
Elang pun memperlihatkan wajah muramnya untuk memperlihatkan pada mama dan papanya, kalau ia sedang berada dalam kecemasan. Ia ingin mengerjai mama dan papanya, sebelum ia memberikan kabar bahagia pada mam dan papanya.
"Ma, pa," ucap Elang dengan wajah sedih.
Mama yang melihat wajah kesedihan itu, semakin bertambah cemas saja. Mama sangat takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada menantu kesayangannya.
"Ada apa Lang, katakan sama mama," kata mama dengan cemas.
"Ma, Gea ma," kata Elang sambil terus memperlihatkan wajah sedih.
"Ayo katakan saja Lang, jangan buat mama dan papa takut dong," kata papa.
"Gea ... Gea hamil ma, pa."
Seketika, wajah yang awalnya sedih itu berubah menjadi sangat senang. Ia memeluk mama dan papanya secara bersamaan.
"Apa? Kamu gak bohongin mama kan Lang," kata mama yang ikut bahagia.
"Gak dong ma, Elang gak bohong sama mama dan papa. Saat ini, Gea sedang hamil, walaupun janinnya masih hitungan minggu."
"Dasar kamu anak nakal, bisa-bisanya kamu ngerjain papa dan mamamu ya," ucap papa yang sekarang berubah sangat bahagia.
"Iya, dasar anak nakal kamu ya Lang. Masa ngerjain mama dan papa saat ada berita bahagia."
"Gak enak dong ma, kalau ngomongnya langsung aja. Enaknyakan kasih kejutan dulu gini," kata Elang.
Mama kembali memeluk anaknya, ia sangat bahagia saat dapat kabar kehamilan yang selama ini mereka nantikan.
"Selamat ya sayang, mama sangat bahagia atas kehamilan istri kamu."
"Selamat, anak papa sekarang akan jadi seoarng papa sekarang," kata papa.
Tergambar jelas kebahagiaan disana. Mereka sangat amat bahagia atas kabar kehamilan Gea. Bagaimana tidak, selama ini itu yang sangat mereka nantikan.
.....
Mereka pun membawa Gea pulang kerumah. Mereka memperlakukan Gea sangat istimewa namun belum membicarakan kondisi Gea yang sebenarnya. Gea menjadi agak aneh sama perlakuan mama dan papa mertuanya.
Sedangkan Elang, ia hanya tersenyum manis saja melihat Gea yang begitu terlihat sangat kebingungan dengan perlakuan mama dan papanya.
"Lang, sebenarnya ada apa sih? Kenapa mama dan papa sampai mau mengantarkan aku pulang. Bahkan mereka memperlakukan aku dengan sangat berbeda," kata Gea pada Elang, saat mertuanya sibuk didapur.
"Lang, apa aku punya prnyakit yang sangat berbahaya ya, sampai mama dan papa jadi seperti itu," kata Gea lagi.
"Sayang, maafkan aku yang belum bisa menjelaskan sesuatu pada kamu ya. Sebenarnya, kamu gak sedang sakit apapun, melainkan, kamu sedang membuat mama dan papa sangat bahagia."
"Maksud kamu?"
"Saat ini, kamu sedang hamil sayang. Maafkan aku yang belum sempat bicara sama kamu. Karna aku mau bicara, tapi mama sama papa yang menghalagi aku. Mereka terlalu menjaga kamu dari tadi," kata Elang.
Gea terdiam karna ia kaget dengan apa yanv Elang katakan. Ia tidak percaya apa yang Elang katakan.
"Apa benar yang kamu katakan tadi Lang? Kamu jangan bercanda sama aku," kata Gea.
"Sayang, sejak kapan aku bercanda sama kamu. Apa kamu gak merasakan ada yang berbeda dari tubuh kamu," kata Elang sambil membelai rambut Gea.
"Aku gak tahu Lang, aku pikir, aku hanya sedikit kecapean saja."
Saat itu, mama mertuanya datang dari belakang sambil membawakan semangkuk bibur ayam. Mereka sangat tahu, Gea suka sama bubur ayam.
"Gea sayang, kamukan belum makan. Ini mama bikin bubur ayam kesukaan kamu, dimakan selagi panas ya."
