
Pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi. Untuk meraya kan pernikahan nya, mereka tidak ingin di buat kan pesta besar dulu. Alasan nya karna tidak ingin teman-teman mereka tahu bahwa mereka sudah menikah.
Tapi, karna Elang adalah anak sematawayang nya keluarga terkaya nomer satu di negara itu. Maka, pesta tidak bisa tidak di ada kan. Dan menurut kesepakatan dua belah pihak. Pesta besar akan di ada kan di luar negeri. Tapi, pesta besar nya akan di ada kan setelah mereka libur panjang.
Semua itu di lakau kan, supaya tidak ada yang tahu akan pernikahaan antara Elang dan Gea. Karna menjaga nama baik sekolah mereka. Sebab itu lah pernikahaan tidak di umum kan dan tidak di ada kan pesta besar di dalam negeri.
Sekarang, keluarga Gea berada di rumah oma. Karna oma ingin semua nya kumpul di rumah dia. Sebelum acara di ada kan, acara kecil nya akan di ada kan di hotel yang agak jauh dari kota mereka. Itu untuk menghindari dari orang-orang yang mereka kenal.
Tapi, ijab kabul nya tetap di rumah. Yaitu di rumah oma Gea lah tempat ijab kabul nya di ada kan nanti.
Gea duduk di kamar nya, duduk di kamar tak jauh dari jendela kamar nya yang menghadap kekolam renang.
Kakak nya masuk bersama dengan mama nya. Mereka mengetuk pintu kamar Gea.
"Masuk aja, gak di kunci kok." kata Gea.
Mama dan kak Dewa membuka pintu dan masuk kedalam.
"Kenapa kamu murung aja sih Gea, mama sudah bilang kemarin kan nak. Jangan sangupi apa yang oma minta jika kamu gak sangup." kata mama.
"Terima dengan hati lapang Ge, kakak yakin kamu bisa temu kan kebahagiaan. Karna kakak yakin sama Elang, dia bisa jaga kamu." kata Dewa.
"Mama juga yakin itu kak, Elang sebenar nya anak nya baik kok Ge." kata mama.
"Kalian gak akan tahu jika gak merasa kan apa yang kau rasa kan." kata Gea.
"Kakak tahu apa yang ada di pikiran kamu Ge, kamu mikir nya yang belum terjadi Ge, cuba kamu jalani dengan hati dan berpikir positif dan kamu gak tinggi kan Ego mu. Pasti akan baik-baik saja." kata Dewa lagi.
"Tapi gak semudah itu kak, kakak gak tahu perasaan aku sama Elang itu kayak apa. Aku gak suka sama Elang kak." kata Gea.
"Masalah cinta Ge, antra benci dan cinta itu beda nya gak jauh dek. Dan letak nya juga satu tempat kan. Kamu jangan terlalu memikir kan benci mu pada nya. Karna jika terlalu kamu benci. Rasa mu akan berubah cepat atau lambat." kata Dewa lagi.
"Kakak mu benar dek, kamu tidak akan tahu apa arti nya benci nanti ketika kamu sudah jatuh cinta. Mama yakin, kamu bisa berubah." kata Mama.
Gea tidak bisa menjawab lagi apa yang kakak dan mama nya kata kan. Karna mereka terus saja berkata satu kata yang sama. Yaitu antara benci dan cinta itu sebenar nya satu jalan nya.
Ia tertunduk diam saja, ia menatap keluar jendela kamar nya. Jika bukan demi mama dan kakak nya, tidak mungkin ia akan mengorban kan diri nya untuk hal yang konyol seperti ini.