Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Aku hamil mas


Satu bulan kemudian


Anita dan Aldo terlihat bingung karena Ken tidak mau meminum asi nya ditambah lagi Ken tak mau berhenti menangis.


"Anak papa kenapa?" Tanya Aldo sambil mengusap-punggung Ken.


"By,apa Baby Ken sakit ? Ayo kita bawa kerumah sakit" Suara Anita bergetar karena tak kuasa menahan tangisnya.


"Ada dengan cucu Oma ?" Tanya Rosma,memasuki kamar anaknya.


"Aku tidak tahu mah,dari tadi nangis terus dan tidak mau minum asinya" Ucap Anita terisak.


"Mungkin Baby Ken kangen sama Encus ?" Ucap Sanjaya juga terlihat panik saat melihat cucunya menangis hingga suaranya serak.


"Coba mama buatkan susu formula,mungkin dia bosan dengan asinya" Ucap Rosma,lalu membuat susu formula untuk Cucunya.


"Nah ini coba berikan" Rosma membarikan botol susu itu kepada Aldo.


Benar saja baby Ken langsung lahap meminum susu dari dot itu.


"Kamu bosen ya nak sama susu mama ?" tanya Aldo.


Baby Ken hanya menatap wajah sang ayah dan bibirnya menghisap dot itu dengan rakus.


"Aneh,kenapa Baby Ken tidak mau minum asiku ?" Anita terlihat sedih.


"Mungkin yang dikatakan mama benar,jika Baby Ken bosan" Ucap Aldo,dan membuat Anita semakin sedih.


Rosma terlihat berpikir sejenak.


"Kapan kamu terakhir dapat tamu bulanan ?" tanya Rosma pada Anita.


"Aku terakhir,astaga -." pekik Anita,lalu membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


"Sepertinya,setiap malam aku tidak pernah libur berkunjung" Aldo menyahuti dan mendapat pukulan dari Sanjaya.


"Dasar bodoh kalian !" Kesal Rosma.


"Mah ?" Anita terlihat sudah lemas.


"Iya kemungkinan besar terjadi,maka dari itu Baby Ken tidak mau menyedot asimu karena dia tahu didalam perutmu ada adiknya" Rosma sampai memijat kepalanya.


"Maksud mamah,istriku hamil ?" Aldo sangat bahagia mendengarnya.


"Bagaimana kamu bisa segirang itu ? Sedangkan Baby Ken baru berusia 4 bulan !".


"Tentu saja aku sangat bahagia karena aku di beri rejeki lagi" Ucap Aldo senang,sambil memegangi botol susu anaknya.


"Mas,baby Ken masih kecil" Anita terlihat lesu.


"Tenang sayang,aku tahu yang kamu pikirkan. Kita akan merawat mereka tanpa kekurangan kasih sayang dari kita" Ucap Aldo menenangkan.


"Apa kamu punya alat tes kehamilan ?" Tanya Rosma pada Anita.


"Punya mah,sebentar aku ambil" Anita mengambil alat tes kehamilan di laci meja rias. Alat tes kehamilan itu dulu pemberian dari dokter keluarga saat kehamilan pertamanya.


Setelah mendapatkan alat tes itu,Anita menuju kamar mandi.


"Bagaimana ?" Tanya Aldo saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi.


"Aku hamil mas" Anita memberikan benda pipih itu kepada suaminya.


"Alhamdulillah,ya allah" Aldo sangat bersyukur.


Melihat suaminya bahagia Anita pun ikut bahagia dan sedikit lega. Begitu pula Sanjaya dan Rosma.


"Rumah ini akan bertambah ramai dengan suara tangis bayi" Ucap Rosma,lalu memeluk Anita dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


🌷🌷🌷🌷


Disisi lain Encus dan Bram tengah berpelukan setelah selesai percintaan panas mereka.


"Sayang,apa kamu besok mau ikut bersama ku ?" Encus mendongak menatap suaminya.


"Kemana mas ?."


"Ke kalimantan,menjenguk anak ku" Jawab Bram,sambil mengusap punggung polos milik istri kecilnya.


Sudah saatnya Encus mengetahui masa lalu kelam nya. Batin Bram.


"Mas ? Apa anak mas akan menerimaku sebagai-" Encus tidak melanjutkan ucapannya.


"Kenapa hem ? Ibra pasti sangat senang bertemu dengan mu karena kau juga ibunya" Ucap Bram,mengecup kening Encus.


"Mas,pasti mantan istrimu sangat cantik" Ucap Encus,membuat Bram tersenyum getir.


