
Memeluk Samuel sudah menjadi kebiasan Ara jika dibonceng oleh laki-laki itu. Namun, baru kali ini Samuel sama sekali tidak ketus padanya, bahkan Samuel sendiri yang menawarkan diri dengan alasan takut jatuh.
Senyuman Ara mengembang setelah motor berhenti tepat di parkiran sekolah SMA Angkasa. Dia turun dan menyerahkan helm pada tunangannya.
"Selamat pagi kak," sapa Ara riang pada teman-teman tunangannya.
"Pagi neng cantik, mau selingkuh sama gue nggak?" balas Ricky mengedipkan matanya menggoda.
Sontak Ara mengelengkan kepalanya. "Nggak mau, nanti dimarahin Abang!"
"Jiah mampus, ditolak sama bocil!" ledek Rayhan tertawa puas.
Dito yang sejak tadi diam saja segera menepuk pundak Ricky prihatin. "Untung lo nggak diterima, noh liat pawangnya ngeliatin kayak pengen nelan hidup-hidup," ucap Dito menunjuk Samuel yang tengah menatap Ricky tajam.
"Ehe, makasih Ra udah nolongin gue," cengirnya seraya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Ara nolongin apa, kak Iky?" tanya Ara dengan polosnya.
"Masuk!" perintah Samuel dengan wajah datarnya. Inilah yang Samuel tidak suka jika Ara bertemu teman-temannya. Ara sudah lemot dan bodoh, jika dipertemukan dengan Dito, Ricky dan Rayhan maka akan semakin bodoh.
"Masuk ke mana?" tanya Rayhan.
"Ra!"
"Iya Abang," sahut Ara. Gadis imut itu meraih tangan Samuel dan menciumnya kemudian berlalu pergi.
"Anjir, udah kayak bapak nganter bocil kesekolah!" ledek Rayhan hingga membuat inti Avegas tertawa kecuali Samuel.
Karena ketua mereka belum datang, alhasil Inti Avegas menunggu lebih dulu. Parkiran yang tidak pernah sepi jika ada Rayhan dan Ricky, kini semakin ramai ketika motor sport merah melintasi pagar dan berhenti tetap di samping motor Samuel.
"Anjay, pasangan bucin yang lain datang," seru Rayhan. "Selamat pagi bu ketu." Dia memberi hormat dan dibalas senyuman oleh Salsa.
"Jangan senyum!" tegur Azka pada pacarnya.
"Apa sih Ka, cuma senyum doang juga," sahut Salsa. "Gue masuk duluan ya," pamit gadis berambut sebahu itu.
"Jangan lari, ntar jatuh," ucap Azka mengusap kepala Salsa sekilah sebelum berlalu.
"Dahlah, lama-lama gue diabetes njir," gerutu Keenan segera meninggalkan parkiran.
"Uhuy, cembukur-cembukur!" teriak Rayhan penuh kesenangan. Padahal itu adalah hal sensitif bagi ketuanya.
***
"Milo!" teriak Ara ketika berada di ambang pintu. Edgar yang dipanggil segera mendongak dan melempar senyumnya. Segera mengeser tasnya agar Ara bisa duduk.
"Ara bermalam di rumah Abang," jawabnya tanpa ada rasa malu. "Milo udah sarapan?"
"Udah."
"Syukurlah, Ara hari ini nggak bawa bekal."
"Nggak usah bawah bekal buat gue Ra. Ntar gara-gara gue lo ribut lagi sama El. Lo mau temenan sama gue aja udah senang banget," balas Edgar dengan senyuman, hendak mengusap kepala Ara. Namun, urung saat teringat pembicaraanya semalam dengan Ara.
Tidak ada kontak fisik baik pegangan tangan sekalipun.
Edgar mengepalkan tangannya tepat di atas kepala Ara.
"Kenapa Milo?"
"Ah nggak ada. Tugas lo udah belum?"
Ara langsung membulatkan matanya, tidak lupa menepuk kening sendiri. "Ara lupa ngerjain tugas karena ciuman sama Abang!" pekik Ara langsung panik. Untung saja di dalam kelas hanya mereka berdua.
Ara langsung saja mengelurkan buku matematikanya tanpa memperdulikan ekpresi Edgar yang sedikit terkejut.
"Milo, bantuin Ara!" pintanya.
"Ciuman?" ulang Edgar masih dengam wajah terkejutnya.
"Ciuman ...." Ara langsung membekap mulutnya sendiri karena bocor, padahal Samuel sudah melarangnya.
"Ra?"
Ara mengelengkan kepalanya. "Ara nggak ciuman, Ara semalam cuma nonton orang ciuman di hp Abang," ralatnya.
"Oh nonton." Edgar menganggu-anggukkan kepalanya. "Jangan nonton lagi, lo masih bocil. Lagian itu nggak baik buat otak lo."
"Iya," lirih Ara langsung fokus pada bukunya. Pipinya sedikit memerah karena kembali teringat dengan kejadian semalam. Diam-diam dia mengigir bibir bawahnya.
"Ra, nggak ada waktu buat jelasin. Lo salin punya gue aja! Nanti jam istirahat gue jelasin di perpus." Edgar menyodorkan bukunya pada Ara.
Mata pelajaran matematika ada di jam pertama, dan Ara juga telat datang. Memberi contekan sesekali tidak masalah. Pikir Edgar.
...****************...
Jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.