Lost Love

Lost Love
Part 77 ~ Mimpi buruk


Terjaga semalaman membuat Samuel sangat mengantuk pagi harinya, hingga dia memilih tidur di dalam kamar daripada harus jalan-jalan dihari libur.


Lagi pula tidak ada yang spesial di hari liburnya kali ini. Jika dulu Ara akan berkunjung ke mansion dan menganggunya, maka kali ini tidak lagi.


Samuel mulai merasakan kehilangan perlahan-lahan dan itu sangat menyakitkan. Kali ini dia tidak ingin mengikuti egosnya di mana Ara harus selalu berada di sekitarnya.


Biarkan gadis itu menghindar asal tidak bertemu secara langsung dengan Sagara. Marah mendapatkan fakta Ara pacaran dengan Sagara? Jangan ditanya lagi bagaimana marahnya Samuel.


Tapi tidak mungkin dia mengamuk pada Ara dan membuat gadis itu semakin tertekan. Ara melakukan itu untuk melindunginya meski tidak perlu.


Kali ini Samuel ingin menghargai semua pergorbanan Ara untuknya. Apa lagi setelah mendengar nasehat demi nasehat yang diberikan oma Jelita.


"Jangan buat perempuan menangis Nak, apalagi Ara. Perempuan itu butuh kasih sayang buka kekerasan apalagi bentakan. Kalau kamu nggak cinta sama Ara, setidaknya perlakukan dia dengan baik. Hargai selagi ada biar nggak menyesal dikemudian hari."


Itulah kata-kata yang diberikab Oma Jelita beberapa hari yang lalu.


"Ara!" teriak Samuel sangat kencang hingga terdengar sampa keluar kamar.


Laki-laki itu langsung terduduk dan mengatur nafas yang memburu. Dia mengusap wajahnya kasar berulang kali.


"Hanya mimpi," gumam Samuel seraya meneguk segelas air yang dia ambil di atas nakas.


Entah apa yang terjadi jika mimpinya benar-benar menjadi nyata. Mungkin bukan cuma membunuh, tapi Samuel akan bunuh diri karena tidak becus menjaga Ara.


Atensi Samuel teralihkan pada pintu yang terbuka lebar. Di sana wanita paruh baya tengah berdiri, mungkin mendengar teriakannya tadi.


"Kenapa Sayang?" tanya Fany berjalan mendekati putranya.


Bukan hanya dia yang mendengar teriakan Samuel, tapi beberapa pelayan juga mendengar sakin kencangnya.


"El nggak papa," jawab Samuel.


"Mimpi buruk tentang Ara Nak?"


"Coba telpon Ara Mam!" perintah Samuel.


Fany yang memang berencana menelpon calon menantunya segera menghubungi gadis imut tersebut. Panggilan yang langsung dijawab membuat Samuel sedikit mendengus, karena Ara sejak beberapa hari terakhir sengaja tidak menjawab telponnya.


"Pagi Sayang, udah sarapan?"


"Udah Mam, Ara lagi nonton tv," jawab Ara di seberang telpon.


"Kamu baik-baik aja Nak? Bisa ke mansion nggak, mami kangen banget sama Ara."


"Mami mau ketemu Ara?"


"Ara nggak bisa ke mansion Mami. Gimana kalau Mami temenin Ara jalan-jalan, tapi jangan ajak Abang!"


Sontak Fany melirik putranya yang tengah serius mendengarkan pembicaraan.


"Ara lagi musuhan sama Abang? Dia ngapain calon mantu mami lagi, kok suaranya gitu," tanya Fany.


"Ara tunggu di rumah Mami."


Tut


Setelah sambungan telpon terputus, Fany menatap putranya terang-terangan.


"Kenapa lagi ini?"


"Ara baik-baik aja?" tanya balik Samuel tanpa ingin menjawab pertanyaan maminya.


"Baik."


"Baguslah." Samuel beranjak dari duduk dan masuk ke kamar mandi. Dia menyuruh maminya untuk menelpon Ara hanya untuk memastikan gadis imut itu baik-baik saja.


Perasaanya sedikit tidak enak setelah memimpikan Ara juga Sagara baru-baru saja. Samuel membilas wajahnya cukup lama di kamar mandi hingga terasa segar. Berjalan menuju kandang Jack ketika tidak menemukan maminya lagi.


Mungkin wanita paruh baya itu menemui Ara. Jika benar, Samuel akan sedikit tenang, karena maminya tidak pernah pergi tanpa pengawal ya diutus oleh Daren.


Menjadi istri dari Aktor yang cukup populer pada masanya, Fany sering kali mendapat sorotan media, terlebih setelah Daren memilih hiatus dan fokus diperusahaan saja.


"Jack!" panggil Samuel.


Merasa dipanggil, harimau yang tengah tiduran di bawah pohon segera mendekati pemiliknya. Duduk diam ketika Samuel mengelus kepalanya penuh kasih Sayang.


"Pengen makan manusia nggak?" tanya Samuel dan dijawab auman oleh Jack.


"Kayaknya Sagara cocok deh jadi santapan lezat," gumam Samuel.


"Ngeri bro pembicaraan lo pagi-pagi."


Samuel menghela nafas panjang mendengar sahutan tersebut. Entah, tapi sepertinya Rayhan lagi gabut hingga ada di mansion jam 9 pagi.


"Kemana lo semalam?"


"Ada yang lebih lezat Jack," ucap Samuel membuka kandang Jack, hingga harimau itu menghampiri Rayhan.


"Anjir, daging gue pahit goblok!"