Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku
56. Fakta Di Luar Dugaan


Danu meremas foto-foto tersebut, lalu di lempar ke sembarang tempat. Dia bangkit dari duduknya dan berteriak kencang sekali, membuat sang sekretaris di luar pun terkejut. Kenapa bosnya itu berteriak tiba-tiba.


Suara gaduh pun terdengar di dalam ruangan Danu. Teriakan umpatan juga sepertinya memang masih saja keluar. Sekretaris itu bangkit dari duduknya, dia ingin melihat ada apa dengan bosnya itu.


Ceklek!


"Pak Danu baik-baik saja?" tanya sekretarisnya.


"Keluar kamu!" teriak Danu menatap tajam pada sang sekretaris.


Dia terkejut, lalu kemudian dia pun keluar dengan rasa ketakutan. Duduk kembali di kursinya dan segera menelepon seseorang.


Tuuut.


"Halo, ada apa?"


"Pak Rizwan tolong ke ruangan pak Danu. Sepertinya pak Danu sedang marah." kata sang sekretaris.


"Oke, aku kesana.:


Klik!


Sekretaris itu merasa aneh, dan juga heran. Kenapa bosnya itu tiba-tiba marah-marah. Bahkan tadi sempat dia melihat barang-barang berantakan semua di atas meja kerja Danu.


Tak lama, Rizwan pun datang dengan berjalan cepat menghampiri sekretaris. Nafasnya terengah, dia menduga itu pasti paket yang di kirim oleh Reiga. Karena sebelum pergi, Reiga menelepon dirinya.


"Ada apa dengan pak Danu?" tanya Rizwan masih terengah.


"Saya tidak tahu pak, tadi sebelum itu saya menyerahkan berkas dan amplop cokelat. Saya tidak tahu isinya apa, dan katanya itu dokumen penting. Lalu tiba-tiba saja saya dengar pak Danu berteriak kencang dan barang-barang di di dalam berantakan." jawab sekretaris itu.


Rizwan diam, sudah dia duga sebelumnya. Dia menatap pintu ruangan kantor Danu, dia belum berani masuk ke dalam.


"Saya tadi di usir juga pak." kata sekretaris lagi.


"Ya, sebaiknya kamu jangan masuk dulu. Kalau ada tamu ingin bertemu pak Danu, katakan saja pak Danu sedang sibuk atau sedang pergi keluar. Dia mungkin sedang meratapi kenyataan pahit." kata Rizwan.


"Apa itu pak?"


"Masalah pribadi, sudahlah. Kamu tidak perlu tahu banyak, bisa-bisa dia marahnya sama kamu. Kamu kerjakan tugas yang dia berikan, jangan bertanya apa-apa lagi. Nanti aku datang lagi, jika di dalam sudah tenang. Kamu telepon aku lagi ya." kata Rizwan berpesan.


"Baik pak."


"Saat ini biarkan dia merenung dulu. Jam makan siang aku akan datang lagi, percuma juga aku masuk di dalam. Karena pastinya aku akan di usir sama dia." kata Rizwan.


Sekretris mengangguk, dia baru mendengar Danu seperti itu. Laki-laki pendiam dan pembawaannya kalem serta tidak banyak bicara itu selain urusan pekerjaan, ternyata menyimpan amarah yang besar.


Sementara itu, Danu masih meratapi semua apa yang di lakukan Jasmin di belakangnya. Dia benar-benar kecewa sekali dengan istrinya. Beberapa kali bahkan tak terhitung istrinya selalu menginap di rumah teman laki-lakinya. Selalu saja dengan alasan tugas kuliah.


"Kenapa aku begitu bodoh, dia yang sangat aku cintai ternyata membodohiku. Selingkuh di belakangku dengan teman laki-lakinya. Aku selalu mengalah dan kalah ketika dia merajuk dan kesal karena selalu saja curiga. Bahkan dia bisa meluluhkan hatiku, dengan sikap manjanya." ucap Danu dalam penyesalannya.


Semua nampak tidak di mengerti bagi Danu, entah apa akan dia lakukan. Apakah akan memaafkan istrinya hanya karena jalan berdua saja?


Tapi Danu belum melihat flasgdish yang di kirim Reiga juga. Dia baru melihat foto-foto yang memang menampilkan kedekatan seperti sepasang kekasih. Belum pada hal yang lebih intim.


Sengaja Reiga merekap semuanya di flashdish itu, foto-foto hanya permulaan. Semua rekaman percakapan, video dan juga foto Jasmin ketika masuk ke hotel belum Danu lihat. Dia masih meratapi kekecewaan pada istrinya yang dekat dengan teman laki-lakinya.


