Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+39


Untung nya Danu tidak marah dengan Gea, karna sudah menunggu lama. Eh, malah gak jadi pulang sama. Padahal udah janji mau pulang bareng.


Danu pun menyala kan mobil nya dan pergi meninggal kan halaman sekolah. Sedang kan Gea dan Elang masuk kemobil nya Elang.


Elang menghidup kan mobil nya, keluar dari halaman sekolah. Tak ada kata yang terucap dari salah satu mereka.


Sampai akhir nya Elang buka mulut duluan.


"Tumben lho dia aja singa, kenapa lho.... " kata Elang.


"Bukan urusan lho, gue diam atau ngak itu hak gue." kata nya dengan wajah yang marah.


"Marah lho gue ajak pulang bareng gue, mau pulang bareng cowok lho itu ya. Kalo gitu, gue turunin aja lho di sini." kata nya sambil menghenti kan mobil di tepi jalan.


"Eh,,,, lho gak waras ya. Rumah gue masih jauh kadal. Sakit lho ya.... " kata Gea.


"Bukan nya lho yang mau turun tadi. Maka nya gue berhenti kan mobil nya, dan lho bisa turun sekarang." kata Elang.


"Sakit nih anak. Udah gue turun sekarang." kata Gea beneran mau turun.


Gea benar-benar mau turun dari mobil nya Elang, tapi belum saja membuka pintu. Elang malah mengunci pintu dan menghidup kan mesin mobil nya kembali.


"Gak akan gue biar kan lho turun dari mobil gue." kata Elang sambil menjalan kan mobil nya.


"Eh.... Lho ini benar-benar sakit ya kadal. Tadi lho minta gue turun, sekarang lho malah jalan kan mobil nya dan gak izinin gue turun. Mau lho apa sih." kata Gea melotot.


"Mau gue gampang aja singa, lho ikutin apa aja kata-kata gue. Maka kita gak akan jadi musuh lagi." kata Elang.


"Lho pikir gue boneka lho apa, gak akan pernah. Dalam mimpi pun sekali, gue gak akan pernah tunduk pada apa yang lho mau." kata Gea.


"Berhenti..... Berhenti... " kata Gea berteriak.


"Gak akan mau gue, gaka akan pernah gue ikutin apa yang lho mau." kata Elang.


"Eh.... Gak waras lho ya. Itu rumah gue udah lewat, lho mau bawa gue kemana." kata Gea.


Karna asik berdebat, Elang lupa kalau mobil nya telah lewat rumah Gea. Mana lewat nya udah jauh lagi.


"Lho gak mau dengar apa yang gue kata kan. Noh makan, apa yang gak mau lho dengar." kata Gea.


"Berisik lho, ini karna lho yang terus aja ngomel saat gue lagi nyetir." kata Elang.


"Lho pikir cuma gue aja yang berisik tadi, lho juga tahu gak. Jika bukan karna lho yang keras kepala gak akan gini jadi nya." kata Gea.


"Lho bisa diam dulu gak hah, gue lagi mikir ini. Jalan nya lewat mana ya, kok gak kelihatan jalan ya tadi." kata Elang melihat kiri kanan.


"Yah,,, mana gue tahu. Yang nyetir lho kan, gue cuma sesekali aja lihat jalan nya." kata Gea.


"Lho beneran gak tahu singa, ini jalan nya kemana." kata Elang.


"Yah, gue aja gak pernah sampai sini kalo jalan, palingan sekitar kompleks gue aja. Ini kan jauh dari jalan mau kerumah gue." kata Gea.


Sudah beberapa kali Elang memutar mobil nya, tapi jalan yang mereka cari tadi belum juga mereka temu kan.


Hari semakin sore, hp nya pun kehabisan batrai nya sekarang. Mau nelfon gak mungkin bisa. Sedang Gea terlihat tertidur karna kecapean, mereka sudah keluar masuk gang dan berkali-kali memutar jalan yang berbeda.