
Salwa berlari menuju kelasnya dan mengambil tas punggungnya,kemudian gadis itu segera keluar dari kelas tanpa di ketahui siapapun sebab kondisi kelas kosong karena masih jam istirahat sekolah.
Reyhan berlari menuju kelas Salwa tapi sialnya ia telat karena Salwa sudah pergi dari sekolah tersebut.
"Sial ! Ini semua karena ulah Kenzie !" Umpat Reyhan sambil meremat rambutnya.
Disisi lain Kailan masih memarahi Kenzie di kantin,walaupun usianya lebih muda dari sang kakak tapi pola pikir Kailan lebih Dewasa.
Tidak seperti Kenzie yang Arogant dan tidak bisa mengotrol emosinya dan sifat itu diturunkan dari sang papa Aldo.
"Sekarang gw tahu,kenapa lo selalu mengatai jika Salwa cewek murahan !" Ucap Kailan terdengar menyindir saudaranya.
"Ck ! Tahu apa Lo !" Sentak Kenzie.
"Heleh,selama ini lo cemburu kan ? Kalau Salwa deket dan senyum sama cowok lain ?"
"Enggak usah sok tahu tentang kehidupan Gw !"
"Cih ! Apa lo lupa jika kita ini saudara ? Dan gw tahu sifat lo itu kayak gimana jika sedang berbohong seperti saat ini lo selalu mengelak !" Balas Kailan,membuat Kenzie diam tapi hanya sesaat.
"Inget kata gw baik-baik dan tanamin di otak lo itu ! Gw Kenzie tidak pernah suka atau jatuh cinta dengan yang namanya Salwa ! Ingat itu !" Ucap Kenzie tegas dengan penuh penekanan,kemudian ia belalu begitu saja.
"Dan gw berani bersumpah jika suatu saat nanti lo akan menjilat ludah lo sendiri." Ucap Kailan,sambil menatap punggung Kenzie yang mulai menjauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah peristiwa yang terjadi di kantin sekolah pada waktu itu sosok Salwa tidak pernah terlihat lagi.
"Sudah hampir sebulan,tapi gw tidak dapat kabar apapun dari Salwa." Ucap Reyhan,sambil meminum jus jeruknya.
"Hem,gw sudah cari tahu dan juga datang kerumahnya tapi Om Bram tidak pernah memberi jawaban." Jawab Kailan.
"Lo sepemikiran gak sih sama gw ?" Tanya Reyhan.
Kailan yang tengah mengerjakan tugasnya pun mendongak dan menatap Reyhan kemudian mengangguk.
Ya. Saat ini Reyhan tengah berada di rumah Kailan untuk mengerjakan tugas bersama dan juga sekaligus membahas tentang hilangnya Salwa.
"Entah,gw juga bingung. Apa kita meminta bantuan Opa Ferdi saja ya?" Tanya Kailan,ia merasa sudah sangat frustasi.
"Kenapa gw enggak punya pemikiran sampai kesana ya." Jawab Reyhan.
"Itu karena lo begok !" Balas Kailan tergelak.
"Sialan lo!" Umpat Reyhan.
Tanpa mereka sadari,ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka di balik tangga.
"Mungkinkah lo pergi karena kata-kata kasar gw?" Tanya Orang tersebut pada dirinya sendiri.
Entah kenapa ia merasa sangat bersalah kepada Salwa dan juga di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa kehilangan dan tidak bersemangat lagi dalam menjalani harinya.
"Gw gak bisa diam begini." Ucapnya kemudian ia berjalan perlahan,menaiki anak tangga dan menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil.
"Eh,Ken ? Kamu mau kemana ?" Tanya Anita ketika melihat putranya membawa kunci mobil di tangannya.
"Mau main mah." Ucap Ken,sedikit gugup.
"Main kemana ? Bukannya kamu itu paling malas dengan yang namanya main?" Tanya Anita penuh selidik. Karena ia hafal betul dengan putra sulungnya itu, lebih memilih membaca buku seharian dari pada bermain dengan teman-temannya.
"Em,itu aku ada urusan sebentar di luar." Ucap Kenzie beralasan dan juga gugup. Kemudian ia mengecup pipi ibunya dengan cepat.
"Bye,Mam." Seru Kenzie sambil menuruni anak tangga dengan tergesa.
"Ih,anak itu." Gumam Anita sambil menggelengkan kepalanya.
Nah kan,kalau sudah tiada terasa🎉🎉
Pengen pites kepala Kenzie😡😡
Dukung terus karya author ya 😘😘🙏