Lost Love

Lost Love
Part 76 ~ Menjagamu adalah tujuanku


Ara mengurungkan niatnya untuk berbaring ketika deringan ponselnya terdengar. Pergerakan tangan yang hampir menjawab telpon terhenti ketika tahu siapa pemilik nomor tersebut.


Ragu dan takut, Ara memutuskan untuk tidak menjawabnya. Namun, suara deringan itu kembali memenuhi kamar bernuansa pink putih tersebut. Dengan rasa takut, akhirnya dia memutuskan untuk menjawab telpon.


"Lo ngindarin gue sekarang?" Suara berat dan tedengar kesal langsung Ara dengar dari seberang telpon.


Gadis imut itu mengelengkan kepalanya padahal sang penelpon tidak mungkin melihat.


"Ar-ara nggak ngehindarin Kakak. Sekarangkan Ara pacar kak Saga," jawabnya sedikit gugup.


"Bagus, ternyata lo nggak sebego yang gue kira."


Hening, Ara menundukkan kepalanya, hanya mendengar suara Sagara saja sudah membuatnya gugup.


"Mau tidur?"


"Iya Ara mau tidur, tapi nggak jadi karena kak Saga telpon. Hari ini Ara nggak ketemu Abang kok, jadi kakak nggak perlu ancam Ara," ucapnya sesuai isi hati.


"Kak Saga mau temenan sama Ara?"


"Maksud lo?"


"Ara sayang banget sama Abang jadi jangan ganggu Abang lagi ya. Ara nggak papa kok jadi teman dan pacar kakak. Ara bakal nurutin semua kemauan kakak."


"Secinta itu sampai rela pacaran sama gue?"


"Iya."


"Bagus, gue emang nggak salah pilih. Tidur gih!" perintah Sagara.


Ara hanya menganggukkan kepalanya tanpa merespon.


"Bilang apa?"


"Selamat malam, Ara cinta sama kak Saga," ucap Ara sesuai yang diperintah Sagara tanpa gadis itu tahu diseberang sana Sagara tengah merekan pembicaraannya.


***


"Ternyata pengorbanan lo nggak sebanding sama rasa sakit gue Ra, maaf," lirih Samuel semakin merasa bersalah pada dirinya sendiri.


Membenci Ara tanpa sebab tanpa ingin tahu sebesar apa cinta gadis imut itu terhadapnya.


Samuel merosotkan tubuhnya ke lantai seraya bersandar pada daun pintu. Dia datang kerumah Ara untuk memastikan tunangannya baik-baik saja. Samuel tidak mempercayai siapapun untuk menjaga kekasihnya, hingga dia turun tangan sendiri.


Jam 12 malam, barulah Samuel beranjak dari duduknya dan membuka perlahan-lahan pintu kamar Ara. Jam 12, sudah dipastikan Ara sudah terlelap.


Samuel mengambil kursi yang terdapat di meja belajar Ara dan meletakkan di samping ranjang tanpa menimbulkan suara apapun.


Kamar yang terang benderang membuat Samuel dengan leluasa menikmati wajah damai Ara yang terlihat sangat cantik juga imut.


Lampu kamar Ara memang selalu menyala karena gadis itu tidak suka dengan gelepan.


"Maafin gue, ini semua karena kesalahan gue. Lo harus menderita dan hidup dalam ketakutan karena gue. Gue udah berusaha ngubur perasaan gue yang sebenarnya karena gue takut kehilangan lo Ra."


"Terlepas lo nyebelin dan suka ganggu orang juga jorok, gue ngejauhin lo karena gue sadar setelah lo masuk dalam hidup gue maka lo bakal dalam bahaya. Jika bukan Sagara, maka musuh geng motor gue bakal ngincar lo kayak Salsa."


Samuel terus berbicara seorang diri, mengungkapkan isi hatinya yang tidak mungkin dia ungkapnya jika Ara sedang terjaga.


Mengakui mencinta Ara setelah apa yang dia lakukan selama ini rasanya tidak pantas dan sangat memalukan, itulah mengapa Samuel lebih memilih memendamnya seorang diri.


Terjaga Samuel terus lakukan di dalam kamar tunangannya, bahkan dia tidak pernah memejamkan matanya meski semenitpun.


Berharap Sagara datang kerumah ini untuk menemui Ara, jika itu terjadi maka akan dipastikan, dia ataupun Sagara akan masuk dirumah sakit.


Samuel merengangkan otot-ototnya ketika adzan subuh berkumandang. Laki-laki wajah dingin tersebut mengembalikan kursi pada posisinya semula dan keluar dari kamar agar Ara tidak mengetahui keberadaanya.


Dia melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Bi, jangan bilang sama siapapun kalau saya datang!" titah Samuel tegas pada bi Rini.


"Siap Den, saya nggak mungkin bocor. Mau sarapan dulu?" tawar Bi Rini.


"Buat Ara aja," jawab Samuel dan memilih berjalan keluar rumah menuju masjid yang tidak jauh dari rumah Ara. Lagi pula dia datang kerumah Ara menggunakan taksi agar keberadaanya tidak diketahui oleh siapapun. Motor miliknya ada dirumah Keenan.