Lost Love

Lost Love
Part 21 - Ara tunangannya Abang


Di dalam kamar bernuansa pink ke putih-putihan, seorang gadis tengah duduk di depan meja riasnya. Gadis imut itu tengah mengoleskan salep dan pergelangan tangan juga rahangnya yang memerah akibat ulah Samuel.


"Padahal Ara cuma mau nolongin Edgar, kenapa Abang harus marah dan mukul Ara?" gumam gadis itu tidak mengerti.


Saat di dalam mobil tadi, Samuel mencengkram rahangnya cukup kuat hingga meninggalkan rasa sakit, dan Ara tidak mengerti kenapa laki-laki berwajah dingin itu melakukannya.


Atensi Ara terlihkan dari pantulan cermin ketika mendengar ponselnya di atas meja berderin, gadis itu langsung menjawabnya.


"Edgar kenapa telpon Ara?" tanya Ara setelah menjawab panggilan dari Edgar.


"Lo udah sampai rumah? Baik-baik aja kan?" tanya Edgar balik seperti ingin memastikan sesuatu.


"Iya udah, tadi dianter sama Abang. Edgar juga nggak papa-papa kan? Edgar udah ke dokter?"


"Udah Ra, makasih mau khawatirin gue. Oh iya, lo udah makan belum?"


"Udah tadi makan sama Abang sebelum pulang. Edgar, udah dulu ya, Ara mau ngerjain tugas," pinta Ara.


Setelah mendapatkan balasan, Ara segera memutuskan sambungan telponnya kemudian berjalan menuju ranjang. Dia merebahkan tubuhnya sembari mencari akun instagram Samuel.


Senyuman Ara mengembang setelah mendapatkan apa yang dia ingingkan, tidak menunggu lama dia langsung saja mengfollow Sasa.


Ara: Ini Sasa pacarnya Abang?


Ara meletakkan ponselnya diatas kasur, sesekali memperhatikan benda pipih itu jika ada notifikasi.


***


"El, mau kemana kamu sore-sore seperti ini?" tanya Fany ketika melihat putranya telah rapi padahal baru pulang.


"El ada urusan sebentar Mi."


"Mau jalan-jalan sama Ara ya?" tebak Fany mengulum senyum.


"Hm, El pamit dulu." Samuel langsung saja mencium punggung tangan maminya sebelum pergi.


Jelas jalan-jalan dengan Ara adalah hal mustahil yang mungkin terjadi dalam hidup Samuel. Sore ini laki-laki berwajah dingin itu sengaja pulang cepat dari markas hanya untuk menjemput Sasa yang akan pulang kursus sebentar lagi.


Samuel melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju tempat kursus Sasa, dan memarkirkan motor tersebut tepat di depan gadis cantik yang tengah menenteng tasnya.


"Udah lama?" tanya Samuel setelah membuka kaca helm.


"Baru aja keluar, Mas pacar tepat waktu. Aku belum mau pulang, jalan-jalan yuk!" ajak Sasa dan dijawab anggukan oleh Samuel.


Laki-laki dingin itu memakaikan helm pada Sasa penuh hati-hati berbeda saat bersama Ara. Dia melajukan motornya seraya menikmati angin sore, terlebih sejak tadi tangan Sasa melingkar di pinggangnya.


"Mas pacar nggak ada balapan lagi?"


"Oh kirain ada, Sasa mau ikut."


Motor Samuel berhenti dipinggir dermaga yang sering kali dia kunjungi bersama Sasa. Berjalan beriringin hingga paling ujung dan duduk di sana seraya menikmati matahari tenggelam.


Berbagai cemilan ada di dekat mereka sebagai pelengkap.


"Senjanya cantik, aku suka," ucap Sasa penuh senyuman.


Gadis cantik itu melepaskan genggaman tangan Samuel ketika mendengar notifikasi ponselnya.


"Kenapa?" tanya Samuel.


"Nggak ada, cuma mau ngecek hp doang."


Sasa langsung membuka pemintaan chat dari seseorang bernama Ara yang berada paling atas. Baru kali ini ada perempuan yang Dm, biasanya laki-laki.


Ara: Ini Sasa pacarnya Abang?


Sasa mengernyitkan keningnya tidak mengerti.


Sasa: Bang Sagara?


Balas Sasa dan menunggu balasan dari seberang.


Ara: Abang El


Sasa: Samuel?


Ara: Iya, kamu pacarnya Abang ya?"


Alis Sasa saling bertaut, tanpa membalas gadis itu langsung mengepoi akun Ara dan hanya terdapat satu foto di sana.


Tangan lentik yang tersemat cincin berlian diserai emot hati di captionnya.


Sasa: Iya aku pacarnya El, kamu siapa? Kok panggil Abang?


Ara: Ara tunangannya Abang. Maafin Ara ya udah ganggu kamu, Ara cuma mau nanya aja. Sasa suka sama Abang?


Sasa: Jangan ngaku-ngaku, pacar aku nggak punya tunangan!


Sasa langsung mastikan ponselnya dengan dada bergemuruh hebat, dia menatap matahari yang hampir tenggelam dengan persaan berkecamuk di hatinya.


"Kenapa diam?" tanya Samuel.


"Mas pacar, kenal Ara?"