
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
Follow IG me @Thalindalena
SELAMAT MEMBACA
Setelah selesai sarapan Aldo meminta izin pada istrinya untuk mengecek Kafenya.
"Aku ikut ya,By". Rengek Anita.
"Sayang aku cuma sebentar" Ucap Aldo karena ia beberapa kali menghubungi Doni tak ada jawaban. Aldo ingin membicarakan perihal proyek pembangunan Kafe dan Hotel untuk Anita.
Kemana sih? Gak kayak biasanya. Batin Aldo masih memegang ponselnya kemudian Aldo mengirim pesan singkat untuk Doni.
"Pokoknya aku ikut. Titik!!!".
"Sayang-".
"Ya udah kalau gak boleh. Aku tidur tengkurap nih". Ancam Anita membuat Aldo pasrah dengan keinginan sang istri tercinta.
Bisa-bisa anaknya penyok jika istrinya tidur tengkurap.
"Yess makasih,By". Tak lupa memberi beberapa kecupan untuk Aldo.
Tak berselang lama mereka berangkat menuju Kafe dan tak membutuhkan lama mereka sampai tempat tujuan.
Ada beberapa pegawai menyapa Aldo dengan sopan dan tak lupa Aldo memperkenal kan Anita sebagai istrinya.
Kafe family terlihat ramai pengunjung di pagi hari,karena lokasi yang strategis tempatnya juga nyaman dan ada hiburan gratis juga seperti Band atau penyanyi yang terkenal seperti saat ini yang kedatangan Band papinka yang tengah menghibur para pengunjung Kafe di panggung depan sana.
Para pengunjung sangat Antusias mendengarkan setiap alunan lagu dari Band panpinka.
Ya. Aldo memang setiap Seminggu Tiga kali menghadirkan Penyanyi papan atas dari Jakarta untuk menarik pengunjung.
"Ganteng banget ya,By" Ucap Anita menatap Vokalis papinka dengan berbinar.
"Masih gantengan aku"Jawab Aldo ketus.
"Suaranya juga merdu".
"Suara ku juga sangat merdu" Jawab Aldo dengan kesal lalu menarik Anita menuju ruang kerjanya yang ada di lantai atas.
"Beraninya kamu ya memuji pria lain didepanku!!" Ucap Aldo kesal dengan berkacak pinggang dan menatap Anita tajam.
"Berarti kalau dibelakang kamu boleh ya" Ucap Anita menggoda suaminya yang sudah marah karena cemburu.
"Sayang!!!" Terdengar penuh penekanan.
"Ya,By?" Anita membalas dengan nada yang menggoda dan suara lembutnya itu terdengar menggitik ditelinga Aldo,membuat sesuatu dibawah sana langsung tegak.
"By?" Anita berjalan mendekati Aldo yang berdiri tak jauh darinya kemudian jari lentik itu mengusap halus rahang kokoh dan tegas itu.
Aldo memejamkan matanya merasakan usapan halus itu yang begitu memabukkan.
"Jangan memancing ku" Desis Aldo dengan suara yang sudah serak menandakan jika dirinya sudah sangat berhasrat.
Anita menggigit bibir bawahnya dan terlihat sangat menggairahkan di mata Aldo.
"Oh ****" Desis Aldo kemudian meraup Bibir seksih itu buas.
"Sudah aku katakan jangan memancingku" ucap Aldo disela ciumannya.
"Lakukan,By. Aku sangat menginginkannya" Ucap Anita dengan menatap sayu mata Aldo yang sudah berkabut gairah. Entah kenapa bagian bawahnya sudah berkedut dan terasa gatal ingin segera dimasuki oleh Aldo.
Kemudian Aldo membawa Anita ke sofa yang ada di ruangan itu dan merebahkannya perlahan.
"By,pintunya?" Anita mengingatkan jika pintunya belum dikunci,ia tak ingin kejadian di rumah sakit terulang kembali karena terciduk oleh Doni.
Kemudian Aldo beranjak untuk mengunci pintu tersebut lalu kembali menggagahi sang istri dan pertempuran panas pun di mulai.
"Kau sangat luar biasa sayang" Puji Aldo pada Anita yang semakin pandai memuaskannya dan membuatnya semakin menggila.