Gea dengan cepat menutup hidungnya, ia tiba-tiba saja merasa sangat mual saat mencium bubur ayam.
"Kamu kenapa sayang?" kata Elang cemas.
"Gak papa kok Lang, hanya saja, bubur ayamnya kok berbau aneh," kata Gea terus menutup hidungnya.
"Sayang, bukan bubur ayamnya yang salah. Tapi bawaan bayimu yang tidak ingin mencium bau bubur ayam ini. Mama singkirkan bubur ayamnya ya," kata mama sambil membawa mangkok yang berisi bubur ayam utuh kedapur.
"Ueeeeek ...."
Tiba-tiba saja, Gea mual dan tidak sempat bergerak dari duduknya lagi. Ia muntah dipangkuan Elang.
"Sayang, kamu gak papakan?" kata Elang agak panik.
"Bik, tolong bawakan air hangat kesini," kata Elang sedikit berteriak untuk memanggil bibik.
Elang bukannya marah saat Gea muntah dipangkuannya. Dia tidak sedikit pun peduli sama baju dan celananya yang menjadi sasaran Gea.
"Maafkan aku Lang, aku gak sengaja," kata Gea disela-sela kesadarnnya.
"Gak papa sayang, jangan urus aku."
"Ini airnya den Pangeran," kata bibik sambil menyerahkan gelas.
"Makasih bik," kata Elang.
"Sayang, sabar ya. Wanita hamil memang banyak cobaanya," kata mama sambil mengelus bahu Gea.
"Minum dulu Ge," kata Elang sambil membantu Gea minum.
"Lang, kamu ganti baju dulu gih. Biar Gea mama yang jaga sebentar. Habis kamu ganti baju nanti, kita bawa Gea istirahat dikamar," kata mama.
"Iya ma," ucap Elang.
"Sayang, kamu sama mama dulu ya. Aku ganti baju sebentar."
Elang meninggalkan Gea dengan tergesa-gesa. Ia sebenarnya cemas meninggalkan Gea yang sedang seperti itu. Ia kasihan saat melihat Gea yang terlihat sangat tidak nyaman.
....
"Sayang, kamu harus sabar ya. Wanita hamil itu memang tidak mudah. Saat mama hamil Elang dulu, lebih parah dari kamu lho sayang," kata mama sambil membawa Gea kebahunya.
"Apa seperti ini saat mama hamil aku ya ma?" kata Gea.
"Wanita hamil itu berbeda-beda sayang. Tidak semuanya sama. Ada yang baik-baik saja, ada pula yang sangat menderita."
"Maksud mama?"
"Ya, ada yang sakitnya lama. Dua bulan pertama hingga memasuki tiga bulan, wanita itu sakit, seperti orang yang sakit parah. Tidak bisa melakukan apa-apa. Ada juga yang baik-baik saja, tergantung bawaan bayinya sayang," kata mama menjelaskan.
Gea terdiam saat mendengarkan penjelasan mama mertuanya. Ia baru tahu, jika wanita itu hamil tidak mudah. Baru hamil saja sudah menderita, belum melahirkan. Itulah yang mama kita tangung selama hamil kita dahulu. Ia begitu menjaga kita, dari bulan pertama hingga bulan terakhir. Dari dalam kandungan, hingga kita besar. Itu semua tidak luput dari kasih sayang orang tua kita.
Sudah besar, kita lupa akan apa yang mama kita rasakan saat hamil kita dulu. Kita dengan bangganya jadi pembangkang pada mama kita. Padahal, saat ia hamil mama kita begitu menderita. Saat ingin melahirkan kita kedunia, mama mempertaruhkan nyawanya buat kita. Demi melahirkan kita kedunia, ada banyak yang harus kehilangan nyawanya.
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Maafkan aku jika ada kata yang salah atau tidak tepat saat aku menyampaikan. Maaf juga, kata-kataku jika ada yang berlebihan. Yang bikin belum pernah mengalaminya, jadi harap maklum. Kasih masukan aja buat aku, agar mana yang salah bisa aku perbaiki ya teman-teman. Saat salah itu bukan saling mengejek, melainkan saling membantu.