Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+46


Pagi yang sangat cerah, matahari bersinar dengan bangga nya. Tapi, matahari yang cerah dan pagi yang harus di mulai dengan semangat itu tidak ada dalam hatu Gea.


Hari ini adalah hari pernikahaan nya dengan Elang, walau pun sebelum nya. Ia dan Elang sudah sepakat untuk menjalani pernikahaan itu dengan sandiwara di depan keluarga.


Tapi, sangat tidak enak untuk di jalani. Karna nanti nya ia juga akan menjadi sebagai istri dari seorang Pangeran Elang.


Jam menunjuk kan pukul 08:25 dan lima menit lagi akad nikah nya akan di laksana kan. Makin dekat dengan waktu akad nikah makin gundah pula hati dan perasaan Gea.


"Kamu udah siap kan Ge, turun sekarang ya." kata mama yang tiba-tiba masuk.


Gea memang sudah siap dari tadi, tapi itu siap di luar saja. Siap di hati nya belum.


"Harus turun sekarang ya ma, kenapa gak lima menit lagi aja baru turun nya ma." kata Gea meminta waktu lagi.


"Eh... Mana bisa turun lima menit lagi. Kamu harus turun sekarang, karna acara nya hanya nunggu kamu aja ni soal nya." kata mama.


"Tapi ma, kan acara nya lima menit lagi ma. Aku gak mau nunggu di bawah." kata Gea.


"Yah... dek. Kamu ini gimana sih, gak liat jam nya tuh udah lewat. Apa kata keluarga Elang nanti." kata mama.


Mau tidak mau Gea pun ikut mama nya turun. Karna memang, jam nya bahkan sudah lewat dari waktu yang di tentu kan.


Ia turun dari atas, menuruni anak tangga dengan mama di samping nya. Semua mata memandang kearah nya dengan kagum.


Walau pun hanya di rias dengan riasan sangat tipis di wajah nya. Itu sudah sangat membuat ia terlihat sangat cantik dan manis.


Semua orang yang ada di sana memuji nya, karna kecantikan yang ia miliki. Ia sangat cocok dengan Pangeran Elang anak orang terkaya yang ada di sana.


Gea pun duduk di samping Elang dengan sedikit rasa kesal di hati nya. Kenapa harus secepat ini ia menikah. Waktu nya masih panjang kan. Kata nya dalam hati.


Penghulu pun menjabat tangan Elang, dan mengucap kan kata-kata yang harus Elang sambut. Dan di lanjut kan dengan pertanyaan pada para saksi apa kah sah atau tidak.


Saksi dari kedua belah pihak dengan gemuruh nya mengata kan kata sah pada penghulu.


Dengan begitu, resmi lah Gea menjadi istri dari pewaris kekayaan. Pewaris kekayaan orang terkaya di negara itu.


Istri dari pangeran Elang yang sangat terkenal, tapi itu semua tidak berpengaruh pada gadis yang menjadi istri nya itu.


Acara pernikahaan Gea dan Elang telah selesai. Kini tinggal salam-salaman pada semua keluarga kedua belah pihak.


Elang dan Gea bergantian bersalaman pada masing-masing orang tua nya. Kemudian pada saudara semua nya.


Di sana ada yang kurang ternyata, Denis tidak ada di acara itu. Gea melupan kan kehadiran Denis di acara nya.


Selama ini Denis pasti tidak jauh dari Elang, tapi akhir-akhir ini Denis sudah tidak terlihat lagi di sekitar Elang. Bahkan, saat acara besar yang di hadiri oleh keluarga Elang pun tidak ada Denis yang terlihat.


Saat itu, Gea duduk di dekat kakak nya. Sedang kan Elang bersama keluarga nya. Setelah selesai salaman tadi.


"Kak, ada yang kurang deh kayak nya ini." kata Gea.


"Kurang apa nya Ge." kata kak Dewa tidak mengerti.


"Aku udah gak liat Denis sejak lama lho kak. Kemana dia ya." kata Gea.


"Kamu gak tahu ya Ge, Denis udah beberapa minggu yang lalu pindah dari sekolah kita. Ia kata nya pindah keluar negeri untuk melanjut kan sekolah nya." kata Dewa.


"Apa? Kenapa aku baru tahu nya sekarang ya." kata Gea tak percaya.


"Ya, itu yang kakak tahu. Dan tidak tahu yang lain nya lagi." kata Dewa.