Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Gak cukup sekali


Hentakan terakhir keduanya pun menggeram bersama menandakan jika sudah mencapai pelepasan.


"Sayang terimakasih" Ucap Aldo tak lupa mengecup seluruh wajah Anita. Kemudian merebahkannya disamping istrinya dan merengkuh tubuh istrinya dalam dekapannya.


Rekor,2 jam 30 menit. Batin Aldo bersorak.


"By,aku lelah" Ucap Anita saat Aldo menggerayanginya dan bibir Aldo menciumi lehernya.


"Satu kali lagi,please9. Aku janji akan melakukannya dengan pelan" Rayu Aldo,gairahnya mencuat saat melihat tubuh polos sang istri,apalagi Anita semakin terlihat seksih dengan perut buncit nya.


"Tapi,aku sangat lelah" Bahkan ia saja masih mengatur nafasnya yang masih terengah setelah percintaan beberapa menit yang lalu.


Anita sampai heran dengan tenaga suaminya itu yang sangat kuat dan tahan lama.


Bukankah itu yang dicari setiap wanita ? Percintaan yang kuat dan tahan lama apa lagi kalau buyung nya gede makin puas aja deh. 😅


Itu lah Aldo gak cukup melakukan sekali,Suaminya itu akan puas jika sudah melakukannya berkali-kali.


"Boleh ya Yank?" Rayu Aldo,tangannya sudah meremat kekenyalan istrinya,membuat gairah istrinya bangkit lagi.


"Ughh,By. Aku sudah gak tahan" Ucap Anita terbata saat merasakan tangan Aldo bergerak liar di bawah sana.


Anita ingin menolak tapi tubuhnya berkata lain,bahkan kini ia tak sadar jika sedang memegang Ular sawah Aldo,membuat Aldo menggeram nikmat.


Aldo bersorak sorai saat ia berhasil membangkitkan gairah sang istri. Dan pertempuran ronde kedua pun terjadi.


🌷🌷🌷🌷


Sementara itu setelah Ferdi dan Diana pamit pulang kini tinggal lah Sanjaya dan Rosma.


"Kok,lama banget ya ?" ucap Rosma cemas. Kemudian melirik jam dinding.


"Apanya,Mah?" Tanya Sanjaya.


"Udah hampir setengah sepuluh,Pah. Tapi Aldo dan Anita belum turun juga".


"Dan Aldo apa tidak berangkat ke kantor?".


"Hem,biarkan saja Mah mereka mungkin sedang menikmati waktu berdua" Jawab Sanjaya.


"Mama,khawatir coba aku cek dulu" Ucap Rosma beranjak dari duduknya tapi segera dicegah oleh Sanjaya.


"Kenapa sih" Tanya Rosma Sewot.


"Jangan mengganggu mereka".


"Lha memang kenapa?" Tanya Rosma.


"Emm,mereka sedang itu" Sanjaya menyatukan kedua tangannya kemudian menggerakkannya. Rosma tau bahasa isyarat itu,membuat wajahnya bersemu.


"Ih,dasar anak itu" Gerutu Rosma,ia jadi malu sendiri.


"Mereka sedang melepas rindu" Ucap Sanjaya, Sungguh pengertian sekali papa mertua ini.


Sedangkan di dalam kamar utama Aldo masih berpacu diatas tubuh Anita,keringat membasahi keduanya. Aldo seolah tak mempunyai rasa lelah.


Sedangkan Anita menikmati dan mendesah saat Aldo terus menghujamnya dengan sangat lembut dan membuatnya semakin menggila,ingin lagi dan lagi.


Begitu pula dengan Aldo yang tak ingin cepat berakhir,ia ingin selalu memberi kepuasan kepada istri tercintanya. Jika dirinya puas maka Anita juga akan sangat puas,begitulah pemikiran Aldo.


"Menungging,Yank" Ucap Aldo serak,kemudian Anita menuruti permintaan Aldo.


Blesshhh


Saat keperkasaan Aldo masuk dari belakang,rasanya sangat berbeda,sungguh sangat nikmat dan daerah intinya terasa sangat penuh.


Aldo merasakan sensasi yang sangat luar biasa saat bermain dari belakang,rasanya lebih menjepit dan menggigit hingga membuatnya tak tahan untuk berlama-lama.


"Uhhh" Aldo menggeram tertahan saat sudah sampai puncaknya. Tangannya pun meremat bongkahan sintal milik istrinya


Cairan kental berwarna putih itu meluber hingga menbasahi sprei saat Aldo menarik Ular sawah dari sarangnya.


