
Samuel bersujud tepat di hadapan maminya, tanpa peduli pecahan kaca yang kini telah mengores kaki putih laki-laki dingin itu.
Dia mendongak dengan tatapan memohon, mengenggam tangan Fany. "El mohon, beritahu El dimana keberadaan Ara mami!" pinta Samuel dengan suara seraknya.
Fany mengelengkan kepalanya dan mengusap rambut acak-acakan Samuel. "Gimana caranya Nak? Kalau mami tau, nggak mungkin mami biarin kamu tersiksa seperti ini. Sekarang, baik Deon maupun Kirana tidak bisa dihubungi, mereka benar-benar telah pergi jauh," lirih wanita paruh baya itu.
Fany menarik tangan Samuel agar berdiri, memeluk putranya sangat erat. "Kamu merindukan Ara kan? Kamu mau ketemu dia? Maka tata hidup kamu kembali Nak. Kalau seperti ini terus, bukannya bertemu kamu akan sakit." Fany terisak pilu. "Sekarang kamu makan dan minum obat ya Nak? Suhu tubuh kamu naik lagi," bujuk Fany.
Namun, Samuel mengelengkan kepalanya. "Nggak papa El sakit, kalau sakit Ara pasti nemuin El kayak dulu lagi. Ara nggak pernah bisa dengar El sakit karena dia cinta sama El," lirihnya.
"Kamu sangat tahu bahwa Ara mencintaimu juga menyangi kamu lebih dari apapun Samuel, tapi apa yang kau lukukan? Kau justru mengoreskan luka di hati gadis sebaik Ara," sahut Daren yang berdiri di ambang pintu.
Pria paruh baya itu sama sekali tidak bersimpati pada putranya setelah tahu apa yang Samuel lakukan dahulu pada Ara. Daren merasa gagal menjadi ayah yang baik. Gagal mendidik putranya menjadi pria bertanggung jawab.
Daren membalikkan tubuhnya dan meninggalkan kamar Samuel. Hanya Daren yang tahu dimana keberadaan Deon, tapi pria itu telah berjanji pada sahabatnya tidak akan memberitahukan pada siapapun, termasuk Fany.
***
Rayhan, Keenan, Dito dan Ricky berkumpul di markas hanya berempat saja. Mereka sudah bisa bersantai karena telah menyelesaiakan ujian dengan benar, tinggal menunggu kelulusan dan sebentar lagi akan menjadi mahasiswa baru.
Keenan yang berada di ujung sofa mulai mengurut pangkal hidungnya yang terasa nyeri setelah tahu apa yang terjadi pada sahabatnya.
"Nggak bisa berword-word gue," imbuh Keenan.
"Gimana ya, mau ngebela juga nggak bisa, nyalahin apalagi. El kan sahabat kita," calatuk Ricky.
"Gue senang dengar Ara pergi dari El, tapi gue sedih liat kehancuran El." Rayhan ikut menimpli.
"Anjirlah, kenapa kisah cinta inti Avegas tragis-tragis banget sih? Masalah satu aja belum selesai, datang lagi yang lain," gerutu Dito melempar ponselnya ke atas meja.
Baru saja mereka di guncangkan dengan kepergian Azka, kini mereka harus kehilangan sosok perisai yang selalu menjaga Avegas dari serangan.
Ricky, Rayhan dan Dito langsung menganggukkan kepalanya kemudian membubarkan diri.
"Eh gue lupa njir, selama ini yang bertugas nyelidikin kan El," sahut Rayhan tiba-tiba.
"Palingan juga nyimpennya di ruangan rahasia," sahut Dito berjalan mendahului Rayhan memasuki ruangan yang selalu mereka gunakan jika menyelidiki sesuatu.
Kini hanya mereka berempat yang bisa menguak kejahatan Leo, sebab Samuel telah dilanda penyesalan.
Dito mulai memfokuskan pada layar komputer, beberapa menit kemudian dia memutar kursi menghadap teman-temannya.
"Dah dirangkum semua sama El, tinggal nyari bukti tetang Leo yang sebenarnya,"
"Gue dapat!" sahut Rayhan dan Ricky bersamaan. Keduanya juga memutar kursi dan mengalihkan atensinya dari layar.
"Gue nemu rekaman saat Leo buka topengnya di tempat kejadian," imbuh Rayhan.
Laki-laki itu memperlambat gerakan video yang dia dapatkan, dan disana tertera dengan jelas senyuman jahat Leo menatap mobil dinas ayah Salsa yang terjung ke jurang.
"Anjir banget, kenapa nemunya setelah Azka meninggal? Andai aja bukti ini kita dapat sebelum kejadian itu, mungkin Salsa nggak harus kehilangan Azka," gumam Keenan di akhir kalimatnya.
Sebagai wakil, laki-laki itu merasa gagal menjaga ketuanya dari orang-orang jahat. Yang paling terpukul dengan kepergian Azka adalah Keenan dan Samuel.
Sebab kedua laki-laki itu tidak peka dengan kode yang diberikan Azka malam saat penembakan terjadi.
...****************...
Kalau ada yang kurang mengerti sama konflik inti Avegas, baca cerita "Cinta dan Masa lalu." saja ya. Soalnya disini cuma fokus pada kisah Samuel dan potongan cerita cinta masa lalu dari sudut pandang kehidupan Samuel dan Ara😘