkadang sifatnya masih kekanakan.Anita menghela nafas sejenak,ia berpikir kedepan nyaa harus lebih sabar.


**************


"Jadi selama ini loe belum main biliyar sama istri loe? tanya Doni terkejut. Dan diangguki aldo lemah membuat Doni menggembungkan pipinya menahan tawa.


"Dan loe berantem sama istri loe hanya karena tanda dileher?" Lanjut doni tertawa terbahak.


Iya,saat ini Aldo berada di mansion Doni dan menceritakan semua hal yang ia lalui kepada sahabatnya ini.


"Puas loe ketawain gw"Ucap Aldo menatap tajam doni.


"Trus loe main senam lima jari ditemenin sama mbak Lux? Tanya nya degan nada mengejek.


"Ck,brengsek loe emang" Aldo melempar bantal sofa tepat mengenai muka Doni


"Mampus loe" Aldo tersenyum puas membuat Doni menggeram tapi masih ditahan.


"Kalo gw jadi loe nih,udah gw babat abis tuh istri,lagian ngapain pake nahan udah sah ini kan" Ucap Doni enteng.


"Bukan masalah sah nya Don,tapi seperti yang gw jelasin tadi soal dokter" Doni manggut manggut mendengar ucapan Aldo.


"Loe yang bege kan loe bisa main aman!"


"Hahh?Maksudnya?" Aldo tak mengerti ucapan Doni,


"Loe itu terlalu polos banget sih al kalo masalah beginian,kayak gw dong udah jadi master kalo masalah ranjang begini" Ucap Doni bangga menepuk dadanya.


"CK,kayak gitu loe banggain" jengah dengan ucapan doni.


"Jelasin Don,maksudnya main aman gimana?"


"Ampunn deh Al,maksud gw loe mainnya pelan perlahan,slow motion,pokoknya ambil gaya yang gak nyakitin istri loe" Jelas Doni,sumpah gedek banget dia sama Aldo yang polosnya gak ketulungan.


"Caranya gimana?"Tanya Aldo dengan polosnya membuat Doni menepuk jidatnya.


"Sini" Doni menjetikkan jarinya menyuruh Aldo mendekat kepadanya.


"Caranya_" Doni menjeda ucapannya.""CARANYA LOE CARI TAU AJA SENDIRI" Teriak Doni tepat ditelinga Aldo.


"Setan loe emang"Umpat Aldo mengusap telinganya terasa berdengung.


"Lagian otak loe isinya apa seh?,masa iya tanya caranya gimna" Ucap Doni kesal.


"Ya kan loe bisa ngajarinnya secara teori" ucap aldo masih mengusap telinganya.


"Ck,gak bisa lah masalah beginian itu harus dipraktekin"


"Ya udah praktekin aja"Ucap Aldo asal membuat Doni bertambah kesal.


"Loe pikir praktekinnya gak butuh pasangan,apa?"


"Iya udah,gw bisa jadi pasangan loe" Ucap Aldo asal lagi.


"Bangs*t loe emang.Gw masih normal" Umpat Doni.Tersadar Akan ucapannya tadi Aldo hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil memperlihatkan senyum manisnya.


"Cihh,menjijikan" Umpat Doni lagi.


"Udah gini aja deh gw kirimin sesuatu ke loe" Ucap Doni lalu mengotak atik ponselnya.


Tringg


Ponsel Aldo bunyi menandakan ada pesan masuk,lalu ia membukanya membuat mulutnya menganga lebar lalu menatap sahabatnya dan menatap ponselnya lagi,Aldo menelan salivanya kasar.


" Apa gw bilang,gak bisa di jelasin pakai teori" Ucap Doni mengejek sahabatnya apa lagi ia melihat jangkun Aldo naik turun sambil menatap ponselnya.


CK,Aldo berdecak mematikan ponselnya memasukan kedalam kantong celananya lalu berdiri dan melangkah kan kakinya menuju mobilnya.


"Woy sialan loe mau kemana?" teriak Doni


" Mau praktekin sama anita" Jawab Aldo teriak.Tanpa memperdulikan Doni.


Ngenggggggg


Aldo menekan pedal gas mobilnya tak sabar ia bertemu dengan istri tercintanya.


Tapi Saat sampai di mansion ia harus kecewa kata sang mama,Anita sedang keluar bersama sahabatnya Amel.Gagal deh mau praktek langsung🥴🥴.


Ia berjalan lesu menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya,setelah sampai kamar ia langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.Tak berselang lama ia terlelap.


*****************


Disisi lain


Anita dan amel sedang berada di kedai es krim di pusat perbelanjaan.


"Jadi kamu berlum pernah begituan sama Aldo"? Tanya amel tak percaya.


"Iya kan tadi aku udah jelasin dari A-Z" Ucap Anita.


"Salut banget sama Aldo,bisa nahan gak takut tuh senjatanya karatan" Ucap Amel cekikikan sambil menikmati satuk cup es krim ditangannya.


"His kamu ini mel"


"Trus selama ini kamu gak bantuin Aldo buat nuntasin?" Tanya amel lagi.


"Hah?? Maksudnya mel?


"Dasar perawan tua polos" Seru Amel membuat Anita cemberut mendengarnya.


"Kamu masih punya tangan dan mulut kan?" tanya amel kesal.


"Ya punya lah,kamu bisa lihat sendiri" Ucap Anita menggerakkan kedua tangannya dan menunjuk mulutnya.


"Maksud aku ,kan kamu bisa bantu Aldo dengan tangan dan mulut kamu" Ucap Amel membuat Anita semakin bingung.Dan akhirnya Amel menjelaskan secara detail untung saja saat itu kedai eskrim sepi pengunjung,hanya ada beberapa pengunjung itu pun jaraknya jauh jadi tak ada yang mendengar obrolan mereka.


"Udah ngerti belum?"


"Kalo untuk tangan udah ngerti tapi kalo untuk yang satu belum ngerti" ucap Anita


"Gini aku kasih tau caranya" Ucap amel lalu ******* eskrim nya seolah-olah itu adalah sesuatu benda yang sangat nikmat. Anita bergidik ngeri membayangkan nya.


"Stopp mel,aku agak risih ya kalo yang satu ini" Ucap Anita.Membuat amel menghela nafas.


"Kalo untuk hal begini itu gak ada kata jijik nit,buang jauh-jauh rasa jijik kamu itu,emang kamu mau Aldo nyari kepuasan diluar sana_" menjeda ucapannya sejenak.


"Untuk saat ini aldo masih bisa menahan tapi gak tau hari berikutnya bagaimana kan??bisa aja Aldo jajan diluar sana,emang kamu mau?" Ucap Amel menasehati Anita.


Anita mencerna ucapan amel. Ada benarnya juga.pikir anita.


"Ingat Nit,cowok punya satu ***** tapi tidak bisa nahan,beda sama cewek punya seratus ***** tapi bisa nahan" lanjut Amel membuat Anita bungkam karena yang diucapkan amel semuanya benar.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya


Love you all💗💗