Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+37 +38


Catatan: maaf kan author. Jadi gini deh judul nya. Aku lupa bikin judul nya tadi tu. Maaf ya... Harap di maklum kan lah.


😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉


Sepulang sekolah, anak-anak yang ikut dalam pementasan drama. Di minta untuk langsung keruang seni. Agar bisa mengambil naskah drama mereka.


"Dan, kamu ikut juga kan ya." kata Gea pada sahabat nya Danu.


"Ya dong putri, sayang nya aku cuma jadi kurcaci deh." kata nya.


"Udah... Gak perlu sedih. Ada aku ya, yang kan menemani kamu." kata Gea belagak sebagai peghibur.


"Alah.... Lebai aja jadi orang." kata Rika yang bersiap-siap akan pulang.


"Aku pulang dulu ya Ge, Dan. Kalian baik-baik latihan nya, aku titip Gea pada mu ya Dan." kata Rika sambil berjalan keluar kelas.


Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang kesenian yang letak nya tak jauh dari kelas sebelas A. Kelas nya kak Dewa dan Elang.


"Dan, aku kekakak ku dulu ya. Nanti suruh pulang duluan aja." kata Gea.


"Iya,,, aku ikut aja ya. Boleh kan." kata Danu.


"Ya udah,,, hayo.. Kalo kamu mau ikut dengan ku." kata Gea.


Mereka pun berjalan mendekati ruang kelas sebelas A. Di sana ada kakak nya yang sedang siap-siap untuk pulang.


"Kamu latihan kan Ge," kata kakak nya menghampiri.


"Iya kak, kak Dewa pulang dulu aja ya. Aku nanti pulang naik ojek aja deh." kata Gea.


"Pulang nya gampang lah Ge, aku kan ada. Bisa antar kamu kemana aja kamu mau." kata Danu.


"Ya udah kalo gitu, kakak pulang duluan ya. Kamu pulang bareng Danu aja." kata kakak nya.


"Ya kak, aku gak papa lah." kata nya.


Kakak nya pun berjalan menuju parkiran mobil mereka. Sedang mereka berdua berjalan menuju ruang kesenian.


Sambil berjalan mereak sibuk dengan candaan dan obrolan ringan yang sedari tadi menghiasi jalan mereka.


Sesampai nya di ruang kesenian, mereka berdua sudah di tunggu oleh guru seni. Guru itu pun membagi kan kertas yang berisi naskah yang akan mereka bicara kan.


Hari ini mereka tidak latihan, mereka hanya mengambil naskah mereka saja. Setelah itu mereka di boleh kan pulang.


Saat ingin keluar dari pintu, tangan Gea di tahan oleh Elang.


"Aku ingin bicara pada Gea sebentar, kamu duluan saja bisa kan." kata nya pada Danu


"Baik kak, aku tunggu kamu di mobil ya Gea." kata nya sambil pergi.


"Ada apa sih kadal, lho gak liat aku mau pulang sekarang. Aku gak cari masalah ya sama kamu." kata Gea.


"Kamu lupa punya masalah sama aku tadi pagi. Dan sekarang, aku ingin bikin perhitungan pada mu." kata Elang.


"Eh... Lho jangan gitu dong, aku mau pulang sekarang. Kasihan Danu nunggu aku lama di mobil." kata Gea tidak ingin cari masalah


"Kamu pulang sama aku, tidak ada sama yang lain." kata Elang.


"Gak akan. Ogah banget aku pulang bareng kamu kadal." kata nya.


"Singa, lho pilih pulang sama aku. Atau kamu pulang sama dia terus aku kasih pengumuman pada anak-anak yang lain kalo kamu tunang aku." kata Elang.


"Eh,,, lho bisa gak ngancem gue ngak, lho bisa nya ngancem melulu ya." kata Gea.


"Tinggal pilih aja, pilihan ada di tangan kamu singa." kata Elang.


"Serah kamu... " kata Gea sambil berjalan pergi dari ruang kesenian.


"Singa... Satu... Dua.... " kata Elang... Kata-kata nya terputus karna Gea menjawab nya dengan cepat.


"Baik.... Ini aku juga mau pulang." kata nya ngalah.


"Bagus singa ku yang manis," kata Elang.


Mereka pun berjalan menuju mobil, tapi sebelum itu. Gea menghampiri Danu terlebih dulu, untuk memberi tahu jika ia tidak bisa pulang bersama karna ia ada urusan sebentar.