
Seperti apa yang dikatakan Aldo siang tadi,jika dirinya akan mengundang Bram makan malam.
"Selamat malam Bram" Sambut Aldo saat Bram sudah memasuki rumahnya.
"Wah,ada acara apa nih. Tumben ngundang segala" Ucap Bram,tersenyum lalu bertos dengan Aldo.
"Enggak ada acara apapun. Memangnya harus ada acara dulu ya kalau mau mengundang lo kesini" Ucap Aldo,sambil menuntun Bram menuju Ruang makan.
Diruang makan sudah ada Anita,Rosma,Sanjaya dan beberapa pelayan yang membantu menata makanan diatas meja makan.
"Oh,hai Bram kau sudah datang " Ucap Anita saat melihat suaminya dan Bram berjalan beriringan. Bram menghampiri Rosma dan Sanjaya untuk mencium tangan mereka dan barulah ia membalas sapaan Anita.
"Hai,Hot Mommy" Canda Bram,menyapa Anita.
"Ehem" Aldo berdehem sambil melirik tajam Bram.
"Santai aja kali Bro ! Bercanda doang" Ucap Bram terekeh, sambil menepuk Punggung Aldo.
"Sudah-sudah. Ayo kita makan dulu" Rosma mengajak semuanya untuk makan karena memang sudah waktunya makan malam.
"Lo nyari siapa ?" Tanya Aldo saat melihat Bram celingukan.
"Anak mu mana ?"
"Anak apa anak nih yang dicari ?" Goda Rosma menimpali dan berhasil membuat Bram salah tingkah.
"Ada di kamar,lagi dinina boboin sama Encus" Jawab Anita dan disahuti Bram dengan O saja.
Padahal dalam hati Bram sangat ingin melihat gadis remaja itu.
Setelah mengobrol sesaat,mereka mulai memakan malamnya.
"Perut ku kenyang sekali" Bram menepuk perutnya tiga kali saat sudah selesai makan malamnya.
"Lo kayak gak pernah makan satu minggu" Ucap Aldo,menggelengkan kepalanya karena Bram menambah sampai dua kali.
"Habisnya makanannya enak banget,membuatku jadi lupa diri". Jawab Bram,dan membuat semua orang tertawa.
Setelah selesai makan malam,Aldo,Bram dan Sanjaya menuju keruang tengah untuk membicarakan bisnis.
Sedangkan Anita dan Rosma membantu pelayan untuk membereskan meja makan.
"Bagaimana bisnis kalian?" Tanya Sanjaya.
"Semua aman, Om" Jawab Bram dan diangguki Aldo.
"Oh iya,anak kamu gimana kabarnya ?" Tanya Aldo.
Jadi tuan brewok sudah menikah. Batin Encus saat mendengarkan pembicaraan mereka.
Saat Encus sudah menidurkan Baby Ken,gadis itu turun kebawah menuju dapur untuk mengambil minum.
Tapi saat didapur ternyata ada Anita dan Rosma yang menyuruhnya untuk membawakan kopi untuk tamu di ruang tengah.
Dan saat akan sampai diruang tengah,ia mendengar suara pria yang sangat dikenalinya. Dan ternyata benar jika orang itu adalah Tuan Brewok.
Kenapa hati ini sangat perih. Batin Encus. Padahal ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Bram tapi entah kenapa hatinya seperti di cubit dan tidak percaya dengan kenyataan ini.
"Permisi,tuan-tuan ini kopinya" Encus berusaha untuk menampilkan senyumnya sambil meletakan tiga cangkir kopi itu diaatas meja.
"Terimakasih" ucap Bram sambil menatap wajah Encus yang terlihat murung.
Dia kenapa ? .Batin Bram.
"Terimakasih ya Encus" Ucap Sanjaya.
"Iya Opa" Jawab Encus tersenyum lalu pamit undur diri.
Setelah Encus pamit undur diri,ketiga pria itu melanjutkan Obrolannya.
"Bram,aku tahu jika kau menyukai gadis muda itu" ucap Aldo terlihat serius,membuat Bram dan Sanjaya terkejut.
"Dasar pedofil" Sindir Sanjaya.
"Kau tahu dari mana ?"
"Tidak penting tahu dari mana,Apa kau serius dengannya ?".Tanya Aldo.
"Tapi apa aku pantas bersanding dengannya ? Lihat dia cantik muda sedangkan aku ?" Ucap Bram lesu sambil menyandarkan punggungnnya di sandaran Sofa.
"Jangan berkecil hati,lihatlah diriku dan Anita. Perbedaan umur kami sangat jauh tapi lihat kami sangat bahagia" Ucap Aldo,memberi semangat kepada Bram.
"Iya,aku melihatnya. Kau bucin akut" Cibir Bram,terkekeh.
"Dasar sialan kau !" Menendang kaki Bram.
"Tapi papa melihat Encus sepertinya juga tertarik padamu,hanya saja gadis itu masih terlalu polos untuk menyadari perasaanya" Ucap Sanjaya.
Bram yang tadinya sudah lesu pun kini semangat kembali saat mendengar Ucapan Sanjaya.
"Dasar bucin" Kali ini Aldo yang mencibir saar melihat Bram semangat 45.