Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+55


Gea duduk di samping ranjang miliki ia dan Elang. Mereka memang telah akur, walau pun terkadang juga ada di hiasai dengan pertengkaran.


Layak nya Kitty dan Rocky yang akan diam ketika ada orang di samping mereka. Begitu lah hubungan Elang dan Gea. Tapu, masih bisa di kata kan banyak kemajuan. Karna, dalam hati masing-masing sudah ada benih cinta yang tertanam. Terutama di hati Gea, sejak serumah, bahkan sekamar dengan Elang dia jadi paham bagai mana sifat Elang yang sesungguh nya.


Elang keluar dari kamar mandi dengan handuk di pingang nya. Itu membuat Gea berteriak.


"Lang.... Apaan sih. Kamu gak bawak baju apa. Main keluar aja dari sana tanpa baju." kata Gea.


"Kamu kan gak sedia kan baju untuk ku tadi. Mana ingat aku bawa baju, kamu sih ya salah." kata Elang malah menyalah kan Gea.


"Lang,,,, kembali kekamar mandi sekarang gak. Aku akan antar kan baju mu kesana." kata Gea.


"Gak ah, dingin aku. Di sini aja pasanga baju nya Ge. Kamu masa tega aku masuk angin." kata Elang.


" Lang, jangan main-main dong. Kamu banyak tingakah deh." kata Gea.


"Kan kamu istri ku Ge, gak ada salah juga kan." kata Elang.


"Siapa bilang gak ada salah Lang. Kamu gak liat itu salah banget. Kamu udah ganggu aku lho." kata Gea.


"Aku ingin bersama mu Ge, terus bersama mu." kata nya malah meneluk Gea sekarang.


"Lang, jangan bikin masalah deh sama aku. Kamu aku bikin tidur di kamar mandi nanti." kata Gea.


Gea terdiam, apa yang Elang kata kan membuat nya berhenti untuk menggerak kan mulut nya. Daru tadi ia berusaha menyembunyi kan perasaan aneh yang ada di hati nya. Ia ingin melawan sama Elang, tapi sayang nya ia lemah jika Elang melaku kan trik yang membuat jantung nya berdetak dua kali lebih cepat.


"Kenapa kamu diam sekarang Ge, aku ingin lihat ini apa yang akan kamu laku kan." kata Elang.


"Aku mau kekamar mandi Lang, kamu bisa lepas kan aku sekarang ya." kata Gea.


Elang melepas nya, Gea bergegas masuk kamar mandi. Dia berusaha menyembunyi kan apa yang ia rasa kan. Rasa yang makin lama makin bertambah. Tak pernah ia rasa kan sebelum nya.


Ia ingat apa yang kakak nya kata kan. Antara benci dan cinta itu tidak jauh berbeda. Letak nya di satu tempat yang sama. Karna benci yang terlalu bisa menimbul kan rasa cinta jika terus bersama. Dan rasa cinta bisa menimbul kan rasa benci jika terus tersakiti.


"Ge... Kamu lagi apa sih. Lama banget di dalam." kata Elang di depan pintu kamar mandi.


"Sebentar lagi." kata Gea. Ntah apa yang sebentar lagi, ia hanya menjawab nya saja. Karna kata itu yang mampu ia ucap kan.


Tak lama kemudian Gea keluar dari kamar mandi. Ia melihat Elang sudah terlelap di kasur mereka.


Dalam hati berkata, apa kah selama itu ia berada di kamar mandi. Sampai membuat Ealng tertidur menunggu nya keluar. Memang Gea yang ceroboh dan suka bikib masalah. Kata nya pada diri nya sendiri.


Lalu ia pun memutus kan untuk ikut tidur, karna besok harus bangun pagi dan bersekolah seperti biasa nya.