Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 10


Gea menepati janji nya untuk pulang sebelum Elang. Ia sekarang sudah ada di rumah, duduk di ruang tamu sambil sibuk melihat-lihat ponsel nya.


Tak lama mobil Elang pun memasuki halaman rumah mereka. Elang sudah pulang dari kantor. Gea menyambut Elang di depan pintu dengan senyum manis nya.


"Udah lama pulang nya Ge?" kata Elang saat melihat Gea di depan pintu.


"Gak juga, aku belum lama nyampai. Tapi, masih duluan aku pulang nya kan dari kamu." kata Gea.


"Iya, bagus deh." kata Elang sambil masuk kedalam.


"Bagus apa nya?" kata Gea tidak mengerti.


"Ya bagus kamu pulang duluan dari pada aku lah. Bagus apa lagi coba?" kata Elang.


Gea diam saja, ia pergi kedapur untuk membuat minuman buat Elang. Tapi tangan nya di tahan oleh Elang.


"Tunggu Ge, tangan kamu kenapa?" kata Elang saat melihat tangan Gea.


"Gak da papa, hanya ingin pakai plaster aja." kata Gea berbohong.


"Jangan bohong sama aku, aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi Gea." kata Elang.


"Lang, aku gak bohong. Lepas kan tangan aku, aku ingin bikin minum buat kamu." kata Gea.


"Gak usah, kamu duduk aja di sini. Aku gak ingin minum, aku gak haus." kata Elang.


Gea nurut apa yang Elang kata kan, ia sedang belajar jadi istri yang baik. Walau pun rasa nya sangat sulit dan bertentangan dengan kebiasaan nya.


"Ge, jawab aku kenapa tangan kamu harus pakai plaster." kata Elang.


"Gak ada apa-apa Lang, beneran tangan aku gak kenapa-napa kok." kata Gea.


"Jangan bohong." kata Elang sambil melihat Gea dengan mata tajam nya.


"Oke, aku bilang kalau tangan ku tanya kena percikan minyak goreng. Sedikit aja kok, gak papa." kata Gea jujur.


Elang terlihat cemas, ia tidak ingin jika istri nya kenapa-napa. Apa lagi hanya untuk jadi istri yang baik untuk nya.


"Ge, mulai sekarang gak usah masak. Aku gak mau makan masakan kamu. Kamu gak perlu susah-susah belajar masak hanya untuk jadi istri yang baik." kata Elang.


"Kamu gak suka aku berusaha jadi istri yang baik. Aku ingin sama kayak mama, bisa melayani keluarga." kata Gea.


"Aku tidak perlu kamu masak hanya untuk melayani aku. Aku tidak pernah merasa kamu kurang dengan kamu tidak bisa masak untuk aku. Aku merasa cukup saat kamu ada di samping aku walau pun kamu gak bisa masak kayak mama." kata Elang.


Elang memeluk Gea, ia tahu kalau Gea susah berusaha jadi istri yang baik. Tapi ia juga tidak ingin Gea kenapa-napa.


"Kamu tidak perlu jadi wanita sejati, karna aku tidak ingin itu. Cukup kamu ada di samping aku dan jadi temani hidup ku. Tanpa masak aku juga bisa makan bukan." kata Elang.


****


Akhir nya, karna permintaan Elang. Gea pun tidak melanjut kan niat nya untuk belajar masak. Karna, kata Elang tidak penting Gea bisa masak atau tidak. Yang penting adalah, Gea bisa menemani nya dalam suka mau pun duka. Itu sudah cukup bagi Elang.


Saat ini, mereka sedang ada di kamar. Elang sibuk dengan laptop di pangku nya. Ia terlihat banyak pekerjaan malam ini.


"Banyak kerjaan ya Lang, apa di kantor lancar-lancar aja." kata Gea duduk di samping Elang.


"Yah, lumayan banyak Ge. Gak ada masalah, di kantor lancar-lancar aja kok." kata Elang.


"Oh ya, apa besok kamu mau ikut aku kekantor. Ada acara makan bersama, dalam rangka syukuran karna perusahaan kita menang tender." kata Elang.


"Boleh, apa kamu yakin mau bawa aku. Aku kan gak kerja di sana. Apa gak masalah jika aku ikut kamu kekantor." kata Gea.


"Gak lah, kamu kan juga pemilik Elga grup. Apa masalah nya kalau kamu datang, malahan lebih bagus lho Ge kalau kamu sering terlihat." kata Elang.


"Ya udah deh, aku mau ikut kamu." kata Gea.


"Ya udah, kamu istirahat sekarang. Aku masih ada kerjaan lagi nih." kata Elang.


"Emang masih banyak yang harus kamu kerja kan. Apa kamu gak capek, kerja di kantor di plus kerja di rumah." kata Gea.


"Gak lah, aku gak merasa capek sama apa yang aku kerja kan. Lagian, ini juga buat perusahaan kita kan." kata Elang.


"Aku temanin ya, biar kamu gak merasa capek ngerjain nya." kata Gea.


"Gak usah, kamu istirahat aja. Kalau kamu temani aku, malah gak akan selesai malam ini." kata Elang.


"Lho, kok gitu sih. Apa salah sama aku yang temani kamu. Kenapa gak selesai kalau aku temani." kata Gea.


"Kalau kamu temani, jelas kamu ajak aku ngobrol kan. Mana bisa aku kerja sambil ngobrol sama kamu. Yang ada, kerjaan nya gak bakalan selesai. Ada nya ngobrol terus sama kamu." kata Elang.


"Ya udah kalo gitu, aku bobok aja lah. Kamu jangan lama-lama ya, bagi waktu untuk istirahat juga." kata Gea.


Elang senyum, sedang kan Gea berpindah posisi dari duduk menjadi bari di samping Elang. Gea menutup mata nya, ia juga merasa lelah karna belajar masak. Namun gak ada hasil nya.