Tok tok tok.


Pintu di ketuk dari luar, Danu mendongak dan melihat ke arah pintu. Pintu pun terbuka, nampak Rizwan masuk dan menghampiri Danu. Dia melihat Danu sudah tenang dari dia tahu laporan sekretaris Danu itu.


Rizwan menatap iba pada sahabatnya itu, duduk di depan mejanya. Melihat semua berserakan dan ada beberapa foto di remas dan sudah lecek. Rizwan mengambil foto-foto itu dan memperhatikan orang yang ada di foto tersebut.


"Aku sudah curiga, tapi aku tidak terlalu mengindahkannya." kata Danu.


"Aneh, anak kecil mengadali orang dewasa yang buta karena cinta." kata Rizwan mencibir sahabatnya itu.


"Diamlah, hanya berteman juga kan?" kata Danu berusaha membantah ucapan Rizwan.


"Tapi kamu belum tahu lebih lanjut dari foto-foto ini. Bisa jadi lebih dari kedekatan mereka pacaran. Atau lebih jauh lagi." kata Rizwan menebak.


"Tapi fotonya hanya berpegangan tangan dan berpelukan, kurasa itu salah ambil posisi memotret." kata Danu berusaha mengelak akan kebenaran.


"Ck, kamu belum tahu semuanya. Reiga yang tahu akan kebenaran istrimu selungkuh dan lebih jauh mereka berhubungan. Apa dia memberitahumu?" tanya Rizwan.


"Aku belum ketemu dia, dia hanya memberikan amplop saja yang isinya foto dan ...." ucapan Danu terhenti ketika mengingat ada flashdish juga dalam amplop tersebut.


"Apa?"


"Ada flashdish." jawab Danu memegang flashdish hitan di tangannya.


"Bukalah, itu sepertinya yang paling penting." kata Rizwan.


"Mungkin saja hanya foto yang sama." kata Danu, dia takut kenyataannya akan lebih pahit dari foto-foto itu.


"Ck, sini aku yang buka. Kamu cukup aku kasih tahu saja kalau tidak kuat melihat kenyataan dalam flashdish ini." kata Rizwan merebut flashdish dari tangan Danu.


"Ck, aku juga penasaran." kata Danu tak mau kalah.


Dia kesal kenapa Rizwan sepertinya meledeknya karena kebodohannya dan cinta butanya. Bahkan dia tidak suka ketika Rizwan mengatakan di kadalin oleh anak kecil. Meski itu benar adanya, tapi dia sepertinya tetlihat bodoh di mata sahabatnya.


Rizwan mengambil laptop di meja Danu, dia beralih ke kursi sofa. Agar Danu tidak merebut laptop dan membantingnya. Ada rasa penasaran juga apa isi flashdish itu, Reiga juga mengatakan kalau Danu pasti syok sekali melihat rekaman dan video yang ada di flashdish tersebut.


Di masukkan flashdish pada sambungan laptop, mencari nama file dan mengkliknya. Dia melihat ada beberapa file dan memilih mengklik video bertuliskan vanas. Rizwan tersenyum dengan nama file itu, tentu saja dia menebak file tersebut hal yang memang membuat Danu kepanasan dan kecewa berat.


Danu mempehatikan wajah Rizwan yang menatap laptopnya. Dia juga penasaran, kenapa Rizwan tersenyum.


"Apa isinya?" tanya Danu mendekat.


"Aku sedang melihat film panas. Bukan panas sih, tapi sepertinya akan mengejutkanmu." kata Rizwan.


Danu berhenti, dia takut juga melihat kenyataan kalau memang benar apa yang di katakan Rizwan itu.


"Kamu mau lihat? Ini sesuatu yang akan merubah pikiranmu." kata Rizwan lagi.


Danu menarik nafas panjang, dia diam lebih lama. Di kuatkan hatinya dan tidak akan semarah tadi, membuang semua perabot dan barang-barang di mejanya. Dia pun duduk di sebelah Rizwan, menatap ke laptop.


Rizwan mengklik kembali file yang tadi dia lihat. Danu memperhatikan, dia melihat dua pasang yang sedang berdansa dengan gerakan bebas. Laki-laki itu memeluk istrinya dari belakang dan meraba bagian intimnya itu, mengecup lehernya dan tangan satunya turun ke bawah.


Hal itu tidak di cegah oleh Jasmin, bahkan dia menikmatinya dan berbalik mencium bibir laki-laki itu sambil berjoget senang.


Darah Danu mendidih, itu di luar ekspektasinya, kenapa Jasmin seliar itu bersama dengan selingkuhannya.


"Aaaaargh!"


_


_


******************