Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku
57. Nasehat Rizwan


Danu memejamkan matanya, dia benar-benar marah dengan kejadian di video tersebut. Banyak sekali video selain yang di diskotek tersebut. Ada juga video Jasmin dan Dandy pergi ke hotel, juga percakapan yang menambah Danu semakin geram.


Ternyata Jasmin memang memanfaatkannya, memang awalnya dia suka pada Danu yang sangat dewasa dan seperti seorang kakak laki-laki yang menyayanginya, tetapi berubah ketika dia masuk kuliah dan menginap di acara kampus itu.


Ibunya bahkan tidak tahu kalau Jasmin berteman seliar itu dengan teman laki-lakinya. Ibunya hanya menyarankan selalu meminta barang berharga saja padanya.


Danu menunduk lama, ada isakan terdengar oleh Rizwan. Rizwan pun menepuk punggung Danu untuk menenangkannya.


"Kamu harus membuat tindakan padanya, beri dia pelajaran. Dia seenaknya saja memanfaatkanmu." kata Rizwan.


"Pantas saja dia selalu menolak jika aku ajak berhubungan. Atau selalu saja menyudahinya ketika aku baru selesai. Dia bahkan sering tidur malam ketika aku sudah tidur lebih dulu." kata Danu mengingat apa yang di lakukan Jasmin akhir-akhir ini.


"Dia itu masih remaja, darah mudanya ingin bebas melakukan apa saja. Dan kebetulan bertemu dengan orang yang salah, tapi dia menikmatinya. Jadi seperti itu, selingkuh dan berteman bebas. Dia sering menginap di kostan temannya itu." kata Rizwan lagi.


"Kamu sepertinya banyak tahu." kata Danu.


"Karena Reiga sering cerita, dia dulu menghubungimu. Tapi kamu potong, dan tidak melanjutkan lagi. Aku pikir lebih baik dia lanjutkan saja, biar nanti kamu tahu semuanya. Dan kenyataannya kan? Memang benar, dia liar dan licik. Kalau pun dia belum menikah denganmu, sudah pasti dia hidup bebas seperti itu." kata Rizwan lagi menjelaskan apa yang dia ketahui.


"Tapi kenapa kamu diam saja?" tanya Danu.


"Karena kupikir kamu perlu bukti lebih dulu. Kamu sering bertengkar dengannya, tapi selalu saja kembali mesra. Entah bagaimana dia merayumu, sampai kamu luluh lagi oleh tindakannya itu. Jadi buat apa aku katakan sama kamu? Kamu pasti akan menuduhku fitnah istrimu." kata Rizwan menjelaskan.


Danu tampak berpikir, dia memang buta. Selalu di tutupi oleh rasa cintanya yang besar pada Jasmin. Siapa pun yang tahu akan masalahnya, tentu akan mengatakan kalau Danu itu memang bodoh dan pecundang.


"Aku bingung harus bagaimana." kata Danu.


"Harus bagaimana? Tentu saja kamu menceraikan dia. Dia sudah bertindak di luar batas, membodohimu, selingkuh dan memanfaatkanmu. Apa itu tidak cukup untuk kamu menceraikan dia? Jika aku ada di posisimu, sudah aku usir dia dari rumahku." kata Rizwan karena kesal sekali pada Danu.


Membuang permata dari panti asuhan, memelihara ular berbisa. Sungguh naif seorang direktur bank harus mengalami hal buruk dan nasib pernikahan yang tidak baik. Di beri permata oleh ibunya, tapi justru di buang begitu saja.


"Aku akan pikirkan, aku tidak bisa di bodohi lagi oleh Jasmin." kata Danu pada akhirnya.


"Tentu kamu harus bersikap tegas. Kamu itu seorang direktur, bisa tegas pada bawahan. Tapi kenapa tidak bisa sama istrimu yang notabene seorang remaja yang sedang menikmati hidup bebas. Kamu ingin di perhatikan, di layani dan selalu ada istrimu di rumah. Itu semua ada pada istri pertamamu, tapi kamu memilih gadis ABG labil. Aneh sekali aku memikirkan perasaan cinta butamu itu." kata Rizwan berani menyalahkan sikap Danu.


"Kamu marah padaku? Ck, padahal ini masalahku." kata Danu mulai kesal.