Nafas keduanya terengah dan peluh membasahi tubuh keduanya,kemudian Aldo mengambil boxer nya yang tergeletak di lantai dan memakainya.


"Ayo,kita bersihkan diri dulu" Menggendong Anita yang sudah lemas tak berdaya menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Aldo menggendong Anita lagi dan merebahkannya di Sofa.


"Tunggu disini dulu,aku akan membereskan kekacauan itu" Ucap Aldo,menatap tempat tidur yang sudah seperti kapal pecah.


Anita hanya berdehem sebagai jawabannya karena tubuhnya sangat lelah dan mengantuk.


Aldo membersihkan kekacauan itu dengan cepat bahkan ia mengganti sprei sendiri dengan mudah dan juga membawa sprei itu ke tempat cuci baju.


Pelayan terpongoh-pongoh saat melihat Aldo memcuci Sprei sendiri.


"Tidak,apa-apa Mbak,saya bisa melakukannya sendiri" jawab Aldo ramah dan sopan.


Aldo tidak membiarkan orang lain mencuci sprei yang ada bekas percintaanya dengan istrinya.


Rasanya sangat tidak sopan jika menyuruh orang lain.


"Tapi,tuan ini sudah menjadi tugas saya" Ucap pelayan itu menundukan.


"Sudah,tidak apa. Lebih baik kau kerjakan perkerjaan lainnya" Ucap Aldo. Pelayan tersebut hanya bisa pasrah.


"Baik,Tuan mohon maaf dan permisi" Ucap Pelayan itu dengan sopan.


Setelah selesai mencuci Sprei,Aldo menuju dapur untuk mengambil sarapan karena perutnya sudah keroncongan.


"Mei,buatkan aku dan istriku sarapan,jangan lupa nanti diantar kekamar" Ucap Aldo kepada Mei kepala pelayan disana.


"Baik,Tuan" Jawab Mei.


Aldo sudah memasuki kamarnya,pemandangan menyejukan hatinya saat melihat istrinya terlelap di sofa dengan posisi miring dan tangannya menjuntai kelantai.


"Pasti kamu kelelahan" Ucap Aldo mencium seluruh wajah sang istri dan juga perutnya yang membuncit.


"Anak papa,sehat terus ya" Mengelus perut Anita,kemudian Aldo menggendong Anita dan merebahkannya di tempat tidur perlahan tak lupa ia menyelimuti Anita hingga sebatas dada.


Tak berselang lama ada ketukan pintu dari luar.


"Permisi tuan,saya membawakan sarapan Anda,"


"Masuk saja Mei" seru Aldo.


Ceklek


"Letakkan diatas meja Mei" Ucap Aldo yang tengah duduk di tepi tempat tidur sambil memperhatikan wajah istrinya yang terlihat tenang.


"Silahkan Tuan,saya permisi" Pamit Mei,tak lupa menutup pintu kembali.


Kemudian Aldo sarapan dengan cepat.


"Ah,sial ! bagaimana aku bisa melupakan metting penting ini" Gerutu Aldo.


Drrt Drtt


Ponsel Aldo berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Halo Mel-"


"Kau itu bagaimana sih? Jam segini belum datang ? para klien sudah menunggu sejak tadi" seru Amel disebrang sana.


"Sorry,gw lupa"Jawabnya enteng.


Sedangkan Amel disebrang sana sudah sangat kesal dengan tingkah Bos barunya.


"Setengah jam lagi aku sampai"


"Kau gila !! setengah jam lagi? pokoknya gak mau-"


Tut


Aldo memutuskan sambungan telponnya.


"Dasar suara toak" Umpat Aldo. "Telingaku rasanya pengang sekali".


Setelah selesai sarapan Aldo bergegas memakai pakaian kerjanya kembali.


"Aku berangkat kerja dulu,Yank" Pamit Aldo kepada Anita yang masih terlelap tak lupa dirinya melabuhkan kecupan hangat di bibir dan perut sang istri.


"Papa kenapa tidak mengingatkan ku jika hari ini ada meeting para pemegang saham?" Gerutu Aldo saat melihat papanya sedang bersantai.


"Tadinya sih mau kasih tau tapi kamunya lagi asik menunggang kuda" Sindir Sanjaya dan tatapannya tak beralih dari koran yang ia baca.


Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar sindiran dari sang papa.


"Jangan lupa pasang peredam suara" Seru Sanjaya,saat melihat Aldo melangkahkan kakinya.


Aldo mendengus kesal saat mendengar ucapan Sanjaya tapi ia juga merasa malu.


Jangan lupa likenya dan komentarnya😘


Mampir juga kelapak Doni dan Citra