Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Pertemuan


Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tidak terasa Salwa pergi tanpa meninggalkan Jejak dan juga kabar.


Sepuluh tahun sudah, Ken mencari keberadaan gadis itu dan di bantu oleh ayahnya dan juga Opa Ferdi namun hasilnya tetap nihil.


Kenzie Aidyn Sanjaya sudah menjadi pria dewasa yang sangat tampan dan juga sudah menjabat menjadi seorang CEO Sanjaya Grub, kini usianya sudah 27 tahun,tapi ia masih betah dengan kesendiriannya.


Bukan betah! Tapi, ia masih menunggu kedatangan Salwa sampai saat ini.


Entah seberapa besar cintanya kepada gadis itu.


Di hati ini masih terpatri namanya dan sampai kapanpun akan seperti itu.


Nyesek kan ?


"Bang, ngelamun aja." Kai menepuk pundak Ken. Pria itu tengah duduk di sudut Kafe Family.


Ya. Semua Kafe dan hotel milik Aldo kini di serahkan kepada Kailan dan untuk perusahaan Sanjaya Grub di berikan kepada Ken. Mereka mengelola semua itu dengan sangat baik dan di tangan mereka perusahaan dan Kafe berkembang pesat.


Bahkan kini Nama Kenzie dan Kailan masuk jajaran pengusaha yang sukses di negara tersebut.


"Masih mikirin Salwa?" Tanya Kai. Dan Ken hanya mengangguk.


"Udah deh, mending lo move on. Masih banyak kok Cewek cantik dunia ini." Ucap Kailan menyemangati Kakaknya.


"Ck! Sok bijak lo. Lo sendiri kenapa malah jadi pebinor dan merebut bini orang?" Sindir Ken kepada adiknya.


"Sudah gue bilang ratusan kali! Kalau gue bukan pebinor." Kesal Kai.


"Heleh! Ngeles kayak bajai!" Omel Ken.


"Terserah! Lagian bini gue cantik dan seksoy." Ungkap Kailan memuji istrinya.


"Ck! Dasar bucin!"


"Yeh, dari pada lo bujang lapuk !" Balas Kai,tergelak.


Sedangkan Ken hanya mendengus kesal.


Ken menopang bertopang dagu di Kafe tersebut,lalu tatapannya menelusuri setiap sudut Kafe yang terlihat Ramai di malam itu.


Matanya tiba-tiba membola ketika melihat seorang gadis cantik berhijab memasuki Kafe dengan di gandeng seorang pria memakai seragam loreng khas TNI.


"Salwa?"


Kailan yang sedang memainkan ponselnya pun menoleh dan mengernyit heran.


"Ngaco lo." Ucap Kailan.


"Lihat sebelah sana." Ken menunjuk gadis berhijab yang tengah duduk bersama seorang pria berseragam loreng.


Mata Kailan juga membola seketika, ketika melihat gadis tersebut.


"Serius nih? Mata gue enggak picek kan?" Tanya Kailan sambil mengucek matanya berulang kali.


"Bang! Siapa yang ada di sampingnya?" Tanya Kailan.


"Tidak tahu! Dan ini tidak bisa di biarkan." Ken sudah emosi lalu beranjak dari duduknya tapi segera ditahan Kailan.


"Bang tahan dulu. Lo suka gitu emosian!"


"Diem lo!" Sahut Ken kesal, lalu beranjak dari duduknya dan menuju tempat duduk Salwa berada.


Ken mengepalkan kedua tangannya ketika melihat Salwa tertawa bahagia dengan pria yang ada di dekatnya tersebut.


Tapi sebisa mungkin ia menahan emosinya. Agar kejadian yang dulu pernah terjadi tidak terulang lagi. Ia tidak ingin kehilangan gadisnya lagi.


Akhirnya setelah 10 tahun berpisah, ia di pertemukan kembali dengan gadis tersebut.


"Sal?" Panggil Ken pelan, ketika berada di dekat meja gadis itu.


Gadis tersebut menoleh begitu juga pria yang ada di dekatnya.


"Ya?" Ucap Gadis tersebut,heran dengan pria tampan yang memanggilnya.


"Kamu kenal sama pria itu, Sayang?" Tanya Pria yang memakai baju loreng tersebut.


Deg


Mak Jleb sakit banget di hati💔