"Memang itu masalahmu, tapi aku sebagai sahabat mengingatkanmu. Ada baiknya pikirkan dulu apa yang akan kamu lakukan, lebih baik kamu ceraikan Jasmin dan kejar Laras. Dia lebih kuat kamu pertahankan di banding Jasmin. Dia mengandung anakmu, lalu apa lagi yang kurang darinya?" tanya Rizwan.


"Aku tidak mencintainya." kata Danu.


"Ck, lebih baik di cintai dari pada mencintai. Sudah terbukti dengan kisahmu dengan Jasmin. Kamu di kadali anak kecil, di manfaatkan. Sedangkan sama Laras? Kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, tapi dengan berdalih kamu tidak mencintainya. Hidup tidak hanya butuh cinta, tapi suatu saat cinta akan hadir dengan sendirinya. Asal kamu menerima dia apa adanya, meski dia dari panti asuhan. Tapi sikap dan prilakunya sangat baik dan bagus menurutku, meskipun aku tidak pernah tahu seperti apa gadis bernama Laras." kata Rizwan menasehati Danu panjang lebar.


Danu diam, semua apa yang di katakan sahabatnya itu benar adanya. Tapi dia tutup mata, bahkan tidak memikirkan apa yang di lakukan Laras untuknya. Semua apa yang di lakukan oleh Laras itu yang dia inginkan. Melayaninya, ketika masih di rumahnya dia selalu menunggunya pulang. Bahkan sekarang dia sedang mengandung anaknya.


"Kejarlah istrimu itu, dia gadis yang baik menurutku. Jika aku masih bujang, sudah pasti akan aku kejar dia. Meski dia masih jadi istrimu." kata Rizwan memanasi Danu.


"Ck, jangan macam-macam kamu menikungku dari belakang." kata Danu kesal.


"Heh, dari pada dia di terlantarkan olehmu. Lebih baik aku yang menjaga dan melindunginya." kata Rizwan.


"Brengsek kamu!"


"Kenapa harus cemburu?"


"Ya sudah, kenapa harus marah?"


"Dia juga dekat dengan mantan bosnya, dan sepertinya mantan bosnya itu menyukai Laras." kata Danu.


"Tuh kan, apa aku bilang. Gadis itu baik dan banyak yang menyukainya, hanya nasibnya saja sial bertemu denganmu." kata Rizwan.


"Jangan memancingku lagi!"


"Hahah! Sebaiknya kamu selesaikan dulu masalahmu dengan Jasmin. Kamu cari cara agar dia tidak bisa merayumu lagi, tapi aku tidak yakin kamu bisa tegas sama dia."


"Kamu meremehkanku?"


"Tidak, hanya meragukanmu."


Danu menatap tajam pada Rizwan. Lalu mendengus kasar, dia memang sedang memikirkan bagaimana bicara dengan Jasmin agar tidak bisa lagi di rayu dan di bodohi. Dia akan bawa semua bukti-buktinya dan akan di perlihatkan padanya. Akan menggugat perceraian di pengadilan dengan alasan perselingkuhan.


"Aku akan merenung lebih dulu, setelah itu baru aku akan menunjukkan bukti itu padanya." kata Danu.


"Baguslah, sebaiknya lebih cepat lebih baik. Dan katakan saja sama mertuamu itu, kalau anaknya selingkuh di belakangmu." kata Rizwan.


"Ya."


"Dan kamu juga harus mengejar istri pertamamu itu sebelum dia di ambil orang." kata Rizwan lagi.


"Tapi dia tidak ada di rumah yang aku berikan padanya. Entah dia kemana." ucap Danu lirih.


"Dia tidak ada di rumahnya?"


"Ya, aku beberapa kali kesana. Dia tidak ada." kata Danu lagi.


"Untuk apa kamu mencari dia?"


"Awalnya aku ingin menceraikan dia, dan Jasmin ikut. Dia ingin melihat aku menceraikan Laras, tapi hari itu dia tidak ada. Sampai tiga kali aku kesana dia tidak ada."


"Memang dia kemana lagi? Apa mungkin ke rumah temannya?" tanya Rizwan.


"Aku tidak tahu teman-temannya."


"Ck, kalau sudah begini. Kamu akan menyesal, Danu." ucap Rizwan.


Danu menatap Rizwan dengan tatapan kesal. Selalu saja dia mencibirnya, tapi Danu diam saja. Dia memang salah, semunya tinggal penyesalan pada dirinya.


_


_


*********************