Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku
55. Bukti


Reiga pulang ke kostannya. Hari ini dia cukupkan menyelidiki istri dari temannya Rizwan, Danu. Yang di curigai selingkuh. Dan memang kenyataannya istrinya itu selingkuh dengan teman kampusnya. Parahnya lagi, mereka sering pergi ke hotel atau menginap di kostan si laki-lakinya.


Reiga merebehkan tubuh di ranjang kecilnya. Di ATMnya ada uang lima juta transferan dari Rizwan, dia akan mengirimnya pada ibunya di kampung. Dia memang butuh uang untuk mengirim ibunya di kampung, dan kebetulan Rizwan orang yang pernah dia tolong dulu meminta bantuan untuk menyelidiki istri dari Danu, bos di kantornya.


Kini dia sudah mendapatkan bukti-bukti sejak pertama kali menyelidiki. Seharusnya sudah di serahkan dulu, tapi waktu itu di putus teleponnya entah karena apa. Dan sekarang dia mengumpulkan semua foto-foto dan juga videonya.


"Hemm, sepertinya harus ada adegan yang membuat pak Danu panas ini. Aku ngga mengerti, anak remaja seperti dia kok bisa selingkuh dan membohongi suaminya. Bahkan suaminya itu sebenarnya sangat tampan dan juga kaya, kenapa bisa di kelabui anak kecil." ucap Reiga melihat foto-foto yang ada di laptopnya.


Dia kumpulkan jadi satu dan di print out agar bisa di serahkan pada Danu. Setelah selesai, Reiga pun kembali merebahkan tubuhnya. Dia memikirkan Jasmin yang tidak habis pikir, kenapa bisa selingkuh dengan teman kampusnya itu.


"Jika di lihat, sepertinya selingkuhan Jasmin itu orang yang hanya mau senang-senang saja. Dan Jasmin adalah gadis yang gampang di ajak senang-senang dan enak-enakan. Gadis itu memang hanya ingin senang-senang saja, kebetulan suaminya kaya. Jadi dia memanfaatkan uangnya saja, sungguh naif sekali suaminya itu. Sepertinya sangat mencintai istrinya itu." gumam Reiga memandangi langit-langit kamar.


_


Reiga datang ke kantor Danu, dia belum memberitahu kalau dia akan datang ke kantor Danu. Kemarin dia mengikuti Jasmin dan Dandy di sebuah diskotek. Kebetulan dia juga pernah datang ke diskotek tersebut, jadi dia sedikit hafal di mana tempat yang aman untuk melihat setiap sudut diskotek dalam pengintaian.


Jasmin dan Dandy turun ke lantai dansa, mereka berdansa dengan bebas dan saling memeluk. Gilanya lagi, Dandy selalu meraba bagian sensitif Jasmin. Dan itu biarkan oleh Jasmin, bahkan mencium bibir dan leher Jasmin dengan puasnya.


Reiga merekam adegan itu dari dekat, sambil ikut-ikut berdansa pelan agar rekaman video itu lebih bagus. Dia merasa jijik sebenarnya, tapi demi mendapatkan bukti yang akurat. Maka dia pun melakukan rekaman tersebut dengan waktu yang cukup lama.


Setelah cukup, dia pun keluar dari diskotek tersebut dan merekapnya lagi rekaman video itu. Dan sekarang dia berada di lobi kantor Danu, banyak nasabah yang datang. Namun dia bingung mau bertanya pada siapa.


Akhirnya dia menghampiri satpam dan bertanya padanya.


"Pak satpam, pak Danu masuk kantor ya?" tanya Reiga.


"Ya, dia ada di ruangannya. Ada apa ya mas?" tanya satpam.


"Emm, bisa tidak ya saya bertemu dengan pak Danu?" tanya Reiga.


"Ooh, sepertinya tidak bisa mas. Memang penting ya?" tanya satpam.


"Penting sih." kata Reiga.


"Sebentar, saya tanya dulu sama sekretarisnya ya." kata satpam.


"Oke."


Reiga menunggu di lobi kantor, dia memegang amplop cokelat itu yang berisi foto juga flasdish berisi video juga foto-foto Jasmin dan selingkuhannya. Satpam menuju ruangan Danu dan bertanya pada sekretarisnya. Tak lama satpam kembali lagi menemui Reiga.


