Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+36


Akhir nya, karna semua nya sepakat Gea menjadi putri salju di acara drama nanti. Mau tidak mau, Gea pun menerima nya.


Karna acara nya akan di ada kan dua minggu lagi. Maka guru meminta semua anak yang di pilih nya tadi berlatih setiap sore saat sebelum pulang.


Sekarang mereka sedang duduk di taman belakang sekolah. Rika dan Dewa juga Gea, mereka duduk bertiga di salah satu kursi taman belakang sekolah.


"Ge, kelas kalian ikut drama juga kan." kata kak Dewa.


"Iya kak, kelas kami yang ikut. Dan kata nya kelas kakak juga ikut kan." kata Gea.


"Siapa yang jadi pangeran nya kak." kata Rika bersemangat.


"Yang jadi pangeran nya siapa lagi kalau bukan pangeran Elang." kata kak Dewa.


"Uhuk... Uhuk... " kata Gea tersedak makanan yang ia makan.


"Yah.... Pelan-pelan dong Ge. Masa makan gitu aja bisa tersedak sih." kata Dewa.


"Aku yakin bukan makanan yang bikin Gea tersedak itu kak. Melain kan nama pangeran nya yang kakak sebut itu." kata Rika paham.


"Maksud kamu Rik," tanya kak Dewa tidak mengerti.


"Aku mau kekantor sebentar ya." kata Gea tiba-tiba.


"Eh... Ge, ngapain kamu kekantor." kata Rika lagi.


"Ada apa sih sama Gea itu," kata Dewa.


"Kakak gak tahu, putri nya kan dari kelas kami. Ya,,, itu putri nya. Yang musuh bebuyutan sama pangeran nya." kata Rika menjelas kan.


"Pantasan itu anak kaget banget ketika mendengar nama Elang yang jadi pangeran nya. Ternyata putri nya dia." kata Dewa.


"Iya... Dia yang di pilih guru dan semua teamn di kelas." kata Rika.


"Pantasan, ternyata sangat cocok kalian bukan hanya di drama." kata Dewa tanpa sengaja.


"Maksud kakak." kata Rika tidak mengerti.


Mereka berdua menyusul Gea yang berjalan menuju kantor. Ternyata, Gea sudah masuk di dalam kantor sekolah.


" bagai mana ini kak, dia sudah masuk. Kita terlambat menyusul nya tadi." kata Rika.


"Masuk aja lah, gak ada cara lain. Jika kita biar kan, ia akan membuat masalah untuk nya sendiri." kata Dewa yang tahu bagai mana adik nya.


Mereka ikut masuk kedalam kantor sekolah. Mereka minta permisi untuk bicara dengan Gea, karna ada hal penting yang ingin di bicara kan.


Guru yang ada di sana pun memanggil Gea untuk bertemu dengan teman nya.


Kakak nya menarik tangan nya membawa kesudut kantor itu. Tempat yang agak jauh dari pintu masuk kantor.


"Kamu gak bikin masalh kan dek, kata kan tidak pada kakak agar kakak bisa tenang." kata Dewa pada adik nya.


"Kakak kok cemas gitu pada ku, aku kan bukan anak kecil lagi kak. Aku tahu lah mana yang bikin aku jadi gak baik di sekolah." kata Gea.


"Jadi, gak bikin masalah kan kamu di dalam Ge." kata Rika pula.


"Kalian berdua ini apa sih, gak bikin masalah kok aku nya. Kalian tenang aja yah, kompak banget cemas nya." kata Gea menggoda.


"Jangan main-main Gea, aku cemas beberan ini." kata Rika.


"Gak usah cemas, aku gak akan buat masalah oke. Kalian berdua tenang aja deh." kata nya sambil memegang bahu teman nya itu. Di sana lah nampak cincin yang tidak biasa di jari manis Gea.


"Ge,,, itu cincin apa. Kok kayak cincin tunang sih." kata Rika ketika melihat cincin yang ada di jari Gea.


Gea, cepat-cepat menarik tangan nya dari bahu Rika.


"Gak ada kok, ini kemaren aku beli di mall waktu jalan sama mama." kata nya berbohong.


"Jika bohong, hidung mu akan panjang Ge." kata Rika.


"Rika...... " kata nya beteriak.


"Sudah-sudah, lupa kan masalah itu. Ayo masuk kelas, udah bunyi bel nya itu." kata kak Dewa pada adik dan sahabat adik nya itu.