Anita tersenyum malu sambil terus goyang cendol diatas suaminya,karena posisi women on top sangat aman untuk ibu hamil. Dan posisi itulah yang sangat disukai Aldo.
"Kau sangat seksih sayang" Puji Aldo lagi meraup pepaya yang bergelantungan di depan matanya.
"Uh,By ahh"
"Bersama sayang"
"Terimakasih" Ucap Aldo menciumi seluruh wajah Anita.
Sedangakan diluar sana Doni menggerutu kesal saat akan mengetuk pintu ruangan kerja Aldo ia mendengar suara setan dari dalam ruangan Aldo.
"Dasar bedebah sialan,selalu saja tidak tau tempat" Gerutu Doni kemudian ia meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan kesal.
π·π·π·π·
"Lo dimana sih?" Tanya Aldo di telpon.
"Dijalan!! Kenapa?" Jawab Doni ketus di seberang sana.
"Bukannya gw nyuruh lo ke Kafe?"
"Gw udah sampai sana tapi pas sampe di depan pintu kerja lo gw dengar suara setan bersahutan" Sindir Doni membuat Aldo tergelak.
"Sory bro,abisnya Bini gw hornian semenjak hamil" Ucap Aldo membuat Doni tertegun.
Apa Citra juga begitu Hornian? Ishhh apa sih kok jadi mikirnya kesitu. batin Doni.
Pasalnya Doni merahasiakan pernikahannya dengan Citra itu pun karena permintaan Citra sebagai syarat dia mau menikah dengan Doni.
"Halo,bisa gak lo balik lagi ke Kafe?".
"Ck,iya!". Jawab Doni malas lalu memutar balik mobilnya.
Tak butuh waktu lama Doni sampai di Kafe family.
"Apa yang mau lo bahas?" Tanya Doni saat sampai diruangan Aldo? matanya melirik Anita yang sedang bergelayut manja di lengan Aldo.
Dasar pasangan BUCIN. batin Doni.
"Gw mau bahas tentang Kafe dan Hotel di Kota B,bagaimana kelanjutannya?" Jelas Aldo.
"Semua udah gw urus dan proyek tersebut sudah hampir selesai" Ucap Doni.
"Hem,oke kalau begitu. Apa perlu kita tinjau ulang?" Doni menggeleng sebagai jawaban.
"Gak perlu,Nanti kita kesana pas peresmiannya aja" Jelas Doni dan Aldo mengangguk paham.
Kemudian mereka membahas pekerjaan lainnya. Anita yang tak paham pun hanya menjadi pendengar sambil menggelendot manja di lengan kekar Aldo.
"Gw disini lama-lama gerah" Doni menatap jengah Aldo dan Anita yang tengah bermesraan. Aldo hanya memutar bola matanya malas. Sedang kan Anita hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Sirik aja lo" Cibir Aldo.
"Ya nih Doni. Makanya nikah" Ejek Anita. Doni tersenyum getir menanggapinya.
Tanpa kalian tau, gw udah nikah. Batin Doni.
Sejujurnya Doni sedikit iri dengan Aldo karena mempunyai istri yang sangat mencintai dan menyayanginya. Sahabatnya itu kini telah mendapat kebahagiaannya. Doni pun turut bahagia untuk sahabat nya itu.
Sedangkan dirinya? Seperti suami yang tidak dianggap oleh istri dan Doni tak menyalahkan Citra karena semua ini kesalahannya yang memaksa Citra hingga membuat Citra mengandung benihnya.
Wanita mana yang tidak sakit hati jika kehormatannya di renggut dengan paksa. Hingga menikah pun ia memaksa wanita tersebut.
Membuat Citra semakin membenci dirinya.
Tidak masalah karena ia ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Apakah diantara mereka ada cinta? tentu saja tidak!
Mungkin suatu saat nanti cinta akan akan hadir dengan sendirinya.
Karena Cinta datang begitu saja seperti angin yang berhembus.
Dan seperti air yang mengalir.
Cinta seperti Es yang menyejukkan Jiwa dan raga.
Cinta juga seperti pelangi yang selalu memberi warna dalam hidup. Dan juga seperti api yang bisa membakar kapan saja.
Biar isi kepala author gak butek
Jangan lupa like sama hadiahnya yaππ