"Mas, pak Danu lagi ada tamu. Begini saja, kalau penting bisa saya sampaikan nanti?" kata satpam.


Reiga menimbang saran satpam tersebut. Dia mengambil tasnya dan menulis sesuatu di secarik kertas lalu di masukkan ke dalam amplop cokelat itu.


"Pak satpam, tolong ini berikan saja sama pak Danu. Ini amplop penting, jadi harus segera di berikan langsung sama pak Danu secepatnya ya. Tadi pagi saya hubungi tidak aktif ponselnya." kata Reiga.


"Oke. Ada pesan lagi?" tanya satpam lagi.


"Kalau tanya dari siapa amplop itu, katakan saja dari detektof Reiga. Heheh." kata Reiga tertawa kecil.


"Hahah! Bisa saja si mas ini. Baiklah, nanti saya langsung berikan sama sekretarisnya dan harus segera sampai di meja pak Danu kan?" tanya satpam.


"Betul sekali pak, karena itu dokumen rahasia." jawab Reiga.


"Oke, saya bawa masuk ya mas." kata satpam.


"Iya pak, terima kasih. Dan itu benar-benar harus sampai di tangan pak Danu ya." kata Reiga lagi.


"Iya."


Reiga pun keluar dari kantor Danu, dia segera pergi dengan motornya menuju tempat lain.


"Apa ini pak satpam?" tanya sekretaris Danu.


"Ini katanya dokumen rahasia, penting untuk pak Danu." jawab satpam.


"Oh, dari siapa?" tanyanya.


"Dari detektif Reiga, dia mengaku." jawab satpam.


"Baiklah, nanti saya serahkan sama pak Danu.


"Tapi katanya harus cepat mbak, dokumen penting. Tahu tuh, dia bilang begitu."


"Baiklah, sebentar lagi tamunya juga keluar kok. Terima kasih ya, dan tolong dong pak satpam. Belikan es jus ya. Jus tomat seperti biasa, dua sama pak satpam."


"Oke mbak."


"Ini uangnya ya."


"Terima kasih."


Satpam pergi, pintu ruang kantor Danu terbuka. Tampak tamu Danu itu berbincang sebentar kemudian pergi dari depan pintu itu. Sekretaris Danu mengambil amplop cokelat yang tadi di berikan oleh satpam.


Dia ikut masuk ke dalam ruangan Danu, dengan membawa berkas juga di tangannya.


"Pak, ini ada berkas yang harus di periksa. Dan ini ada titipan amplop dari satpam." kata sekretaris Danu itu.


"Simpan saja di samping berkas yang lain, tadi tamunya minta di kirimi proposal kerja sama dengan pihak asuransi. Kamu buat proposalnya dia kirim ke email asuransi Jaya Hebat." kata Danu.


"Baik pak, apa langsung sekarang di buatnya?"


"Ya, dia menunggu secepatnya proposal itu di kirim." kata Danu lagi.


"Baik pak. Kalau begitu, saya permisi dulu."


"Ya."


"Oh ya pak, itu amplop cokelat katanya dokumen penting." kata sekretaris mengingatkan.


"Ya, nanti saya periksa. Saya harus memeriksa email yang masuk dari kantor pusat, sementara kamu buat proposal dan kirim ke email Jaya Hebat. Saya yang memeriksa email dari pusat." kata Danu.


"Baik pak." ucap sekretarisnya itu, lalu dia pun keluar dari ruangan Danu.


Danu segera membuka laptopnya, belum melihat amplop cokelat yang tadi di kirim satpam. Hanya di lirik saja, namun dia penasaran apa isi amplop cokelat tersebut.


Akhirnya dia pun mengambilnya, melihat sisi keduanya tidak ada namanya. Dia pun membuka amplop itu dengan menarik benang pengaitnya, rasa penasarannya kian besar. Entah kenapa dia merasa amplop itu seperti sesuatu yang akan membuatnya terkejut..


Dia mengambil isinya, ada beberapa foto berukuran besar. Dia menariknya dan membuka satu persatu. Lalu merogohnya lagi, ada flashdish juga di sana. Kemudian membalik foto itu dan dia benar-benar terkejut.


Melihat satu persatu foto-foto itu, matanya menajam, wajahnya memerah menahan marah. Tatapannya pun seperti sebuah terkaman pada mangsanya.


"Brengsek!"


_


_


*************