
Setelah melihat kepergian Sagara, Rayhan segera melepaskan cengkramannya di pundak Samuel. Sejak tadi laki-laki wajah dingin itu ingin menghampiri Sagara, namun Rayhan melarang karena jika itu terjadi. Bukamnya menyelesaikan masalah, maka masalah yang baru akan datang dalam hubungan keduanya.
"Sana temuin Ara!" Rayhan mendorong punggung Samuel, membuatnya mendapat tatapan tajam.
"Maksud lo apa, hm?" kesal Samuel.
"Bukan apa-apa, gue cuma nggak mau lo nyari masalah. Lo kalau emosi tuh goblok!"
"Ngomong apa lo tadi?" Samuel berbalik dan langsung menarik kerah baju Rayhan, membuat laki-laki playboy itu sedikit sesak.
Rayhan memegang tangan Samuel agar tidak terlalu kencang mencengkram. "Memangnya gue ngomong apa tadi?" tanyanya.
"Goblok!"
"Nah itu lo tau."
"Sialan ...."
"Hay Ra," sapa Rayhan membuat Samuel langsung menoleh. Dia mengambil kesempatan tersebut untuk kabur dari sepupunya.
Samuel mengepalkan tangannya erat-erat melihat kepergian Rayhan, bisa-bisanya dia tertipu oleh laki-laki itu.
Dia berdehem sebentar, lalu berjalan memasuki rumah Ara yang ternyata pemiliknya masih ada di depan rumah.
"Abang?"
Samar-samara Samuel mendengar suara Ara, namun dia tidak berhenti. Tetap malanjutkan langkahnya menghampiri setiap jendela yang ada di rumah gadis imut tersebut.
Tidak lupa Samuel mengunci semua jendela dari dalam yang biasanya dibiarkan terbuka begitu saja.
Setelah lantai dasar selesai, Samuel melakukannya juga di lantai dua terutama kamar Ara.
"Abang ngapain kerumah Ara?"
Lagi, Samuel menghiraukan pertanyaan tunangannya. Menutup pintu balkon dan merusak kuncinya hingga tidak bisa dibuka lagi.
"Abang?"
"Jangan buka pintu kalau udah lewat jam 6 sore, siapapun itu!" perintah Samuel.
Karena tidak bisa melidungi 24 jam, Samuel memutuskan untuk memperketat kemanan rumah Ara. Seperti yang dia lakukan tadi, merusak semua kunci jendela hingga balkon agar Sagara tidak bisa menerobos masuk begitu saja.
Samuel menempelkan sesuatu di salah satu vas bunga yang ada di dekat lemari Ara.
"Ganti baju di kamar mandi!"
"Kenapa Ara harus ganti baju di kamar mandi?"
"Ganti baju di kamar, gue bisa liat," jawab Samuel kembali meletakkan benda kecil di salah satu boneka Ara.
"Abang nyimpen apa?"
"Gue nggak bisa kalau lo terus ngehindarin gue," jujur Samuel tidak ingin menatap Ara dengan wajah bingungnya.
Memang sebelum menjemput Ara di rumah sakit tadi, Samuel mampir ke sebuah toko untuk membeli kamera pemantau juga alat penyadap yang di khususkan di kamar Ara.
Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk saat ini. Samuel percaya Ara akan baik-baik saja selama tidak membukakan pintu untuk Sagara.
"Abang suka sama Ara?" tanya Ara dan ikut duduk di samping Samuel.
"Nggak."
"Terus kenapa Abang takut kak Saga masuk kerumah?"
"Karena lo dalam bahaya karena gue."
"Abang kasian sama Ara?"
"Hm."
Ara tersenyum kecewa, ternyata harapannya terlalu tinggi mengira Samuel perhatian karena mencintainya.
"Ara boleh nyerah?"
"Nggak!"
"Ara mau ...."
"Gue ngantuk." Tanpa izin, Samuel membaringkan tubuhnya di sofa, menggunakan paha Ara sebagai bantalan. Dia memejamkan matanya tanpa peduli dengan respon yang Ara berikan.
Sudah cukup dia menjauh, hatinya terasa panas melihat Ara memeluk Sagara tadi. Kalau saja Rayhan tidak mencegahnya, maka perkelahian sudah terjadi beberapa menit yang lalu.
Samuel senyum tipis ketika merasakan elusan di kepalanya. Dia seperti ingin menghentikan waktu agar momen ini tidak berlalu begitu cepat. Dia merindukan semua tentang Ara.
Baru seminggu Ara tidak mengajaknya bicara, dia sudah seperti kehilangan dunianya.
"Abang mau pergi sama Ara?" tanya gadis itu masih mengelus rambut Samuel. Bukan hanya laki-laki itu yang rindu, dia juga. Hanya saja rasa takutnya jauh lebih mendominasi.
"Jauhi Sagara, gue janji bakal baik-baik aja!" pinta Samuel.
"Orang tua Ara?"
"Gue janji lo nggak bakal kehilangan mereka." Samuel merubah posisinya memeluk pinggang ramping Ara. "Gue ngantuk," gumam Samuel dan memilih benar-benar tidur, terlebih dalam posisi seperti itu dia merasa sangat nyaman.
...****************...
Bagi namanya yang ada di bawah, lansung Dm otor di Ig @Tanti005 atau Fb, @Susanti tanti.
Bagi yang belum dapat jangan berkecil hati, doakan rezeki otor lancar dan ngadain Giveaway di novel selanjutnya🤗