
Hari ini Gea pergi sekolah dengan naik mobil bersama kakak nya Dewa. Itu karna sekarang papa melarang Gea dan Dewa naik honda. Kata papa, jika gak mau kesekolah naik mobil, jangan harap bisa kesekolah naik honda. Jalan kaki aja kalo kuat.
Gea sih gak akan masalah jika di suruh jalan kaki, tapi kakak nya akan kecapean jika jalan kaki. Orang kakak nya gak kuat fisik, mana bisa ia jalan kaki jauh-jauh kan.
Demi kakak nya yang gak bersalah, kan gak mungkin ia tega bikin kakak tersayang nya ini jadi susah karna nurut egi nya yang tinggi selangit.
Sesampai nya di sekolah, Gea turun buru-buru untuk segera masuk kelas nya. Saking ingin cepat nya ia tidak melihat di depan nya ada orang yang lagi bicara sama teman nya. Alhasil, dia menabrak orang yang sedang membelakangi nya ini.
Bruk.... Suara tabrakan antara Gea dengan orang yang ada di depan nya ini.
"Aduuuuh..... "Kata orang itu terjatuh. Yang lebih parah nya Gea menindih nya dari atas.
"Eh... Maaf-maaf... Gue lagi buru-buru nih." kata nya.
"Bangun gak lho. Maaf-maaf, tapi gak bangun-bangun juga lho." kata orang itu.
"Ya ampun Elang... Kalian ngapain sih." kata Sella saat melihat kejadian itu.
Ya,,, yang di tabrak oleh Gea itu adalah Elang yang lagi bicara sama teman nya. Karna baru sudah memarkir kan mobil nya tadi.
Gea bangun dengan cepat dari atas badan Elang yang terjatuh karna ia menabrak nya.
"Jika gue tahu itu elho gak akan sudi gue minta maaf." kata Gea sambil bangun.
"Gila lho ya singa, gak punya perasaan banget lho. Kata maaf aja lho itungan banget." kata Elang juga ikut bangun.. Sella membantu nya bangun.
"Gak perlu bantu gue, gue bisa sendiri." kata nya pada Sella.
"eh... Lho punya mata itu di pake. Jadi nya gak nabrak orang." kata Sella pada Gea.
"Udah,,, lho gak perlu ikut campur urusan gue, gue bisa urus-urusan gue sendiri gak perlu lho ikut campur." kata Elang malah balik marah sama Sella.
"Tapi kan Lang, gue hanya ingin bantuin lho." kata Sella dengan muka yang memelas.
"Lho gak dengar ya. Gue gak butuh bantuan lho. Gak ngerti lho ya." kata Elang lagi.
Sella pun pergi dari sana karna ucapan dan tatapan Elang yang tajam melihat nya. Itu tanda nya, Elang sangat marah pada orang yang ia tatap.
Gea juga ingin segera pergi dari sana, tapi tangan nya di pegang erat oleh Elang. Hingga tubuh nya tertahan kan.
"Lho gak papa Lang," kata teman nya yang baru bisa bicara setelah dari tadi diam mematung.
"Iya, gue gak papa kok. Gue ada urusan sekarang, kalian duluan aja." kata nya pada teman-teman nya.
"Eh, lho ngapain nahan tangan gue dari tadi, mau apa lho sama gue kadal." kata Gea marah.
"Lho gak liat yah, liat nih baju gue." kata Elang sambil menunjuk baju nya yang kotor karna jatuh tadi.
" ya... Gue liat, emang nya kenapa sama baju lho itu." kata nya pura-pura tak bersalah.
"Dasar lho singa, lho harus tangung jawab karna udah bikin gue jatuh karna lho. Udah gitu, lho tindih lagi gue pless lho bikin baju gue kotor." kata Elang sambil terus memegang tangan Gea.
" terus lho mau apa sama gue, mau minta di cuci kan baju lho itu. Iya..." kata Gea.
"Iya,,, lho harus tangung jawab dengan gue. Jika lho gak mau kakak lho terima akibat nya karna salah lho sama gue." kata Elang.