
"Ayo kita kasih tau ibu jika kita akan menikah" ucap Aldo menggandeng tangan Anita dengan penuh semangat.
Mereka kembali ke ruangan IGD dimana Diana di rawat. Saat mereka sampai ada dokter yang sedang memeriksa ibu anita dan dokter tersebut terlihat cemas.
"Apa yang terjadi dokter dengan ibu saya??" tanya Anita cemas.
"Ibu anda ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi dan secepatnya harus segera melakukan transplatasi ginjal" terang dokter.
"Lakukan yang terbaik dok,berapa pun biaya nya tak masalah" ucap Aldo.
"Bukan masalah biaya pak. Tapi ini masalahnya mencari donor ginjal itu tidak mudah. Donor ginjal bisa didapatkan dari dua cara, yaitu living donor dimana ginjal diambil dari pendonor yang masih hidup dan deceased donor dimana ginjal diambil dari orang yang sudah meninggal" jelas dokter
"Kalau begitu ambil ginjal saya pak,karena saya anaknya kemungkinan besar memiliki kecocokan" ucap Anita.
"Kamu yakin?" tanya Aldo.
"Iya Al,aku gak mau kehilangan ibu" jawab Anita
sendu.
"Baiklah mari ikuti saya anda akan melakukan serangkaian pemeriksaan" ucap dokter kepada Anita.
"Baik dok,Tapi tunggu sebentar saya ing berbicara dengan ibu saya" ucap Anita.
"Ibu tenang saja ya,ibu akan sembuh dan impian ibu akan tercapai Anita akan menikah dengan Aldo" ucap Anita ke ibunya dan di jawab anggukan ibunya karena kondisi Diana saat ini sangat lemah tak bisa berbicara hanya bisa merespon dengan anggukan dan gelengan kecil.
" Al aku nitip ibu sebentar ya" ucap Anita.
"Iya. Kamu tak perlu khawatir aku akan jagain ibu" ucap Aldo.
Lalu anita menghampiri dokter yang setia menunggunya untuk mengantarkan Anita melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian tes lainnya apakah ia layak atau tidak untuk mendonorkan ginjalnya.
Saat ini aldo berada di luar kamar rawat ibu anita untuk menelpon doni
"Hallo Don,loe bisa anterin baju gw ke rumah sakit xxx sekarang?"
"_____"
"Iya ibu anita jatuh sakit,tapi sekalian pakaian ganti buat Anita".
"_____"
"Iya gw tunggu sekarang. Makasih".
Tut
Memutuskan sambungan telpon nya lalu masuk lagi keruangan rawat ibu Anita.
"Pantas aja Anita sangat cantik,ternyata itu menurun dari ibu"ucap Aldo lalu mengajak ngobrol Diana walaupun beliau menutup mata tapi beliau masih bisa mendengar,Ia pun ngoceh ngalor ngidul terkadang tertawa.
Anita yang sudah kembali dari ruang pemeriksaan saat akan membuka pintu Ia mendengar suara orang tertawa,Ia membuka pintu sedikit dan melihat Aldo sedang mengajak bicara ibunya dan sesekali tertawa, hatinya menghangat melihat pemandangan tersebut,ia semakin yakin untuk menerima Aldo dan mulai saat ini ia berjanji akan belajar mencintai aldo. Lalu ia masuk secara perlahan.
EHEM
Suara deheman membuat Aldo menoleh lalu ia tersenyum.
"Sudah selesai,bagaimana hasilnya" tanya Aldo
"Hasilnya semua bagus Al dan besok sudah bisa melakukan transplantasi ginjal" ucap Anita.
" Kamu yakin??" tanya Aldo sekali lagi karena ia khawatir juga dengan keadaan Anita setelah transplantasi Anita akan hidup dengan satu ginjal.
"Aku beneran yakin Al,kamu kenapa? Apa kamu tak mau menerima jika aku hidup dengan satu ginjal itu artinya aku cacat Al"ucap Anita.
"Ssttttt,bukan kah aku sudah bilang,Aku mencintai mu tanpa syarat dan aku menerima mu dalam keadaan apa pun" ucap Aldo menempelkan jarinya telunjuknya di bibir Anita.
"Aku hanya khawatir dengan keadaan mu Nit"ucap Aldo sendu lalu memeluk Anita
"Maaf maaf atas ucapanku tadi" ucap Anita membalas pelukan Aldo.
"Gak apa-apa aku ngerti,tapi kamu harus janji sama aku setelah melakukan operasi nanti kamu harus menjaga kesehatan dan pola makan kamu" ucap Aldo dan dijawab anggukan Anita lalu membenamkan wajahnya di dada Aldo mencari kenyamanan disana,jujur saat ini Ia sangat takut karena akan menghadapi operasi nanti.
