
Elang terlihat sangat panik saat tahu mama jatuh dan masuk rumah sakit.
"Bagaimana keadaan mama pa, apa mamam baik-baik saja. Apa ada yang serius sama mama, mama di rumah sakit mana pa?" tanya Elang bertubi-tubi.
"Mama di rumah sakit Harapan Bunda, saat ini mama sedang istirahat. Tidak ada yang serius sama mama. Hanya saja, mama mu sedikit keselo dan tidak ada yang harus di cemaskan." kata papa.
Elang melepas nafas lega, ia seakan tidak ingat lagi dengan Gea yang menunggunya. Elang menutup telfon papa dan bergeges mengambil kunci mobil.
Tapi sebelum pergi, Elang menghampiri kamar bibik dan meninggal kan pesan pada bibik. Kalau Gea mencarinya, katakan ia pergi kerumah sakit karna mama jatuh.
Ia melupakan Gea yang sedang menunggu nya di kamar. Dan tidak juga berniat membawa Gea untuk ikut bersama nya kerumah sakit. Ntah apa yang Elang fikirkan, ia langsung saja pergi dengan mobil nya.
Di kamar, Gea menunggu Elang dengan santai. Ia sudah menyiapkan dirinya dengan sesiap mungkin. Ia sudah bertekat untuk jadi istri yang terbaik buat Elang. Ia akan menyerahkan mahkota berharga nya pada Elang malam ini.
...
Di sisi lain, Elang baru saja sampai di sebuah rumah sakit. Rumah sakit yang papanya katakan saat menelfon nya tadi.
Elang bergegas masuk kedalam setelah memarkir kan mobil nya. Ia bergegas mencari dimana kamar yang papa katakan. Ia melihat sekeliling dan melihat disana ada papa yang sudah menunggu nya.
"Dimana mama pa?" tanya Elang masih sangat cemas.
"Mama mu di dalam, ayo masuk saja." kata papa.
Elang langsung menerobos masuk kedalam. Tanpa fikir panjang lagi, ia masuk kedalam kamar dengan tergesa-gesa. Sehingga membangun kan mama yang sedang istirahat.
"Ma, apa mama baik-baik saja ma." kata Elang menghampiri mama.
"Lang, mama baik-baik aja. Kamu kok terlihat sangat cemas sih, mama kan gak papa nak." kata mama.
"Apa mama yakin gak papa ma, apa gak ada yang sakit sama mama sekarang. Kalo ada yang sakit bilang aja ya ma." kata Elang.
"Lang, gak perlu cemas sama mama. Kamu bisa lihat kan kalau mama gak papa." kata mama.
"Huhs.... Bagus deh kalo mama gak papa, aku cemas banget sama mama. Saat tahu mama jatuh aku kaget banget." kata Elang sambil melepas nafas lega nya.
"Tidak ada yang perlu kamu cemas kan, mama hanya kepeleset saja." kata mama.
"Oh ya, kamu kok datang sendiri sih kesini. Kok gak bawa Gea datang sekalian sama kamu Lang." kata mama.
"Gea.....?" kata Elang.
Elang baru ingat sama istri yang, ia pergi tanpa pamit sama sekali pada Gea. Ia malahan pamit sama bibik dan bukan sama Gea. Entah apa yang ia fikir kan sehingga melupakan Gea. Padahal ia meminta Gea menunggun nya dikamar tadi.
"Gea dirumah ma, Lang lupa mau ajak Gea ikut." kata Elang dengan wajah bersalah nya.
"Lho, kok kamu lupa ajak sih. Apa jangan-jangan kamu gak pamit sama sekali sama Gea mau kesini tadi." kata mama.
Elang diam, apa yang mama nya katakan itu memanglah benar. Ia tidak pamit sama sekali dengan Gea saai ingin kerumah sakit.
....
Sementara itu, dikamar mereka. Gea mulai gelisah, ia langsung saja melihat kebawah. Tidak ada Lang disana, yang ada hanya laptop dan minuman yang masih utuh di atas meja.
Tidak ada siapa-siapa disana, bibik juga gak ada. Gea masih penasaran, kemana Elang pergi. Mau di telfon, ponsel Elang ada di atas meja. Elang tidak membawa ponsel nya pergi, bagaimana mau Gea tanya dimana ia. Mau tanya sama siapa, karna Elang juga tidak pasti pergi kemana.
Rasa kesal pun menyelimuti hati Gea, ia merasa sangat kesal sama perlakuan Elang malam ini. Elang meninggal kan dirinya tanpa pamit.
Gea berjalan meninggal kan ruang tamu, membawa hati marah nya menuju kamar mereka. Ia membaringkan tubuh diatas kasur. Karna rasa kesal yang ia miliki membawa hati nya menjadi marah.
Disisi lain, Elang bergegas keluar dari rumah sakit. Ia ingin segera pulang kerumah untuk mengatakan pada Gea, kalau mama nya sedang berada dirumah sakit. Sekaligus minta maaf karna sudah pergi tanpa pamit pada Gea.
Elang membawa mobil nya, melintasi jalan raya malam itu. Yang pasti nya tidak akan pernah sepi dengan berbagai manusia yang masih sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.
Dalam keramaian itu lah, Elang membawa mobil nya secepat yang ia bisa. Ia ingin segera sampai kerumah. Dalam hati, Elang berharap kalau Gea masih terjaga dan memaafkan nya. Walau pun tidak bisa mendapatkan momen langka nya lagi. Dapat maaf dari istri galak nya pun sudah sangat bahagia dalam hatinya.
Sesaat kemudian, Elang pun sampai dirumah. Ia melihat lampu kamar mereka sudah tidak menyala lagi. Sedangkan rumah mereka masih terlihat biasa saja.
Elang membuka kunci pintu rumah dengan kunci cadangan yang ia miliki. Tanpa pikir panjang dan tidak melihat kiri kanan lagi, Elang langsung naik kelantai atas. Ia tahu kalau Gea tidak akan berkeliaran. Gea pasti sedang ada di kamar. Apa lagi tadi Elang minta Gea menunggu di kamar.
....
Elang membuka pintu kamar, disana Gea sudah tertidur manis ternyata. Dengan baju yang berbeda dari yang ia gunakan saat mesuk kedalam kamar tadi.
Elang hanya melepas nafas berat saja, apa yang ia harap kan ternyata tidak bisa ia dapat kan. Padahal tinggal selangkah lagi, harus nya ia bisa memiliki istri nya dengan seutuh nya malam ini. Apa lagi, Gea sendiri yang datang pada nya.
Sudah begini mau bagaimana lagi, apa lagi Gea terlihat tidur dengan sangat lelap. Wajah manis yang Gea miliki itu membuat Elang tidak tega untuk membangun kan Gea. Jika di bangun juga tidak akan ada monen yang sama untuk yang kedua kali.
Elang memutus kan kembali kerumah sakit, ia ingin menemani mama nya saja. Tidak mungkin juga ia minta maaf sama Gea malan-malam begini. Lagian, besok juga bisa bertemu lagi dengan Gea.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Maaf jika terkesan bertele-tele, isi kepala aku agak lama mau nyambungnya. Jadi maaf banget ya, aku gak maksud bikin kalian kecewa dengan episode yang bertele-tele.