"Kau akan tahu saat melihatnya nanti,dia wanita yang sangat baik" Ingatan Bram menerawang kejadian beberapa waktu yang lalu saat ia menyakiti Siska baik fisik maupun batin wanita itu.


Hati Encus sedikit resah saat mendengar Bram memuji wanita lain.


"Aku telah menyakitinya terlalu dalam hingga dia pergi dari hidupku" Ucap Bram terdengar jika pria itu larut dalam penyesalannya.


"Lalu kenapa mas tidak mencoba memperbaiki nya ? Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan" Ucap Encus,mengelus rahang berbulu suaminya itu.


"Itu tidak mungkin terjadi,Sayang".


"Kenapa tidak ?" Jawab Encus.


"Jika aku berbaikan dengannya,aku tidak mungkin bertemu dengan istri kecilku yang cantik ini" Bram mencubit gemas pipi istrinya.


"Ih,mas sakit tahu !"


"Habisnya gemes banget sama kamu".


"Eh,mas mau apa ?!" Pekik Encus saat Bram sudah berada diatasnya.


"Satu ronde lagi boleh kan ?" Bram menyeringai,lalu membuka kedua kaki istrinya dengan lebar kemudian ia melesakkan tobak sakti kedalam inti istrinya.


"Uhh,mas" Dessah Encus,saat tombak sakti itu mengobrak-abrik area intinya.


"Yah,Sayang".


"Auhh ahh, pelan-pelan mas".


"Maaf,aku terlalu bersemangat".Ucap Bram di sela aktifitasnya.


Bram mencium bibir Encus dengan rakus dan mencecap puncuk bukit kembarnya yang kini mulai membesar.


"Ahh" Encus mengerang panjang saat ia mencapai pelepasan.


"Apa kau siap mengandung anakku ?" Tanya Bram.


Encus mengangguk mantap.


"Lakukan mas,aku siap".


"Lalu sekolah mu ?" Tanya Bram sambil terus berpacu diatas tubuh istrinya.


"Aku bisa melakukan home scholing jika aku hamil" Jawab Encus dan membuat Bram puas.


"Aku mencintai mu sayang" Bram terus menghujam istrinya dengan buas.


"Aku juga ahh masss" Encus mencengkram punggung Bram saat ia mencapai pelepasan yang kedua kali.


"Move" Bram menarik senjata nya,lalu mengangkat tubuh istrinya berada diatasnya.


"Bergeraklah sayang" Kini posisinya terbalik,Encus yang memimpin permainannya.


"Ah,mas aku lemas" Racau Encus tapi ia terus bergerak di atas tubuh suaminya.


Melihat istrinya terlihat sudah lelah,Bram membaringkan istrinya lagi tapi kali ini ia memasukinya dari belakang.


"Ah,sayang. Ini sangat sempit" Racau Bram dan memukul bongkahan sintal itu berulang kali.


"Ahh,bersiaplah menerima benihku sayang.! Bersiap lah !" Erang Bram dan menghujamkan begitu dalam kedalam ini tubuh istrinya.


Nafas keduanya terengah-engah dan ini kali pertama Bram menyemburkan benihnya ke dalam rahim Istrinya.


"Terimakasih" Bram mencium kening Encus.


"Sama-sama mas" Encus mulai memejamkan matanya.


"Ah mas kau mau menbawaku kemana ?" Encus terkejut saat tubuhnya terasa melayang.


"Membersihkan sisa percintaan kita sayang" Bram mengerling nakal.


"Mas,jangan macam-macam. Aku sudah sangat lemas" Encus tahu jika suaminya ingin minta tambah.


"Diamlah sayang,bukankah kau ingin cepat ounya anak jadi kita harus bekerja lebih keras" Bram meletakan tubuh istrinya di dalam bathup.


Dan berakhirlah mereka bercinta lagi di dalam bathup. Erangan dan Desaahan menggema di dalam kamar mandi itu.


Bram menggempur istrinya hingga lemas tak berdaya.


"Sekali lagi terimakasih sayang". Ucap Bram setelah mencapai pelepasan.


"Minggir mas ! Kau sangat menyebalkan" Encus menepis tangan suaminya yang tengah menyabuni bukit kembarnya.


"Tapi kamu suka buktinya kamu ah uh ah".


"Mas !!".


Punya suami kayak Om Brewok mungkin udah letih,lesu dan lunglai🤣🤣😝😝


Jangan lupa like,vote dan hadiahnya🌹🌹😘😘