*********
Disana sudah ada Aldo dan Doni setia menunggu
Aldo meminta doni untuk menemaninya di rumah sakit.
"Al,aku takut" ucap Anita.
"Semua akan baik-baik saja dan aku akan terus berdoa untuk kamu dan ibu" menggenggam tangan Anita yang terasa dingin,ingin rasanya Aldo menemani kekasih hatinya ini.
Anita terus menggenggam tangan Aldo seolah tak ingin melepaskan nya sampai di depan pintu ruang operasi Anita masih tak ingin melepaskan tangan Aldo.
"Rileks sayang jangan takut apa lagi tegang nanti tekanan darah mu malah naik" ucap Aldo memberi semangat dan memanggil Anita dengan sebutan sayang. Membuat Anita tersipu. Dan para suster yang menyaksikan nya pun di buat baper oleh pasangan tersebut apa lagi Doni melihat sahabatnya ini menjadi bucin hanya menggelengkan kepalanya.
"Percaya padaku semua akan baik-baik saja"ucap Aldo lagi.
"Aku mencintaimu" bisik Aldo sambil melepaskan tangan Anita perlahan,membuat para suster tersenyum.
"Permisi dulu ya mbak dan mas mesra-mesraannya ditunda dulu,didalam sana ibu diana dan para tim dokter sudah menunggu"ucap salah satu suster.
"Baiklah sus,maaf" ucap Aldo lalu suster mendorong brangkar Anita ke dalam ruang operasi dan salah satu suster lainnya menutup pintu.
Setelah beberapa saat lampu operasi menyala bertanda operasi segera di mulai
Di luar Aldo berjalan mondar mandir membuat Doni kesal.
"Al loe bisa duduk gak sih,dari tadi mondar mandir kayak setrikaan" ucap Doni kesal.
"Gw tau loe cemas tapi ini dimakan dulu loe dari tadi pagi belum makan apa-apa" ucap Doni sambil menyodorkan paper bag berisi makanan.
"Mana bisa gw makan Don,sedangkan di dalam sana ibu dan calon bini gw sedang bertaruh nyawa,loe ngerti gak sih" ucap Aldo lalu duduk di samping Doni.
"Wihh gercep juga loe,udah calon bini aja nih" ucap Doni sambil terkekeh
"Ya lah emangnya loe,mainnya celap celup doang" sindir Aldo.
"Aisss sialan loe,tau aja sih hahahaahaaa" bukannya marah mendengar sindiran Aldo tapi Doni malah tertawa terbahak.
"Diem loe gw lagi cemas begini,malah ngajak bercanda" ucap Aldo lalu berdiri dan mondar mandi lagi.
" Makan dulu Al,nanti loe malah sakit,trus kalo loe sakit yang ngejagain Anita siapa? Atau loe mau gw yang jagain calon bini loe? Hem?" ucap Doni sambil menaik turunkan alisnya.
"Jangan harap loe!!"ucap Aldo menyambar paper bag yang ada di tangan Doni,lalu ia membuka paper bag yang berisi makanan itu dan memulai memakannya.
" Dasar Bucin"
"Bodo amat"
"Ntar kalau loe ketemu belahan jiwa loe gw sumpahin loe lebih bucin dari gw" ucap Aldo kesal.
Setelah menunggu lima jam lamanya akhirnya lampu di atas pintu ruang operasi meredup itu artinya Operasi sudah selesai. Tak berselang lama Dokter keluar melihatnya Aldo langsung menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana dok Operasinya lancar ?? Dan apakah calon istri dan calon ibu mertua saya baik-baik saja?"tanya Aldo beruntun.
"Al loe tanya nya satu-satu,dokternya jadi bingung mau jawab yang mana dulu" ucapa Doni.
"Alhamdulillah,Operasinya berjalan dengan lancar dan dua-duanya baik- baik saja" ucapan dokter membuat Aldo bernafas lega lalu sujud syukur.
"Alhamdulillah ya allah,terimakasih ya dok"ucap Aldo lalu menyalami dokter.
"Iya sama- sama pak,sebentar lagi pasien akan di pindah kan ke ruang perawatan tapi menunggu mereka sadar dulu karena masih terpengaruh obat bius" jelas dokter.
"Baik dok,saya mau mereka di pindah ke ruang VIP. Saya ingin yang terbaik untuk mereka" ucap Aldo.
"Baik pak" ucap dokter.
jangan lupa like,vote dan komentarnya ya
makasih😘
love you all😘